
Saat Kumbang mendengar kan suara Bunga, dan apa yang kepala sekolah kata kan. Hati nya sangat sakit, karna ia baru tahu kalau alasan Bunga adalah karna kepala sekolah yang meminta Bunga dekat dengan Kumbang.
Kumbang mengembali kan ponsel pada Maya, dan bangun dari duduk nya. Hati nya sangat marah sekarang. Ia tak menyangka kalau Bunga ternyata tidak setulus yang ia kira. Bunga punya niat yang terselubung di balik kebaikan nya.
Kumbang mencari keberadaan Bunga, ia tahu kalau Bunga pasti sedang latihan bersama Roy di ruang khusus.
Benar saja, Bunga memang sedang serus latihan bersama Roy. Ia pun langsung menghampiri Bunga.
"Bunga, ikut aku sebentar. Aku ingin bicara pada mu." kata Kumbang sambil menarik tangan Bunga.
"Ada apa sih Kumbang, kamu kok kasar sekali pada ku." kata Bunga saat mereka sudah ada di luar.
"Bunga, kata kan pada ku apa alasan kamu dekat sama aku." kata Kumbang.
Bunga kaget, Kumbang tiba-tiba saja menanya kan hal itu. Padahal kan mereka sudah lama dekat. Bunga bingung mau menjawab apa pada Kumbang.
"Jawab Bunga, apa alasan kamu dekat sama aku." kata Kumbang lagi.
"Aku tidak punya alasan dekat sama kamu, aku hanya melaku kan apa yang hati ku ingin kan." kata Bunga.
__ADS_1
"Bohong kamu Bunga, kamu melaku kan hal itu karna kepala sekolah yang meminta kan." kata Kumbang.
"Dari mana kamu tahu hal itu, apa kah kepala sekolah yang menagat kan nya langsung." kata Bunga.
"Tidak penting dari mana aku tahu Bunga, yang paling penting, aku sangat kecewa sama kamu. Aku gak nyangka, kalau kamu sama aja sama yang lain. Aku pikir kamu tulus mau bantuin aku. Harus nya aku tahu dari awal niat kamu, kamu hanya menjalan kan apa yang kepala sekolah minta." kata Kumbang panjang lebar.
Kumbang memang terlihat kecewa sekali saat itu. Ia tidak bisa menahan amarah nya. Karna ia merasa sudah di permain kan sama orang yang ia cintai.
"Aku harus nya tahu, tidak mungkin gadis seperti kamu yang cuek pada ku. Tapi tiba-tiba berubah menjadi ramah dan baik pada ku. Apa lagi mau membantu aku belajar lagi." kata Kumbang lagi.
"Iya, awal nya aku melaku kan itu karna kepala sekolah yang minta. Tapi lama-lama, aku melaku kan itu karna hati aku sendiri yang minta." kata Bunga.
"Cukup aku tidak ingin jadi mainan kamu lagi. Kamu sama aja kayak yang lain. Aku benci sama kalian yang munafik. Mulai saat ini, kita putus. Dan tidak ada lagi hubungan antara kita." kata Kumbang.
Bunga sangat kaget sama apa yang Kumbang kata kan. Ia tak menyangka kalau Kumbang akan mengatakan kata putus pada nya.
"Kumbang, kamu salah sangka sama aku. Aku tidak munafik yang seperti kamu fikir kan. Kamu hanya salah paham saja Kumbang." kata Bunga.
"Cukup Bunga cukup, aku tahu siapa aku. Aku anak terbuang yang tidak berhak mendapat kan kebahagiaan. Dan kamu tidak perlu kasihan lagi pada ku, aku sudah cukup dapat belas kasihan dari kamu." kata Kumbang sambil berjalan meninggal kan Bunga.
__ADS_1
"Kumbang tunggu, jangan egois dan tidak mau mendengar kan apa yang orang lain jelas. Kamu tidak bisa menghakimin aku seperti ini." kata Bunga sambil berterik.
Kumbang tidak memperduli kan lagi apa yang Bunga kata kan. Hal tersakit yang pernah Bunga rasa kan adalah di bilang munafik oleh Kumbang. Padahal ia melaku kan hal itu dengan sangat tulus, walau awal nya ia karna kepala sekolah yang minta. Namun, pada akhir nya. Ia melaku kan semua itu karna hati nya yang minta.
Bunga terduduk di depan ruangan khusus sambil menangis, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Kumbang memutus kan hubungan mereka secara sepihak saja. Tanpa butuh persetujuan dari Bunga lagi.
Karna Bunga lama keluar, dan belum juga kembali. Roy memutus kan untuk melihat Bunga. Saat ia keluar, ia kaget melihat Bunga yang terduduk di depan runangan sambil menangis.
Roy menghampiri Bunga, dan membantu nya berdiri. Ia tidak tahu kenapa gadis itu terlihat sangat sedih. Baru pertama kali ia melihat Bunga sesedih itu sejak ia kenal dengan Bunga.
"Ada apa sih Bunga, kenapa kamu bisa sesedih ini. Apa ada yang menyakiti hati mu tadi." kata Roy.
Bunga tidak menjawab, ia hanya berusaha menahan air mata nya saja. Namun tetap saja tidak bisa, air mata itu seakan tidak terbendung lagi.
Roy mengajak Bunga untuk duduk di kursi. Ia berusaha menenang kan Bunga yang masih saja menangis. Roy membuka tas nya, dan mengambil air mineral yang ada di dalam tas nya itu.
"Bunga, ayo minum dulu. Air ini belum aku minum kok." kata nya sambil memberi kan air mineral itu pada Bunga.
Bunga mengambil air itu, membuka tutup nya dan meminum air yang Roy berikan. Bunga nenyapu air mata nya masih ada di pipi nya. Ia terlihat sangat sedih, dan berusaha membuat hati nya tenang.
__ADS_1