
Besoh nya, saat Bunga datang kesekolah. Bunga berpas-pasan dengan Kumbang yang baru saja turun dari mobil.
Niat nya, Bunga mau menghampiri Kumbang. Tapi kayak nya, Kumbang masih dalam suasana hati yang tidak baik dan tidak ingin dekat sama Bunga.
Karna saat Bunga ingin menyapa nya, Kumbang buru-buru menghindar dengan berjalan cepat mendahului Bunga.
"Kumbang, tunggu dulu." kata Bunga.
Kumbang menghenti kan langkah kaki nya. Berbalik melihat kearah Bunga yang memanggil nama nya.
"Ada apa?" kata Kumbang.
"Aku minta maaf untuk yang semalam, aku gak harus bicara seperti itu pada mu." kata Bunga.
"Gak papa, aku gak marah." kata Kumbang sambil melanjut kan langkah nya.
Gak marah tapi kamu masih dingin sama aku. Kata Bunga dalam hati.
Ntah kenapa, di cuekin sama Kumbang bikin hati Bunga merasa sedih. Padahal dulu nya kan Bunga orang yang tidak mau ikut campur masalah Kumbang. Tapi sekarang malah kebalikan nya.
Bunga diam di sana, ia masih menatap punggung Kumbang yang terus berjalan menjauhi nya. Lalu hilang halam keramain siswa yang juga sibuk dengan tujuan mereka masing-masing.
"Bunga, kamu kok malah diam di sini aja sih. Gak mau masuk kamu ya." kata Ilham yang tiba-tiba membuyar kan lamunan Bunga.
"Eh kamu Ham, bikin aku kaget aja." kata Bunga.
"Ayok, kamu gak ingin masuk kelas ya." kata Ilham.
"Ia mau lah, masa terus di sini aja." kata Bunga.
"Maka nya ayo jalan sekarang, gak usah melamun di sini. Mending lamuanan nya kamu lanjut di kelas aja biar tambah asik." kata Ilahm.
"Enak aja kamu, aku gak melamun tahu gak." kata Bunga.
"Gak melamun apa lah itu tadi, diam aja di situ." kata Ilham.
__ADS_1
"Ya udah, gak perlu di bahas lagi lah. Ayo masuk sekarang, nanti keburu bel berbunyi." kata Ilham lagi.
"Keburu bel berbunyi apaan sih, kamu gak lihat ini masih pagi." kata Bunga.
Mereka pun berjalan bersama, menuju kelas yang berada lumayan jauh dari parkiran.
"Ham, boleh aku tahu sesuatu gak?" kata Bunga.
"Kamu mau tahu apa dari aku, bilang aja apa yang ingin kamu tanya kan. Aku pasti jawab dengan sejujur mungkin." kata Ilham.
"Apaan sih, jadi panjang gitu jawaban nya. Aku hanya ingin tahu masalah Kumbang." kata Bunga.
Saat mendengar kan nama Kumbang yang Bunga sebut kan. Ilham menghenti kan langkah nya.
"Kamu benar ingin tahu apa hubungan aku dan Kumbang. Dan dari mana aku tahu tentang Kumbang ya Bunga." kata Ilham.
"Iya, aku ingin tahu semua tentang kehidupan Kumbang. Aku yakin kamu tahu banyak tentang dia kan." kata Bunga.
"Baik lah, jika itu yang kamu ingin tahu dari aku. Ayo kita ketaman sekarang, aku rasa kita masih punya waktu kan." kata Ilham.
Bunga dan Ilham pun berjalan kearah taman, mereka membatal kan niat untuk masuk kekelas karna Bunga ingin tahu tentang Kumbang.
Setelah sampai di taman, Ilham dan Bunga duduk di kursi pojok taman.
"Apa kamu benar-benar punya rasa sama Kumbang Bunga, sehingga kamu sangat ingin tahu masalah hidup nya." kata Ilham saat mereka sudah duduk.
"Gak sih, aku hanya ingin tahu aja tentang dia." kata Bunga.
"Oh gitu ya, aku pikir malah sebalik nya." kata Ilham.
"Udah, cerita kan saja apa yang kamu tahu." kata Bunga.
"Iya, sebenar nya aku dan Kumbang adalah teman baik. Kami sama-sama duduk di bangku yang sama dari sd sampai smp. Sampai masalah besar itu datang pada persahabatan kami." kata Ilham sambil berdiri.
"Masalah besar apa yang kalian hadapi." kata Bunga penasaran.
__ADS_1
"Pacar Kumbang yang bernama Maya suka pada ku. Saat itu, aku duduk berdua di sebuah cafe sama Maya. Maya bilang ada yang ingin ia kata kan pada ku. Ternyata yang ingin Maya kata kan adalah pernyataan cinta nya pada ku. Ternyata di sana juga ada Kumbang, yang menyaksi kan Maya bersama ku berpegangan tangan." kata Ilham.
"Lalu....." kata Bunga.
"Ya, akhir nya Kumbang salah paham sama aku. Kumbang bilang, aku dan Maya punya hubungan. Padahal, aku sama sekali tidak tertarik sama Maya. Apa lagi Maya adalah pacar dari sahabat baik ku sendiri." kata Ilham.
Bunga terlihat menyimak saja apa yang Ilham kata kan. Sampai di sini, Bunga masih tidak mengerti dengan kehidupan yang Kumbang miliki.
"Dan, aku baru tahu satu hal, ternyata Maya itu hanya memanfaat kan aku agar ia bisa putus sama Kumbang. Tapi, Kumbang tidak mengizin kan aku untuk menjelas kan apa yang terjadi. Sampai saat ini, Kumbang sangat benci pada ku." kata Ilham.
"Kenapa Maya ingin putus dengan cara menyakiti hati Kumbang. Kenapa tidak langsung bilang saja." kata Bunga.
"Aku pun tidak mengerti, hanya saja satu hal yang aku tahu. Maya tidak mau lagi pacaran sama Kumbang saat tahu orang tua Kumbang telah berpisah." kata Ilham.
"Maksud kamu, orang tua nya Kumbang itu tidak bersama lagi sekarang." kata Bunga.
Ilham beralih dari berdiri nya. Ia melihat kearah Bunga, melihat mata gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa di gambar kan.
"Bunga, Kumbang itu dulu nya anak yang sangat baik dan pintar. Dia adalah siswa teladan di sekolah, karna dia adalah siswa terpintar dari sd sampai smp. Tapi semua nya berubah saat Kumbang duduk di kelas tiga smp. Papa dan mama nya bercerai, dan masing-masing menikah lagi." kata Ilham.
"Jadi, sekarang Kumbang tinggal sama siapa." kata Bunga.
"Aku tidak tahu, terakhir yang aku dengar dari mama nya. Kumbang tinggal sendiri di kota ini, ia pindah dari rumah nya yang dulu." kata Ilham.
"Papa nya kemana." kata Bunga.
"Aku tidak tahu, kata nya sih di luar negeri sama istri baru nya. Bahkan sudah punya anak satu kalo aku gak salah dengar lah ya." kata Ilham.
"Kasian banget Kumbang, apa itu yang menyebab kan ia tidak suka berteman sama siapa pun." kata Bunga.
"Ya, Kumbang tidak mau berteman sama siapa pun karna dia tidak ingin di hianati lagi. Aku sangat ingin Kumbang tahu bahwa aku tidak pernah menghianati persahabatan kami Bunga." kata Ilham.
"Aku akan bantu kalian sebisa mungkin. Tapi aku tidak yakin apa aku bisa membantu kalian baik lagi." kata Bunga.
"Aku hanya berharap satu hal, aku bisa menjelas kan apa yang terjadi sama aku dan Maya. Seterus nya terserah sama Kumbang mau percaya atau tidak." kata Ilham.
__ADS_1
"Baik lah, aku coba bantu kamu bilang nanti." kata Bunga.
"Makasih banyak Bunga." kata Ilham.