Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Karna diri sendiri


__ADS_3

Mia dan Bunga di izin kan untuk keluar, kepala sekolah tidak memberi kan hukuman apa pun pada mereka. Karna alasan mereka yang sangat kuat. Hanya saja, mereka di beri peringatan kalau mereka tidak akan melaku kan hal yang sama. Jika hal itu terjadi lagi, maka mereka akan dapat surat panggilan orang tua yang akan sekolah beri kan.


Kumbang menunggu dengan perasaan cemas di ruangan kantor. Seketika wajah cemas nya hilang saat melihat Bunga dan Mia keluar dari ruangan kepala sekolah.


"Bagai mana Bunga, apa kalian dapat masalah karna aku." kata Kumbang dengan cemas nya.


"Gak kok, kami gak dapat masalah apa pun. Hanya saja, kepala sekolah ingin menjenguk Ilham nanti nya." kata Bunga.


"Oh, bagus deh kalo kalian baik-baik aja dan gak dapat masalah." kata Kumbang lega.


"Gak kok, ayo kita pergi kekelas. Aku ingin lihat tas ku yang gak sempat aku bawa pulang kemaren." kata Bunga.


"Apa kepala sekolah gak mau ketemu sama aku, gak mau bicara sama aku juga gitu." kata Kumbang.


"Gak kayak nya, kepala sekolah gak bilang mau ketemu sama kamu. Tapi tanya kan dulu sama buk Mira, apa kamu boleh pergi juga atau tidak." kata Bunga.

__ADS_1


Kumbang pun menghampiri buk Mira yang sedang duduk di meja milik nya. Kumbang menanya kan apa kah ia boleh pergi juga atqu tidak. Buk Mira pun bertanya kepada kepala sekolah, kemudian mengata kan kalau Kumbang juga boleh pergi.


Mereka pun meninggal kan kantor, berjalan bersama menuju kelas yang letak nya tak jauh dari kantor itu.


"Ayo cepat Bunga, aku cemas sama tas ku. Mana tahu, tas kita udah gaka ada lagi di kelas." kata Mia sambil mendahului Bunga.


"Gak papa, di tas kamu ada barang berharga gak. Kalau gak ada gak perlu cemas deh Mia." kata Bunga.


"Gak ada sih, hanya saja aku punya diary yang gak bisa di baca oleh siapa pun." kata Mia.


"Aku duluan aja deh, kalian kayak nya gak cemas banget sama barang kalian." kata Mia.


"Bunga, aku minta maaf sama apa yang terjadi sama kamu dan Mia. Aku tidak bermaksud bikin kalian ikut dalam masalah aku." kata Kumbang.


"Tidak masalah Mbang, ambil hikmah dari apa yang terjadi saja ya. Jangan pikir kan hal buruk dari kecelakaan ini. Tapi, fikir lah hal baik dari kecelakaan ini ya." kata Bunga.

__ADS_1


"Apa hal baik yang harus aku ambil dari kejadian ini Bunga. Aku rasa tidak ada hal baik yang terjadi, bahkan aku merasa sangat menyesal dan bersalah pada kalian semua. Terutama pada Ilham yang sudah aku celakai." kata Kumbang.


"Kumbang, Ilham juga tidak menyalah kan kamu kan dalam kecelakaan ini. Hal baik yang harus kamu ambil adalah, kalian berdua sudah baikan bukan. Aku tahu, Ilham tidak mungkin menghianati kamu Kumbang." kata Bunga.


"Bagai mana kamu tahu apa yang terjadi pada aku dan Ilham. Apa Ilham sudah mencerita kan semua nya kepada mu Bunga." kata Kumbang.


"Aku yang bertanya pada Ilham, dan meminta Ilham mencerita kan apa yang terjadi di kehidupan mu. Jadi, jangan salah kan Ilham ya." kata Bunga.


"Lupa kan saja, aku juga tidak ingin ingat apa yang telah terjadi di masalalu. Aku benci masalalu ku yang suram." kata Kumbang.


"Jadi lah diri mu yang apa ada nya Kumbang. Jangan jadi diri orang lain, kamu anak yang baik dan pintar. Kamu punya masa depan yang bagus dan masih panjang lagi. Kamu harus menata nya dengan baik ya." kata Bunga.


"Selagi kamu mau menjadi teman ku, selagi kamu peduli pada aku. Maka selagi itu juga aku akan merubah sifat ku menjadi lebih baik lagi." kata Kumbang.


"Jangan berubah karna aku, atau karna orang lain. Tapi berubah lah karna diri mu sendiri, jika kamu berubah karna orang lain, maka kamu juga akan kembali pada awal sifat kamu saat oranf itu tidak ada di sisi mu." kata Bunga.

__ADS_1


Kumbang diam dengan apa yang Bungan kata kan. Ia berusaha mencerna apa yang masuk kedalam fikiran nya. Ia berusaha mencerna apa yang Bunga kata kan.


Bel masuk pun berbunyi, menanda kan semua nya harus meninggal kan apa yang menjadi kebiasaan mereka masing-masing. Termasuk Bunga dan Kumbang yang awal nya berhenti di tembok depan kelas mereka.


__ADS_2