Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Gelap nya dunia tanpa Suryaku(bagian 2)


__ADS_3

Usaha dokter Jhon untuk menenangkan Chaiya tidak berhasil. Chaiya bahkan mulai betbuat nekat dan menyakiti diri nya sendiri. Maka dengan terpaksa dokter Jhon memberikan obat penenang pada Chaiya. Chaiya pun tertidur karna efek dari obat penenang yang di berikan dokter Jhon. Tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Chaiya, dokter Jhon meminta asisten rumah tangganya datang setiap hari untuk menjaga dan menemani chaiya. Karna dokter Jhon juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama. Ia takut Chaiya akan berbuat nekat lagi saat ia bekerja. Keesokan pagi nya Chaiya pun terbangun dari tidur nya. Namun kali ini ia tidak lagi hiteris, Chaiya seperti kehilangan sukma nya. Kini ia tak ubah nya seperti mayat hidup, ia bernyawa namun seperti mati.


💖💖💖


Kini tak ada lagi bias cahaya di mata Chaiya. Pandangan mata nya kosong dan hampa, seperti tidak ada kehidupan lagi di dalam nya. Sudah satu jam sejak ia membuka matanya pagi ini. Namun belum juga ia beranjak dari ranjang nya. Tak ada sepatah kata pun terucap dari bibir Chaiya. Hanya air mata yang terus mengalir dari mata nya. Ya...hanya air mata yang bisa menggambar kan betapa hancur nya Chaiya saat ini. Bagaimana tidak, Chaiya harus mengalami kehilangan untuk kesekian kalinya. Ayah nya telah meninggal sejak ia kecil, ibu nya pun telah meninggal kan chaiya karna penyakit. Dan kini Surya, satu-satu nya orang yang di milikinya juga telah pergi untuk selama ny



Kini di saat impian Chaiya untuk melihat dunia terwujud, namun dunia terasa begitu gelap untuk nya. Semua nya hancur di depan mata nya. Tidak ada lagi harapan, tidak ada lagi impian. Hanya kosong yang di rasakan Chaiya. Ny Rosi, asisten rumah tangga dokter Jhon lah yang kini merawat dan menjaga Chaiya setiap hari saat dokter Jhon bekerja. Ny Rosi sangat prihatin dengan keadaan Chaiya saat ini. Dulu Ny Rosi pernah melihat senyuman indah Chaiya yang periang. Namun kini... jangankan sebuah senyuman, Chaiya seperti tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. "Nona Chaiya ayo buka mulut mu, bibi membuat kan bubur yang lezat untuk mu. Ayo makan lah nona..." ucap Ny Rosi yang berusaha membujuk Chaiya untuk makan. Namun usaha Ny Rosi sia-sia, jangankan menolak makanan yang di berikan Ny Rosi, Chaiya bahkan seolah tak mendengar suara apa pun. Ia hanya diam layak nya seperti patung. Kini tubuh Chaiya tak lagi seperti dulu. Kini tubuh nya sangat kurus dan lemah, cekungan pun mulai terlihat di wajah nya. Bagaimana tidak, sejak saat itu Chaiya tidak mau makan dan minum sedikit pun. Bahkan ia tidak beranjak dari ranjang nya sama sekali.


Kini Chaiya menjadi bisu, tuli dan buta. Dia tidak merespon apa pun yang ada di sekeliling nya. Dokter Jhon sangat khawatir dengan keadaan Chaiya. "Akan terjadi hal yang buruk pada Chaiya jika ia terus begini." batin dokter Jhon. Dokter Jhon pun medatangi Chaiya yang mematung di ranjang nya. Ia duduk di sebelah Chaiya dan menatap nya dengan iba. "Chaiya...sampai kapan kau akan terus seperti ini nak? sampai kapan kau siksa dirimu sendiri? Tuhan telah memberi mu karunia kehidupan, tapi kau menyia-nyiakan nya." ucap dokter Jhon berusaha menyadarkan Chaiya dari keadaan nya. Mendengar ucapan dokter Jhon, perlahan bola mata Chaiya pun akhir nya bergerak. Ia mulai menatap ke arah dokter Jhon perlahan-lahan. "Apa kau ingin Surya bersedih di sana karna melihat keadaan mu yang seperti ini?" imbuh dokter Jhon. Mata Chaiya mulai mengalir kan air mata nya, bibir nya yang membisu kini bergetar mendengar nama Surya di sebut oleh dokter Jhon. "Jika kau mencintai Surya, maka mulai lah hidup dengan baik, dengan begitu jiwa Surya akan damai di sana.." jelas dokter Jhon pada Chaiya. Chaiya pun mulai menangis dan menumpah kan air mata nya. "Kau tidak sendiri Chaiya...mulai sekarang aku adalah keluarga mu. Ku harap kau mau menerimaku sebagai ayah mu Chaiya." ucap dokter Jhon.

__ADS_1


Mendengar ucapan dokter Jhon, Chaiya pun terharu. Betapa baik nya dokter Jhon, yang selalu membantu Chaiya selama ini. Dan kini ia menjadi kan Chaiya yang sebatang kara menjadi putri nya. Chaiya pun memeluk dokter Jhon sambil menangis. Selama ini dokter Jhon memang sudah seperti ayah bagi Chaiya. Ia selalu memperlakukan Chaiya dengan baik, layak nya putri sendiri. Ucapan dokter Jhon mulai membangun kan Chaiya dari keterpuruk kan nya. Namun luka di hati Chaiya belum lah benar-benar sembuh. Ia berusaha bangkit demi Surya dan dokter Jhon yang kini telah menjadi ayah nya. Namun kesedihan itu masih ada dalam diri Chaiya. Ia masih sering menangis saat sedang sendiri. Dan saat dia mulai merindukan Surya, ia kan menuliskan semua isi hati nya pada sebuh buku. Buku diary lah yang selalu menjadi teman untuk mencurah kan kerinduan nya pada Surya. Kali ini Chaiya pun mulai menggores kan pena nya di buku diary kesayangan nya. Ia menuliskan isi hati nya untuk Surya.


********


*Untuk Surya ku tersayang...


Surya...jika kau melihat ku dari sana..


Lihat lah, aku sudah berusaha bangkit dan tersenyum untuk mu. Walau begitu, hati ku masih menangis karna mu...


Aku tidak pernah menyangka jika seperti ini akhir kisah kita. Aku harus kehilangan mu di saat seharus nya kita bahagia.

__ADS_1


Apakah kau tau Surya? kini mata ku dapat melihat dunia seperti yang ku impikan.


Namun dunia ku kini hancur dan gelap, tanpa kau ada di sisi ku. Karna sampai kapan pun, aku akan selalu mencintai mu.


Cinta ku padamu tak akan pernah berubah.


Kau dan kenanganmu akan selalu ada di hatiku..selamanya.


Tidak akan ada yang bisa menggantikan mu...


Selamanya...aku akan selalu mencintai mu*.

__ADS_1


*******


Diam-diam dokter Jhon memperhatikan Chaiya yang masih sering menangis saat sedang sendiri. Dokter Jhon berpikir bagaimana cara agar Chaiya bisa melupakan kenangan buruk nya dan melanjutkan hidup tanpa beban. Walau bagaimanapun Chaiya masih sangat muda, dan hidup nya masih sangat panjang. Kini usia Chaiya masih menginjak 20 tahun. Di mana saat gadis se usianya sedang mengejar cita-cita nya. Namun Chaiya harus mengalami kepahitan hidup. Terlintas di benak dokter Jhon untuk membawa Chaiya pergi dari Sukaya. Agar Chaiya dapat melupakan semua kenangan buruk nya. Dan menata hidup nya agar menjadi lebih baik. Dokter Jhon berencana akan membawa Chaiya pergi ke tempat yang dapat mengalih kan kesedihan nya. Dokter Jhon ingin membawa Chaiya pergi ke London.


__ADS_2