Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Alamat rumah Kumbang


__ADS_3

Buk Mira pun melapor kan apa yang terjadi kepada kepala sekolah. Kepala sekolah memberi pengumuman pada semua siswa, meminta agar Mia dan Bunga agar segera kekantor nanti saat mereka sudah kembali kesekolah.


Sayang nya, mereka tidak lah kembali sampai jam pelajaran berakhir. Mereka menani Kumbang di rumah sakit, untuk menjaga Ilham.


Rumah sakit yang mereka masuk itu tempat mama Bunga bekerja. Sehingga Bunga dengan leluasa nya di sana. Meminta mama untuk mengobati Ilham teman mereka.


"Bagai mana keadaan Ilham sekarang." kata Bunga pada mama nya.


"Anak itu baik-baik saja, hanya saja tangan nya patah. Selain itu, tidak ada yang perlu di khawatir kan." kata mama.


"Tapi dokter, bagai mana dengan darah di kepala nya tadi. Apa itu tidak masalah, dan apa tangan nya bisa kembali normal." kata Kumbang sangat cemas.


"Jangan cemas anak ganteng, darah yang ada di kepala nya itu di akibat kan ada goresan. Tapi, tangan nya butuh waktu untuk kembali sembuh seperti semula." kata mama.


"Oh iya Mia, kamu gak pulang nak. Nanti mama dan papa mu malah cemas mikirin kamu. Tante saran kan kamu pulang dulu ya, nanti kamu kesini lagi." kata mama.


"Baik tante, aku pulang dulu." kata Mia.


"Bunga, aku pulang duluan nya. Nanti aku akan izin sama mama untuk datang lagi kesini." kata Mia pada Bunga.


"Iya, kamu hati-hati di jalan ya Mia." kata Bunga.


"Tapi kamu pulang sama siapa Mia?" kata Kumbang.


Ini pertama kali nya Kumbang mencemas kan orang lain. Selain Bunga lah maksud nya, hari ini ia mencemas kan Mia pulang sama siapa.


"Mia, kok malah bengong sih. Kamu di tanya Kumbang lho nak." kata mama.


"Eh maaf tante, maaf Kumbang. Aku pulang sama taksi online aja, gak usah cemas ya." kata Mia.


"Kamu juga gak sebaik nya pulang nak, nanti gimana sama orang tua kamu yang akan nyariin kamu." kata mama pada Kumbang.

__ADS_1


"Gak papa kok ma, Kumbang udah bilang tadi. Mama gak perlu cemas sama Kumbang ya." kata Bunga cepat-cepat.


"Mbang, apa gak sebaik nya kamu pulang mandi dulu. Nanti kamu gantian sama aku, biar aku sama mama yang jagain Ilham ya. Lihat baju putih kamu udah sangat kotor, mana banyak noda darah nya lagi." kata Bunga.


"Gak papa kok Bunga, aku aja yang jagain Ilham. Kamu pulang aja lah, istirahat. Aku bisa minta bibik antar kan baju ku nanti." kata Kumbang.


"Gak usah gitu, aku pulang mandi. Dan sekalian ambil baju di rumah kamu gimana. Kamu kasih aja alamat rumah mu sama aku." kata Bunga.


"Iya nak, kami bisa ambil baju kamu di rumah. Jangan sungkan sama tante ya, kamu teman nya Bunga. Bearti bukan orang lain juga sama tante." kata mama.


"Benaran gak apa-apa tante, gak ngerepotin tante sama Bunga?" kata Kumbang.


"Gak kok nak, tante gak merasa kamu repot kan. Kamu bisa kasih alamat rumah mu sama Bunga. Kami akan mampir nanti, dan kami akan datang lagi kesini." kata mama.


Kumbang pun menulis alamat di ponsel Bunga. Kemudian, mama dan Bunga pun pergi dari rumah sakit. Meninggal kan Kumbang sendirian di sana, untuk menjaga Ilham yang masih belum sadar kan diri.


Saat dalam mobil, Bunga melihat alamat rumah yang di tulis Kumbang di ponsel nya.


"Di mana alamat nya Bunga, apa masih jauh dari sini." kata mama.


"Oh ya udah kalo gitu, kamu bilang aja sama mama di mana jalan nya." kata mama.


Bunga pun mengata kan pada mama di man jalan yang harus mereka lewati. Tapi tiba-tiba Bunga ingat sama satu hal yang terjadi di rumah sakit tadi.


"E ma, aku boleh minta sama mama gak satu hal." kata Bunga.


"Minta apa sih kamu Bunga, mau minta sama mama aja pakai izin dulu." kata mama.


"Kalo sama Kumbang, mama jangan bilang soal orang tua nya ya." kata Bunga.


"Lho kenapa emang nya." kata mama.

__ADS_1


"Orang tua dari Kumbang sudah pisah ma, Kumbang itu tinggal sendiri sekarang. Bukan tinggal sendiri sih, Kumbang hanya tinggal sama bibik yang bekerja sama orang tua nya." kata Bunga.


"Ah yang benar saja kamu Bunga. Pantasan wajah Kumbang berubah saat mama kata kan orang tua nya akan cemas." kata mama.


"Iya ma, jalan hidup Kumbang itu sangat menyedih kan. Dia bilang, kalo dia itu adalah anak terbuang yang tidak di harap kan orang tua nya." kata Bunga.


"Kasihan banget anak tampan itu, bagai mana bisa orang tua nya begitu kejam pada anak mereka sendiri." kata mama tak habis pikir.


"Itu lah yang terjadi ma, Kumbang itu sudah bertahun-tahun tidak bertemu sama mama dan papa nya. Bahkan di mana mama papa nya saja ia tidak tahu." kata Bunga.


"Terus, bagai mana dengan kebutuhan anak itu. Apa dia juga membiayai hidup nya sendiri." kata mama.


"Gak sih ma, orang tua nya masih tetap membiayai hidup Kumbang. Hanya saja, tidak pernah bertemu. Mereka akan tetap mengirim uang untuk kebutuhan Kumbang." kata Bunga.


Mereka asik dengan obrolan, sampai rumah yang ingin mereka tuju terlewat karna asik bicara.


"Ma... Ma.. Kayak nya ini kita udah lewat jalan yang ingin kita tuju deh." kata Bunga baru saja menyadari kalo mereka sudah lewat.


"Ah kamu ini, ngobrol gak lihat alamat nya. Kan harus putar lagi." kata mama.


"Gak jauh kok ma, gak usah ngambek. Dekat kok jalan nya, mama gak perlu putar balik. Hanya mundur kan saja mobil nya." kata Bunga.


"Apa kamu yakin itu rumah nya, mama lihat bukan deh kalo mama dengar cerita kamu tadi." kata mama tak percaya saat melihat rumah mewah yang mempunyai lahan yang sangat luas itu.


"Tapi di alamat nya benar kok ma, mana mungkin aku salah. Coba deh mama lihat alamat yang Kumbang beri kan." kata Bunga sambik menyodor kan ponsel nya pada mama.


"Iya, gak salah deh alamat nya." kata mama.


"Iya kan Bunga udah bilang ma. Ayo ah, nanti keburu senja lagi."


Bunga pun turun dari mobil, di ikuti mama berjalan di belakang anak nya. Mereka membunyin kan bek rumah mewah dan besar itu.

__ADS_1


Tak lama keluar lah seorang wanita paruh baya, ia memakai baju daster. Itu terlihat sama persis seperti pembantu.


"Maaf, ada perlu apa ya." kata wanita itu.


__ADS_2