
Kumbang melihat Bunga, ia baru tahu kalau teman cantik yang paling dekat dengan nya ini suka nya adalah jus alpokat. Barang yang bikin ia alergi dan bikin ia sakit-sakitan saat minum jus itu.
"Beneran kamu paling suka sama jus alpokat Bunga." kata Kumbang ingin tahu.
"Ya, aku suka jus alpokat." kata Bungan pelan.
"Bunga itu anak yang banyak milih kalo makan, ia gak makan ikan air tawar dan pilih-pilih saat makan ikan laut." kata Mia.
"Mia, jangan bongkar apa yang aku suka dan gak suka." kata Bunga.
"Apa salah nya Bunga, orang kita semua ini teman kan." kata Mia.
"Ya udah, gak usah bongkar apa yang gak teman kita sukai. Ayo di minin jus nya, maaf juga ya, bibik malah bikin jus yang aku suka karna gak tahu apa yang kalian suka." kata Kumbang.
"Iya, gak papa. Bibik kan belum kenal sama kita, jadi mana bibik tahu apa yang kita suka atau tidak." kata Bunga.
"Apa ada yang mau aku bikin minuman yang lain. Kalo kalian gak suka, aku akan bikin yang lain aja." kata Kumbang.
"Gak papa, aku gak usah di bikin lagi." kata Bunga.
"Iya, aku juga gak perlu di bikinin lagi. Ini aja udah, kan udah bibik bikin." kata Mia.
"Kamu gimana Ham, mau aku bikin jus lagi atau mau minum yang lain." kata Kumbang pada Ilham.
"Kamu kan tahu aku Mbang, gak perlu repot-repot sama aku. Aku gak akan pilih-pilih makanan, kamu tahu kan aku tong nya." kata Ilham.
"Ya udah deh, ayo minum. Jangan sungkan di rumah ku, anggap rumah sendiri aja." kata Kumbang.
"Gak ah, mana bisa anggap rumah sendiri. Nanati kulkas kamu bisa kosong sama aku." kata Mia.
__ADS_1
"Iya, Mia kan juga sama tong. Apa aja masuk, gak akan milih dan gak akan nolak." kata Bunga.
Mereka pun saling bercanda dan saling ngobrol sambil sesekali di selingi dengan tawa lepas dan bebas.
Setelah beberapa saat lama nya, Mia dan Bunga pun pamit pulang. Karna hari sudah sangat sore dan hampir senja. Mereka pun pulang kerumah masing-masing.
***
Kumbang menunjuk kan kamar yang ia sedia kan untuk teman nya Ilham. Ia memberi kan Ilham kamar yang terletak tak jauh dari kamar nya. Kamar mereka terletak di lantai dua, letak nya bersebelahan.
"Ham, kamu bisa tinggal di sini sampai kapan pun. Sampai kamu udah tamat juga bisa, kamu gak usah tinggal di asrama lagi ya." kata Kumbang saar mereka berada dalam kamar yang ia sedia kan untuk Ilham.
"Kumbang, aku tidak bisa membuat kamu repot terus. Aku udah puas bikin kamu repot dari dulu." kata Ilham.
"Aku tidak merasa kamu repot kan kok Ham. Aku malah senang kamu tinggal serumah dengan ku." kata Kumbang.
Mereka pun saling berpelukan, melepas rasa yang selama ini sama-sama mereka pendam.
***
"Lho Ham, kamu kok udah datang kesekolah aja sih hari ini." kata Bunga saat pertama turun dari mobil.
Mereka sama-sama turun dari mobil, padahal tidak ada janjian saat berangkat. Mereka bersama-sama sampai di parkiran.
"Iya, aku gak mau tinggal di rumah sendirian. Dari pada sendirian, lebih baik aku datang kesekolah. Kan bisa juga ngobrol sama teman-teman." kata Ilham.
"Ya juga sih, tapi tangan mu itu lho Ham. Aku takut kenapa-napa lagi sama tangan kamu karna kamu bawa banyak aktifitas." kata Bunga.
"Biar kan saja, Ilham kan bukan anak kecil lagi. Ia juga tahu batas mana yang harus ia lakukan." kata Kumbang.
__ADS_1
"Itu, kamu dengarkan apa yang Kumbang kata kan. Ia mulai cemburu pada ku, karna kamu banyak bicara." kata Ilham.
"Apaan sih kamu Ham, ada-ada aja deh." kata Kumbang.
Saat itu mobil yang Maya dan Roy kendarai masuk kehalaman sekolah. Dan berhenti di tempat parkiran.
"Selamat pagi Bunga, udah pada datang aja ternyata." kata Roy ramah.
"Hai, selamat pagi." kata Maya juga ikut menyapa.
"Maya." kata Ilham kaget.
"Ilham, kamu sekolah di sini juga." kata Maya tak kalah kaget.
"Kamu udah saling kenal ya May, sama anak-anak sekolah sini." kata Roy pada Maya.
"Gak juga, aku hanya kenal sama beberapa saja." kata Maya.
"Ayo kekelas, sebentar lagi bel berbunyi." kata Kumbang sambil memegang tangan Bunga dan membawa pergi dari sana.
Ilham mengikuti langkah Kumbang yang membawa Bunga cepat-cepat pergi dari sana. Sedang kan Roy melihat apa yang baru saja terjadi, ia tidak mengerti dengan apa yang ia lihat barusan.
Sedang kan Maya terlihat sedih, Roy semakin tidak mengerti dengan beberapa orang yang ia temui pagi ini. Mereka semua terlihat aneh, termasuk Maya teman nya ini.
"Ada apa sih May, apa kalina punya masalalu ya." kata Roy.
"Tidak ada, aku hanya sedikit pusing karna belum sarapan saja." kata Maya.
"Jangan bohong pada ku, kamu terlihat sudah sangat kenal sama kedua cowok itu." kata Roy.
__ADS_1
"Sudah lah Roy, jangan bahas hal yang tidak penting. Apa lagi ini sangat pagi, aku tidak ingin bicara hal yang tidak penting." kata Maya sambil melangkah.