
Mobil pun melaju menuju rumah sakit. Di dalam mobil, Kumbang memeluk erat tubuh Bunga. Sedang kan buk Mira berada di samping Roy yang sedang nyetir mobil dengan cemas dan berusaha sampai secepat mungkin.
...
Sampai di rumah sakit, Kumbang buru-buru membawa Bunga masuk. Tanpa bicara apa pun lagi pada buk Mira dan Roy. Mereka hanya bisa mengikuti Kumbang dari belakang.
"Bunga...." kata mama kaget saat melihat anak nya yang sedang bersimbah darah itu.
Mama tidak bertanya apa yang terjadi, ia langsung membawa Bunga kedalam kamar rawat. Dan meminta Kumbang dan yang lain nya menunggu di luar. Sedang kan mama bersama suster nya merawat Bunga di dalam.
Tidak ada kata di antara mereka yang menunggu di luar. Mereka hanya bisa berdoa agar Bunga baik-baik saja. Kumbang sekali lagi merasa sangat bersalah pada Bunga.
...
Mama keluar dari kamar itu, terlihat wajah cemas mama sudah hilang saat keluar dari kamar itu. Kumbang dengan cepat menghampiri mama dan bertanya kondisi Bunga.
"Bagaimana keadaan Bunga tante, apa Bunga baik-baik saja." kata Kumbang.
"Jangan terlalu cemas, Bunga gak papa kok. Darah itu hanya bagian luar saja yang terluka. Bagian dalam tidak ada pengaruh sama sekali. Tapi efek nya tentu ada, efek sakit kepala akibat benturan itu akan lumayan juga." kata mama.
"Kumbang, jelas kan pada tante apa yang terjadi." kata mama lembut.
__ADS_1
"Maaf tante, semua nya salah aku. Aku tidak bisa menjaga Bunga dengan baik. Aku malah buat Bunga terluka." kata Kumbang sambil menunduk kan kepala nya.
"Kumbang, dokter ini terlihat akrab sama kamu. Apa kamu kenal sama dokter ini." kata Roy, ia tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.
Mama tersenyum, Kumbang diam saja. Ia tidak menjawab apa yang Roy tanya kan. Sedang kan buk Mira, ia juga terlihat penasaran, namun ia tahan kan rasa penasaran itu.
"Tante adalah mama dari Bunga, dan Kumbang jelas kenal dengan tante." kata mama yang menjawab.
"Apa? tante adalah mama nya Bunga." kata Roy kaget.
"Iya, tante mama nya Bunga." kata mama mengulang sekali lagi.
"Maaf kan kami bu dokter, karna kelalaian kami di sekolah mengakibat kan anak bu dokter terluka." kata bu Mira.
"Kumbang, kamu juga tidak salah. Kamu jangan takut sana tante, tante gak akan marah sama kamu kok." kata mama sambil melihat Kumbang yang hanya diam dan menunduk kan kepala dari tadi.
...
Bu Mira dan Roy kembali kesekolah, karna Bunga sudah ada mama nya yang menjaga. Sedang kan Kumbang, ia minta agar dia di izin kan untuk tetap tinggal di rumah sakit untuk menjaga Bunga. Bu Mira memberi izin pada nya, jadi nya mereka pulang berdua kesekolah.
Sampai di sekolah, ternyata murid-murid yang lain nya sudah masuk semua. Hanya tinggal Mia dan Ilham yang sedang berada di parkiran. Mereka cemas saat tahu sahabat mereka terluka. Namun, tidak bisa pergi karna mereka tidak ada kenderaan.
__ADS_1
"Roy, buk Mira, bagaimana keadaan Bunga. Apa dia baik-baik saja." kata Mia.
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan dengan Bunga. Ia hanya mengalami luka luar saja, tidak ada luka dalam yang bikin cemas." kata bu Mira.
Kedua nya melepas kan nafas lega, mereka baru saja mendengar kan kalau teman mereka baik-baik saja.
"Alhamdulillah." kata mereka berdua serentak.
"Sehati banget kayak nya kalain." kata Roy.
"Kalian berdua kok gak masuk." kata bu Mira pula.
"Ini kita juga mau masuk buk, hanya saja kita nungguin ibuk dan Roy pulang. Ingin tahu kabar nya Bunga." kata Ilham.
"Iya buk, kita cemas setelah mendengar kabar Bunga terluka." kata Mia.
"Ya sudah, masuk kedalam kelas kalian sekarang." kata buk Mira.
"Baik buk." kata ketiga anak itu bersamaa.
"Oh ya, Kumbang minta kamu bawa mobil nya pulang nati Ham. Kunci nya lihat di tas Kumbang. Karna dia juga lupa naruh kunci nya di mana." kata Roy.
__ADS_1
"Oh ya, baik lah." kata Ilham.
Mereka pun berjalan menuju kelas mereka masing-masing.