Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Di panggil


__ADS_3

Mama dan Ilham masih terus ngobrol masalah kehidupan Kumbang yang ternyata sangat mengkhawatir kan.


Sedang kan di sisi lain, tiga orang sahabat baru saja sampai di sekolah. Karna kesahalan mereka yang semalam, mereka di panggil sama guru untuk segera kekantor.


"Kalian berdua gak perlu ikut, biar aku aja yang masuk kedalam." kata Kumbang.


"Jangan Mbang, yang di panggil kan nama kita bertiga. Itu arti nya, kita bertiga harus masuk kedalam." kata Bunga.


"Bunga benar Kumbang, kita tidak bisa membiar kan kamu masuk kedalam sendirian. Kita akan hadapu bersama-sama, karna nama kita bertiga yang di panggil kan." kata Mia.


Akhir nya, mereka bertiga masuk kedalam kantor. Semua anak sekolah yang sudah hadir, melihat sambil berbisik-bisik pada teman-teman mereka.


Itu semua tidak di hirau kan oleh Mia dan Bunga. Mereka terus saja berjalan meninggal kan halaman sekolah dan bergegas menuju kantor sekolah.


"Bunga, Mia kalian di tunggu sama kepala sekolah di ruangan nya." kata bu Mira.


"Baik buk." kedua nya serentak menjawab.


Mia dan Bunga berjalan menuju ruang kepala sekolah. Kumbang pun mengikuti Bunga dari belakang, namun belum seberapa langkah berjalan, bu Mira mencegah nya.


"Tunggu Kumbang, kamu tidak perlu ikut sama kedua gadis itu. Kamu hanya perlu menunggu giliran mu di sini saja." kata bu Mira.


"Kenapa saya tidak boleh ikut, saya juga di panggil tadi kan." kata Kumbang melawan.

__ADS_1


"Ibuk hanya mengikuti apa yang kepala sekolah kata kan Kumbang, mohon kamu mematuhi nya juga." kata bu Mira.


"Saya tidak perlu ikut apa yang kepala sekolah kata kan." kata Kumbang tetap melangkah.


"Kumbang, sudah lah. Biar kan kami yang masuk duluan, nanti akan datang giliran kamu. Ikuti saja apa yang buk Mira kata ya." kata Bunga dengan lembut nya.


"Baik lah, kalau kalian mau nya begitu. Aku akan ikuti apa yang kamu kata kan." kata Kumbang mendengar kan apa yang Bunga kata kan.


Hal yang baru saja terjadi membuat bu Mira tidak percaya. Kumbang mau mendengar kab apa yang Bunga kata kan. Ini hal yang tidak bisa di cerna oleh bu Mira. Karna Kumbang tidak pernah mau mendengar kan kata siapa pun, termasuk kepala sekolah. Tapi aneh nya, hari ini Kumbang malah tunduk pada kata-kata Bunga.


Bu Mira menatap lekat kearah Kumbang yang tidak memperhati kan bu Mira. Kumbang malah terus memperhati kan Bunga yang berjalan kearah ruangan kepala sekolah.


Apa kah ini yang di nama kan, raja akan tunduk pada permaisuri nya. Kata bu Mira dalam hati.


***


Di ruangan kepala sekolah, Bunga dan Mia sudah di tunggu oleh kepala sekolah.


"Permisi pak." kata Bunga.


"Silakan duduk Bunga, Mia." kata kepala sekolah.


Kedua anak itu pun duduk di kursi yang berada di depan kepala sekolah.

__ADS_1


"Kalian tahu apa sebab bapak memanggil kalian untuk datang kesini." kata kepala sekolah.


"Tahu pak." kata Mia dengan takut-takut.


"Apa yang kamu tahu kan Mia." kata kepala sekolah pada Mia.


Makin takut saja rasa hati Mia setelah mendengar apa yang kepala sekolah kata kan. Sedang kan Bunga, ia santai saja. Tidak ada wajah takut sedikit pun di wajah Bunga saat berhadapan dengan kepala sekolah.


Prinsip yang Bunga miliki ia lah, Tidak perlu takut, jika kita tidak melaku kan kesalahan. Jika punya kesalahan, jangan meninggal kan nya. Bertangung jawab lah, berani berbuat maka berani bertangung jawab.


"Maaf pak, kami tahu bapak memanggil kami hanya karna kami pulang tanpa minta izin kemarin bukan." kata Bunga mantap tanpa ada sedikit pun gugup ia menjawab..


Yang di tanya Mia yang jawab Bunga, karna Mia hanya diam seribu bahasa saat kepala sekolah bertanya pada nya. Bunga tahu bahwa teman nya saat ini sedang gugup dan takut.


"Iya, kalian berarti sudah tahu apa salah kalian bukan. Dan untuk kamu Bunga, bapak kecewa sama kamu. Sejak kamu berteman sama Kumbang, sifat mau jadi seenak nya." kata kepala sekolah.


"Maaf pak, kami kemarin sedang dalam keadaan yang sangat mendesak. Saat ini, Ilham murid baru sedang di rawat di rumah sakit. Ilham sedang mengalami kecelakaan, kami tidak punya waktu untuk minta izin karna Ilham butuh pertolongan." kata Bunga menjelas kan. Tanpa memberitahu sebab dari kenapa Ilham bisa di lari kan kerumah sakit.


"Dan maaf sebelum nya pak, saya bersikap seperti ini tidak ada hubungan nya sama Kumbang. Kumbang tidak pernah membawa pengaruh buruk buat saja." kata Bunga lagi.


"Kalau bukan Kumbang memabawa pengaruh buruk pada kamu, tidak mungkin kamu bisa bersikap begitu lancang. Pulang tanpa minta izin dulu kan Bunga. Lagian anak itu kecelakaan pasti gara-gara ulah Kumbang yang bertengkar dengan nya." kata kepala sekolah lagi-lagi menyalah kan Kumbang.


"Maaf pak, saya bukan mau lancang dan menggurui bapak. Sebagai kepala sekolah, harus nya bapak selidiki dulu apa yang terjadi. Baru bapak memutus kan, apa yang harus bapak laku kan. Ilham kecelakaan murni bukan bertengkar sama Kumbang, melain kan kejatuhan dahan pohon di hutan belakang sekolah." kata Bunga menjelas kan.

__ADS_1


Kepala sekolah itu diam, apa yang Bunga kata kan memang ada benar nya. Ia tidak mencari tahu apa-apa lagi. Ia langsung mengata kan bahwa Kumbang telah mencederai anak baru.


__ADS_2