
Tak lama kemudian mama Mia juga datang. Ia masuk kedalam kamar bersama mama Bunga.
"Bagaimana keadaan mu nak?" kata mama Mia.
"Baik-baik aja tante, alhamdulillah aku udah gak papa kok." kata Bunga.
"Anak kuat emang banyak ujian nya, jangan cemas soal itu." kata mama Bunga.
"Ya ampun, kamu dari dulu sama aja ya. Selalu bilang gitu pada anak mu, kalau aku mungkin udah kayak orang gila deh, karna aku orang nya suka cemas." kata mama Mia.
"Alah, kamu kan emang suka berlebihan." kata mama Bunga.
Dua mama sibuk bicara, sedang kan anak mereka hanya jadi pendengar saja. Nama kan juga emak-emak, hobbi nya ngerumpi aja kalo ketemu.
Mama Mia meletak kan keranjang buahan yang sempat ia beli untum Bunga. Dan juga memberi kan kantong yang ia bawa dari rumah kepada mama Bunga..
"Nih, aku gak lupa bawa kan untuk kamu sekalian." kata mama Mia.
"Kamu memang yang terbaik, aku bahagia punya teman seperti kamu." kata mama Bunga.
"Kamu memang gitu, kalo dapat aja barang yang kamu suka. Bilang nya aku yang terbaik, kalo gak dapat aja barang yang kamu suka. Kamu pasti ngambek, dan ngambek nya gak akan selesai sebentar." kata mama Mia.
"Hush, jangan buka aib dong. Ini ada anak-anak, lagian bukan hanya anak kita aja yang ada di sini. Anak.... " kata-kata mama terhenti. Ia ingat apa yang Bunga kata kan. Kumbang tidak suka sama orang tua nya.
"Anak siapa?" tanya mama Mia penasaran.
__ADS_1
"Gak ada, ayo ngobrol di ruangan aku aja. Biar kan anak-anak di sini, aku gak mau kamy bongkar aib ku yang lain nya." kata mama Bunga.
Setelah pamit pada anak-anak, dua mama itu pun meninggal kan kamar rawat Bunga. Mereka pergi keruangan mama untuk bicara.
Sepeninggalan dua mama, ada tamu yang lain datang. Tamu itu tak lain adalah pak Fendi, guru BK yang membuat Bunga harus masuk rumah sakit.
"Permisi anak-anak, saya ganggu waktu kalian semua." kata pak Fendi.
Kumbang merasa masih marah sama pak Fendi, rasa nya ingin ia tonjok saja guru yang bikin Bunga sampai harus masuk rumah sakit itu. Tapi tidak, niat itu ia kurung dalam hati. Karna Bunga menahan tangan nya erat dan memandang mata Kumbang dalam.
"Gak ganggu kok pa, kami juga lagi santai." kata Mia.
"Bunga, bagaimana keadaan mu sekarang. Apa masih sakit lagi kepala kamu, kata bu Mira kamu hanya luka luar saja kan." kata pak Fendi.
"Iya pak, saya udah gak papa kok. Hanya luka luar saja, tidak ada luka dalam." kata Bunga.
"Gak papa pak, mungkin udah takdir saya. Gak usah di sesali lagi." kata Bunga.
"Sekali lagi, maaf kan bapak ya Bunga. Dan Kumbang, bapak juga minta maaf pada kamu. Tak seharus nya bapak bertengkar sama kamu. Seharus nya bapak lebih sabar dan tidak tepancing emosi." kata pak Fendi.
"Kumbang, lupa kan apa yang terjadi. Pak Fendi sedang minta maaf kepada mu. Kamu harus memaaf kan nya, seharus nya kamu yang minta maaf duluan sama pak Fendi. Karna beliau adalah guru kita." kata Bunga.
"Iya Kumbang, aku rasa kamu dan pak Fendi hanya sama-sama terbakar amarah saja." kata Ilham.
"Maaf kan bapak ya Kumbang, bapak tidak seharus nya berlaku seperti itu pada kamu." kata pak Fendi sambil mengulur kan tangan.
__ADS_1
Karna teman-teman nya mengata kan banyak hal. Dan karna kata-kata Bunga berusan, Kumbang bangun dari duduk nya dan menyambut salam dari pak Fendi. Bukan hanya salah, Kumbang dan pak Fendi juga berpelukan.
"Saya yang harus minta maaf pak, saya yang murid bapak. Saya tidak seharus nya melawan bapak. Karna bapak adalah guru saya." kata Kumbang.
"Bapak senang kamu bisa memaaf kan bapak. Bapak juga salah dalam hal ini Kumbang, karna bapak guru. Maka tak seharus nya bapak bikin masalah tambah panjang dan menimbuk kan korban lagi." kata pak Fendi.
Akhir nya, Kumbang bisa juga nelawan ego nya yang tinggi itu. Ia minta maaf pada guru nya. Dan guru nya juga minta maaf pada Kumbang. Setelah selesai acara maaf-maafan walau bukan hari raya. Pak Fendi pun pamit pada anak-anak itu untuk pulang.
"Aku salut sama kamu Mbang, kamu mengalah kan ego mu hari ini." kata Ilham.
"Diam kamu, aku gak ingin kamu komen apa yang baru saja terjadi ini." kata Kumbang.
"Alah, komen dikit pun gak boleh." kata Ilham cemberut.
"Gak boleh, kamu mending pulang. Terus ambik baju aku dan kamu juga ganti baju." kata Kumbang.
"Kamu gak pulang sekalian aja Kumbang." kata Bunga.
"Gak ah, aku disini aja. Aku akan temani kamu sampai kamu sembuh." kata Kumbang.
"Gak usah, aku kan ada mama yang jaga. Kamu pulang dan istirahat saja, kamu pasti sangat capek kan." kata Bunga.
"Aku gak capek Bunga, kalau itu buat kamu. Aku gak akan capek, aku akan tetap di sini walau pun kamu usir aku." kata Kumbang.
"Gayaan banget, kata nya gak tahu gombal dan bukan puitis." kata Ilham.
__ADS_1
"Diam kamu Ham, ganggu aja. Pulang sekarang, aku gak mau di ganggu lagi." kata Kumbang.
Mereka semua tersenyum dengan apa yang Kumbang kata kan. Saat ini, mereka telah melihat sisi lain Kumbang yang pemarah. Ia ternyata bisa sangat lembut pada orang yang ia cintai.