Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Jangan pergi ibu


__ADS_3

Setelah mendapat jawaban dari Surya, kini hati Srada sedikit lebih tenang. Kekhawatiran tentang masa depan Chaiya mulai hilang. Selama ini Srada selalu memikir kan bagaimana nasib Chaiya tanpa nya. Karna hanya Srada lah yang selama ini Chaiya miliki.


Sebenar nya ada yang di rahasiakan Srada dari Chaiya sejak lama, yaitu penyakit Srada. Kini Srada bisa tenang jika suatu hari nanti dia harus pergi meninggalkan Chaiya karna penyakit yang telah lama di idap nya. Srada merasa yakin kalau Surya mampu menjaga putri nya saat dia tiada kelak.


Tak terasa hari-hari tlah berlalu, cinta di antara Chaiya dan Surya pun semakin erat. Namun semakin hari tubuh Srada tidak lagi kuat menahan penyakit nya. Dan hari ini tiba-tiba tubuh tubuh Srada terkulai lemah. Srada pingsan dan tidak sadarkan diri tepat di hadapan Chaiya dan Surya.


"Bibi!!!" seketika Surya histeris melihat Srada yang tiba-tiba pingsan. "Ibu? ada apa dengan ibu?" Chaiya masih bingung mendengar Surya yang histeris tiba-tiba. Chaiya mengarah kan tangan nya ke arah suara Surya, dia mencoba meraba untuk mencari tau apa yang terjadi.

__ADS_1


Tangan chaiya berhasil menemukan tubuh Srada. Dan alangkah terkejut nya Chaiya mendapati tubuh Srada terkulai di lantai. Chaiya pun tak kalah histeris nya dari Surya "Ibuuu...!!!! apa yang terjadi pada ibu..!!!! Surya katakan ibuku kenapa?!!!". Chaiya tidak bisa mengendalikan diri nya. Surya berusaha menenangkan Chaiya, dan mereka membawa Srada ke rumah sakit di kota.


Jarak antara Srivan ke kota memang cukup jauh. Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke kota dengan mengendarai mobil. Sepanjang perjalanan Chaiya tak henti-hentinya menangis. Chaiya memeluk erat tubuh srada, Chaiya tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Chaiya tidak mengerti mengapa Srada jadi seperti ini. Yang dia tau selama ini Srada baik-baik saja, tidak pernah mengeluhkan apa pun. Bagaimana tidak...Srada sangat pandai men utupi rasa sakit nya. Srada tidak pernah menunjukan pada Chaiya saat rasa sakit mendera nya.


Tak henti-henti nya Chaiya menangis di pelukan Surya. Surya begitu sedih dengan apa yang terjadi. Srada sudah seperti ibu bagi Surya, setelah sekian lama kehilangan kedua orang tuanya. Namun Surya berusaha tegar demi Chaiya. Dengan sabar Surya memeluk dan menenangkan Chaiya.

__ADS_1


Setelah sekian lama Chaiya dan Surya menunggu, pintu ruang UGD akhir nya terbuka. Sang dokter mulai terlihat dan kini berada di depan pintu. Tanpa menunggu lama Surya menghampiri dokter itu. Dengan sangat cemas surya menanyakan bagaimana keadaan Srada.


Dokter itu memberikan kabar yang membuat Surya bagai tersambar petir. Kabar bahwa Srada tidak bisa di selamatkan, dan Srada telah pergi selamanya. "Tidaaaaak..!!! Bibi sradaaaaa..!!!!" seketika Surya histeris dan tak kuasa lagi menahan tangis nya.


Surya memeluk Chaiya yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. "Chaiya...sayang...bibi...tidak bisa di selamatkan..." ucap Surya sambil terisak. "Maaf kan aku Chaiya...bibi telah pergi meninggal kan kita...pergi selamanya.." imbuh Surya.


"Tidaaaak....!! Ibuuu..!! Jangan tinggal kan aku..!!" Chaiya sangat shyok dengan kepergian Srada. Dia tidak bisa menguasai diri nya. Surya memeluk Chaiya dengan erat, ini adalah pukulan untuk Chaiya dan Surya.

__ADS_1


__ADS_2