Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Aku mencintaimu


__ADS_3

Tiba-tiba Gara memandang Chaiya dan mencubit pipi nya "Hei! Siapa suruh termenung begitu?! Kau pikir aku tukang dongeng?!" ucap Gara ketus. "Aish...orang ini! sebentar sedih..sebentar galak. Dasar aneh!" ucap Chaiya sambil mengusap pipi nya yang sakit karna cubitan Gara. "Ayo pulang! Aku sudah bosan seharian bersamamu." ucap gara sambil berjalan menuju mobil. "Seharus nya aku yang bilang begitu, dasar kau vampir jeleeeek!" Chaiya meneriaki Gara karna emosi. Diam-diam Gara tersenyum karna tingkah Chaiya. "Kau memang menggemaskan, dasar gadis ceroboh." batin Gara sambil tersenyum.


💖💖💖


Tanpa sadar Gara mulai jatuh cinta pada Chaiya. Ya...seorang Gara yang berhati dingin, arogan dan menyebalkan telah jatuh cinta pada Chaiya si gadis cerobohnya. Rasa kesepian yang ia alami seolah menghilang saat ia bersama Chaiya. Di balik sikap nya yang menyebalkan pada Chaiya, ia mulai menyayangi Chaiya dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


Kini mereka berdua telah sampai di depan rumah Chaiya. Saat turun dari mobil, tiba-tiba Chaiya teringat akan sosok berbeda Gara yang ia lihat tadi saat di alun-alun. Terbesit di hati Chaiya untuk mengakhiri pertengkaran nya dengan Gara. Ada rasa iba di hati Chaiya untuk Gara. "Hei! Apa kau akan berdiri di situ semalaman? dan jadi patung es bedok pagi!" ucap Gara ketus. Ucapan Gara telah membuyarkan lamunan Chaiya, ia pun berbalik dan menghadap ke arah Gara. "Dengar tuan Gara, aku berpikir sebaik nya kita akhiri pertengkaran ini dan mulai berteman. Karna aku sudah lelah terus bertengkar dengan mu." ucap Chaiya. "Ya tuhan..! Apa telinga ku tidak salah dengar?" ucap Gara menggoda Chaiya. "Aku serius! Ayo bersikap normal seperti layak nya seorang teman." ucap Chaiya.


Gara tertawa geli mendengar ucapan Chaiya. "Aku sudah bersikap normal Chaiya, kau saja yang suka marah-marah tidak jelas pada ku." ucap Gara sambil tertawa. Ucapan Gara itu membuat Chaiya jadi merasa malu, karna selalu marah pada Gara. "Aku marah karna sikap mu sangat menyebalkan, bahkan sejak pertama kali kita bertemu." ucap Chaiya. "Habis bagaimana lagi? Kau lucu kalau sedang marah. Maaf kan aku ya.." ucap Gara sambil mencubit pipi Chaiya. Sudah merasa lega karna tidak akan ada pertengkaran lagi di antara mereka, Chaiya memutuskan untuk masuk ke rumah. Namun ia teringat, ia belum mengucapkan maaf atas sikap nya selama ini, ia juga belum mengucap kan terimakasih pada Gara.


Chaiya menghentikan langkah nya tiba-tiba dan berbalik ke arah Gara. Tanpa di duga ternyata Gara masih berdiri bersandar pada mobil nya sambil memandang Chaiya dari kejauhan. "Hei! Kau mau di situ semalaman dan menjadi patung es besok pagi?" Chaiya mengcopy ucapan Gara tadi. Dan ia berjalan menghampiri Gara "Aku mau bilang maaf, karna sudah bersikap kasar pada mu. Dan juga....terimakasih, untuk hari ini. Sudah! Aku mau masuk, jadi pergilah sebelum kau membeku!" ucap Chaiya. Ia kemudian pergi meninggalkan Gara dan masuk ke rumah.

__ADS_1


"Huahhhhh hari yang melelahkan." ucap Chaiya sambil meregang kan tubuhnya. Bagaimana tidak, hari ini begitu banyak kegiatan di universitas. Di tambah lagi ia juga harus berlatih untuk acara konsernya. Tanpa Chaiya sadari ada seseorang yang memperhatikanya dari jauh. "Tiin!Tiiin!!" suara klakson mobil itu mengagetkan Chaiya. Ia pun menoleh ke arah suara klakson itu berasal. "Tuan Gara? apa yang dia lakukan di sini?" batin Chaiya. Chaiya pun mendatangi Gara yang seperti biasa berdiri bersandar pada mobilnya, namun kali ini ada senyum di wajah nya.


"Tuan Gara? Ada apa?" tanya Chaiya penasaran. "Aku sedang tidak ada pekerjaan, jadi kupikir...lebih baik mengajakmu jalan-jalan" ucap Gara mencoba mencari alasan. Namun Chaiya malah menjukan ekspresi wajah menyelidik, dan itu membuat Gara ingin tertawa. Tapi bukan Gara namanya jika tidak suka memaksa. "Mau kemana lagi di musim dingin seperti ini?" ucap Chaiya. "Kita ke arium! Jangan salah tangkap, maksudku akuarium bawah laut. Aku yakin kau belum pernah ke sana." ucap Gara. "Laut pasti membeku saat musim dingin begini, apa yang mau di lihat." keluh Chaiya.


Tapi apa yang di pikirkan Chaiya ternyata keliru. The Blue Sea itulah nama tempat yang tuju Gara. Gara mengajak Chaiya masuk dengan santai nya padahal ia belum membeli tiket masuk. "Selamat sore tuan Gara." sapa ramah para penjaga dan karyawan di tempat itu. Gara pun membalas salam mereka dengan menganggukkan pelan kepalanya. Melihat hal itu Chaiya pun bingung "Tuan Gara, bagaimana kau bisa masuk tanpa harus membeli tiket? dan...kenapa mereka memberi salam padamu? apa mereka mengenalmu?" ucap Chaiya. Rentetan pertanyaan Chaiya membuat Gara menghentikan langkah nya dan berbalik mengadap Chaiya.

__ADS_1


"Kau ini memang suka sekali bertanya. Tentu saja aku bisa melakukan itu, karna tempat ini adalah milikku." jelas Gara. Chaiya terperanga mendengar penjelasan Gara "Jadi kau juga membeli lautan!" ucap Chaiya spontan. "Bukan lautan Chaiya, hanya tempat ini." ucap Gara sambil mencubit pipi Chaiya. Gara tersenyum karna gadis yang ia cintai sangat polos sekali. Mereka menyusuri akuarium raksasa yang berbentuk seperti lorong di bawah laut. Berbagai makhluk laut terlihat hilir mudik melintasi mereka. Sungguh pemandangan bawah laut yang sangat indah. Lelah berkeliling mereka kini duduk di sebuah bangku yang ada di sana. Chaiya begitu senang melihat ikan-ikan yang melintasi nya. Sesekali ia pun mengetuk kaca akuarium dengan telunjuk nya. Saat Chaiya sedang asik dengan kegiatannya tiba-tiba..."Aku mencintai mu Chaiya!" ucap Gara.


Sontak Chaiya pun menoleh ke arah Gara. Ia terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar. "Aku mencintai mu, gadis ceroboh ku.." Gara mengulang lagi ucapanya. Seketika mata Chaiya pun berkaca-kaca, hingga akhirnya air mata berhasil lolos dan membasahi pipi Chaiya. "Ada apa Chaiya? kenapa kau menangis?" ucap Gara. Gara tidak mengerti mengapa Chiaya menangis. Ia berpikir apakah ucapanya salah?


__ADS_2