Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Sama saja


__ADS_3

Bunga tersenyum sama apa yang teman nya kata kan. Ternyata, Mia masih sangat takut pada Kumbang. Padahal, sebenar nya kan. Kumbang bukan lah orang yang semenakut kan, seperti yang Mia bayang kan.


Kalau kita bersikap baik sama orang lain. Orang itu juga akan bersikap baik sama kita, iya kan.


"Kamu terlalu berlebihan menilai Kumbang Mia. Kumbang tidak semenakut kan yang kamu bayang kan kok." kata Bunga.


"Kamu bisa bicara seperti itu saat ini. Itu karna kamu spesial di mata Kumbang, dan Kumbang juga spesial di mata mu. Jadi nya kalian saling menghargai dan membela bukan." kata Mia.


"Tidak juga Mia, hanya saja aku agak tidak setuju sama yang kamu bayang kan itu." kata Bunga.


"Apa yang aku bayangkan sih, kamu tahu apa sama yang aku bayang kan. Yang benar saja Bunga, kamu juga jangan aneh-aneh dong sekarang." kata Mia tidak mengerti dengan teman nya yang malah membela Kumbang.


Sedang kan di dalam sana, Kumbang dan Ilham sedang bicara. Ilham meminta hanya bicara berdua, ia mau minta maaf pada Kumbang.


"Kumbang, aku senang kita bisa dekat seperti ini lagi." kata Ilham pada Kumbang, sedang kan Kumbang tidak menjawab nya.


"Aku harap kamu bisa memaaf kan aku Kumbang. Saat itu, kamu hanya salah faham saja pada aku dan Maya. Aku dan Maya tidak ada hubungan apa pun." kata Ilham menjelas kan.


"Sudah lah, kamu tidak perlu membahas masa lalu yang tidak ingin aku ingat itu. Lupa kan saja semua nya, angap saja tidak pernah terjadi." kata Kumbang.


"Aku hanya ingin kamu memaaf kan ku Kumbang, dan menjadi akn aku sebagai teman mu sama seperti yang dulu." kata Ilham sedih.


"Aku sudah memaaf kan mu, dan jangan ingat kan aku tentang masa lalu yang buruk itu. Aku tidak ingin mengingat nya lagi." kata Kumbang.

__ADS_1


"Benar kah kamu sudah memaaf kan aku. Aku sangat senang mendengar ini." kata Ilham sambil tersenyum dan tanpa sadar air mata bahagia nya jatuh dengan sendiri nya.


"Sudah lah Ham, kamu jangan jadi anak yang cengeng. Masa sudah sebesar ini masih cengeng juga. Kamu bukan anak kecil lagi lho. Dan juga, kamu kan anak cowok." kata Kumbang pada teman nya.


"Walau pun aku anak cowok, aku masih sama Mbang. Tidak ada yang berubah dari aku, aku juga ingin sekali melihat kamu jadi seperti yang dulu." kata Ilham.


"Sudah lah, jangan di bahas lagi hal itu. Kumbang yang dulu mungkin sudah mati, jadi jangan banyak berharap sama Kumbang yang dulu." kata Kumbang.


"Jangan begitu Kumbang, aku masih berharap kamu jadi anak kebanggaan sekolah. Jadi anak teladan yang sangat di sukai semua orang, bukan yang di takuti seperti saat ini." kata Ilham.


"Aku mau keluar dulu Ham, kamu istirahat saja lah. Aku akan ketoilet sebenatar, gak akan lama kok." kata Kumbang.


Ilham tidak bisa bicara apa-apa lagi, ia hanya menatap pungung yang berjalan keluar menjauhi nya. Kamu masih sama ternyata Kumbang. Saat kamu tidak punya cara untuk mengalih kan pembicaraan kita. Kamu akan menghindar dengan alasan yang macam-macam. Kata Ilham dalam hati sambil terus melihat punggung Kumbang yang semakin menjauh.


Kumbang membuka pintu, saat itu Bunga dan Mia sedang bicara tentang masalah mereka masing-masing. Ntah apa yang menjadi pokok dari pembicaraaan dua gadis itu, namun tidak bisa di cerna oleh Kumbang.


Kedua gadis itu menghenti kan pembicaraan mereka saat melihat Kumbang keluar dari kamar Ilham.


"Mau kemana Mbang, udah selesai bicara nya ya." kata Bunga.


"Udah kok, kalo kalian mau masuk kedalam silakan saja. Aku ada urusan sebentar, aku harus pergi." kata Kumbang sambil melangkah.


Mia bangun dari duduk nya, ia pun berjalan menuju kamar rawat Ilham. Sedang kan Bunga masih diam di sana, ia tahu ada yang tidak beres sama Kumbang.

__ADS_1


Mia yang melihat Bunga diam, langsung menghenti kan langkah nya. Ia melihat sahabat nya secara seksama.


"Bunga, kamu kok malah bengong aja. Ada apa sih, ada yang aneh sama Kumbang sampai kamu segitu nya melihat dia." kata Mia.


"Gak ada apa-apa, kamu masuk aja duluan. Aku ada urusan deh kayak nya, nanti aku nyusul kamu ya." kata Bunga.


"Ya elah, kok kelakuan kamu sama Kumbang jadi sama persis sih, jadi aneh." kata Mia.


"Serah kamu aja deh, aku mau pergi dulu." kata Bunga sambil melangkah pergi meninggal kan Mia yang tidak percaya sama apa yang ia lihat.


"Aneh deh kamu Bunga, sama persis noh sama Kumbang." kata Mia sambil melangkah mendekati Ilham yang terbaring.


"Ada apa sih, kok kamu bicara sendiri. Siapa yang aneh, san siapa juga yang sama persis." kata Ilham penasaran.


"Gak ada papa, hanya masalah Bunga saja."


"Gimana keadaan kamu, apa kamu udah baikan sekarang." kata Mia lagi.


"Aku udah baik-baik aja kok Mia, tidak ada yang perlu di cemas kan. Hanya tangan ku aja yang bermasalah sedikit." kata Ilham.


"Oh y, dimana Bunga?" kata Ilham lagi sambil melihat.


"Bunga ada urusa sebentar keluar, nanti juga kesini." kata Mia.

__ADS_1


__ADS_2