
Ilham pulang, ia menuruti apa yang Kumbang kata kan. Sedang kan Mia juga pulang sama mama nya. Ilham pulang kerumah Kumbang, sejak ia di ajak nginap kemarin. Walau pun Ilham sudah sembuh, ia masih tetap tinggal di rumah Kumbang. Karna Kumbang tidak mengizin kan Ilham untuk pindah rumah, walau pun sudah sembuh.
Saat ini, hanya ada Bunga dan Kumbang di kamar. Mama sedang ada pasien yang harus ia rawat.
"Bunga, aku minta maaf ya atas apa yang terjadi kemarin." kata Kumbang.
"Bisakah kita mulai dari awal lagi?" kata Kumbang lagi.
"Kamu yakin mau mulai dari awal lagi bersama aku." kata Bunga.
"Aku yakin, yakin banget sama apa yang aku kata kan." kata Kumbang.
Belum juga Bunga menjawab apa yang Kumbang kata kan. Pintu kamar rawat Bunga di ketuk oleh seseorang dari luar.
"Aduh, siapa lagi sih." kata Kumbang.
Belum juga Kumbang bangun dari duduk nya, pintu sudah terbuka. Muncul lah dua makhluk, yang tak lain adalah Roy dan Maya.
"Maaf ya ganggu waktu kalian, gak papa kan." kata Roy.
"Mana ada gak papa, aku apa-apa banget malahan." kata Kumbang.
"Hush, kok ngomong nya gitu sih kamu." kata Bunga.
"Gak papa Bunga, aku ngerti kok sama Kumbang. Dia kan ingin berduaan sama kamu aja." kata Maya.
__ADS_1
"Oh ya, aku datang untuk minta maaf pada kamu Bunga, dan kamu juga Kumbang." kata Maya.
"Minta maaf untuk apa kamu pada ku, aku rasa kamu gak punya salah pada ku." kata Bunga.
"Aku banyak salah sama kalian, karna aku hubungan kalian jadi berantakan." kata Maya.
"Aku gak merasa kamu salah kok May, aku tidak pernha menyalah kan siapa pun." kata Bunga.
"Ya, itu bukan salah kamu. Aku yang terlalu bodoh dan tidak berfikir dengan fijran yang jernih." kata Kumbang.
"Aku harap kalian bisa menjadi kan ini sebagai pelajaran buat hubungan kalian kedepan nya ya Bunga. Terutama buat kamu Kumbang, jangan termakan sama apa yang kamu lihat. Selidiki dulu kebenaran dari berita yang kamu dapat kan." kata Roy.
"Ya, aku akan jadi kan ini sebagai pelajaran buat hidup ku." kata Kumbang.
"Aku juga menjadi kan ini sebagai pelajaran, aku tidak seharus nya menyampai kan apa yang aku tahu. Tanpa aku lihat dahulu, apakah yang aku tahu itu benar atau salah." kata Maya.
"Ya, kita bisa berteman. Jika kalian memaaf kan aku." kata Maya.
"Kamu tidak salah Maya, kamu tidak perlu minta maaf pada ku." kata Bunga.
"Aku merasa bersalah, kamu tahu gak aku merasa sangat menyesal." kata Maya.
"Aku sudah memaaf kan mu, tidak perlu menyesal lagi." kata Bunga.
"Terima kasih Bunga, aku harap kita bisa berteman baik sekarang." kata Maya.
__ADS_1
Saat itu, datang seorang dokter dengan wajah cemas masuk kedalam kamar Bunga. Ia tidak mengetuk pintu atau minta permisi lagi. Ia langsung menghampiri Bunga.
"Kamu gak papa kan nak, apa masih ada yang sakit." kata dokter itu dengan cemas nya tanpa perduli teman-teman Bunga yang melihat nya dengan tatapan aneh.
"Bunga gak papa kok pa, papa gak usah cemas. Kan di sini mama yang rawat Bunga." kata Bunga.
Semua nya kaget, Bunga memanggil dokter itu dengan sebutan papa. Ya jelas lah, itu kan papa Bunga. Ia dan mama Bunga tidak bekerja di tempat yang sama. Mereka bekerja dirumah sakit yang berbeda.
"Papa?" kata Roy dan Maya hampir bersamaan.
"Oh ya kenal kan, ini papa ku." kata Bunga saat melihat teman-teman nya bingun.
"Jadi, papa dan mama mu adalah dokter ya." kata Roy.
"Ya gitu deh, papa dan mama ku dokter." kata Bunga.
Saat itu, mama Bunga masuk kekamar anak nya. Ia tersenyum melihat wajah bingung dan kagum yang anak-anak tunjuk kan.
"Kalian kok terlihat gimana gitu ya." kata mama Bunga.
"Eh tante, bikin kaget aja." kata Roy gak tahu lagi mau ngomong apa.
"Kaget ya, baru tahu ya kalo mama dan papa Bunga adalah dokter." kata mama Bunga.
"Iya tante, kaget juga. Karna sebelum nya gak tahu kalo mama dan papa Bunga itu ternyata dokter." kata Maya.
__ADS_1
"Hehehe... Gak usah kaget, biasa aja dong." kata mama. Sifat humoris mama keluar juga saat itu.