
"Kak Lacky akan bergabung dalam grup musik kita? yeeey!!" ujar Dita kegirangan. Saking girangnya sampai-sampai ia hampir membanting bas yang ada di tangannya. Sejak awal masuk universitas Dita memang sangat mengidolakan Lacky. Sebenarnya tak hanya Dita yang seperti itu, hampir semua gadis di universitas pun sangat tergila-gila dengan Lacky.
Hal itu wajar, dari segi penampilan Lacky memang terlihat sangat keren. Wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang atletis membuat mata para gadis seolah terhipnotis. Walau Lacky adalah kakak kandung dari Lisa, namun karakter mereka sangat jauh berbeda.
Dan hari ini adalah hari pertama latihan untuk Dita dan yang lainya. Dita begitu bersemangat karna akhirnya ia bisa melihat idolanya lebih dekat, bahkan latihan musik bersama. Ia bahkan datang lebih awal untuk latihan karna sudah tidak sabar. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya teman-teman datang juga, termasuk juga Lacky.
"Oh my Good... betapa beruntungnya mataku ini. Dia benar-benar Angel..." batin Dita dalam hati. Ia begitu hanyut dalam buaian lamunan hingga matanya tak berkedip memandang Lacky. "Ditaaa!!!!" suara cempreng Lisa akhirnya memaksa Dita untuk bangun dari lamunannya.
Kali ini Lisa benar-benar kesal pada Dita. Bagaimana tidak, sepanjang latihan Dita tidak fokus sama sekali. Ia terlalu terpukau oleh pesona Lacky, walaupun sebenarnya Lacky tidak pernah memandangnya sama sekali. Tapi Dita begitu mempermasalahkan hal itu, karna ia sadar bahwa ia tidak ada apa-apanya jika di banding dengan gadis-gadis cantik di universitas. Ia sudah cukup puas walau hanya sebatas memandang dan mengagumi.
Hari ini adalah hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh Dita dan semua personil D'n Jell. Ya, hari ini adalah hari pelaksanaan kompetisi musik tahunan yang di adakan di universitas RCoM. Mereka berlima begitu bersemangat dan percaya diri. Mereka begitu yakin dengan kemenangan mereka. Kelompok musik Dita dan kawan-kawan yaitu D'n Jell akan tampil pada nomer urut 20.
__ADS_1
Itu adalah kesempatan yang bagus untuk mempersiapkan diri dan mempelajari situasi dari peserta yang tampil lebih dulu. Namun sayangnya hal itu justru membuat Dita menjadi sangat gugup. Dan kebiasaan buruk Dita jika sedang gugup adalah sakit perut yang akan membuatnya menghabiskan waktu di kamar mandi.
Dan benar saja, kini Dita sudah mulai berkeringat dingin. Ia sudah mulai merasakan sakit perut. "Teman-teman maaf aku harus ke toilet sekarang, aku tidak tahaaaan!" ujar Dita sambil berlari menuju toilet. Chaiya dan Lisa benar-benar bingung, mengapa Dita tiba-tiba sakit perut. Kini peserta dengan nomer urut 19 sudah tampil di atas panggung, namun Dita belum juga kembali dari toilet. Chaiya sangat cemas dan mengkhawatirkan Dita.
Hingga akhirnya Lacky terpaksa menyusul Dita ke toilet. "Dasar menyebalkan! Bisa-bisanya dia berlama-lama di toilet di saat seperti ini." gerutu Lacky. Kini Lacky sudah berada di depan toilet, tapi masalahnya ia tidak mungkin masuk ke toilet wanita untuk menjemput Dita. Lalu terpikirkan oleh Lacky untuk menelpon ponsel Dita. "Semoga si bodoh itu tidak meninggalkan ponselnya." guman Lacky.
Lacky berhasil menelpon Dita dan berkata "Dita cepat keluar dari toilet sekarang!" bentak Lacky. "Ya-ya aku akan keluar. Kenapa kau marah-marah begitu? kau memang tidak mengerti penderitaanku!" ujar Dita lalu memutus sambungan telponya. Tak lama Dita pun keluar dari toilet dengan wajah cemberut. "Kau ini benar-benar merepotkan! Apa kau tidak tau kalau kita akan tampil?" hardik Lacky.
Usaha mereka tidak sia-sia, karna akhirnya D'n Jell berhasil. Walaupun dengan menyabet juara faforit, tapi itu berhasil membawa mereka untuk tampil dalam konser akbar yang sangat bergengsi di London. Dan untuk merayakan keberhasilan mereka kali ini, Lacky mentraktir semua personil D'n Jell untuk makan di sebuah caffe.
Dita dan Lisa sangat antusias hingga memesan begitu banyak makanan. "Ya ampun! Kalian seperti tiga hari belum makan saja, banyak sekali yang kalian pesan." kata Lacky. "Kau ini pelit sekali, kau bilang mau traktir, kenapa sekarang protes?!" ucap Dita kesal. Lacky hanya bisa bergidik melihat selera makan Dita dan Lisa. "Dasar rakus!" batin Lacky dalam hati.
__ADS_1
Karna terlalu banyak makan, Dita jadi ingin ke toilet lagi. Dan saat keluar dari toilet, tanpa sengaja Dita melihat Lacky dan Chaiya sedang duduk di taman area caffe. Dita pun jadi penasan "Apa yang sedang mereka bicarakan?" batin Dita. Diam-diam Dita mendengarkan pembicaraan mereka dari balik tiang besar yang ada di belakang Chaiya dan Lacky.
Dan betapa terkejutnya Dita saat mendengar Lacky mengungkapkan cintanya pada Chaiya. Dita sangat sedih saat mengetahui bahwa orang yang di sukai Lacky adalah Chaiya, sahabatnya. Namun Dita lebih terkejut lagi karna ternyata Chaiya menolak Lacky. Dari balik tiang Dita melihat Chaiya pergi meninggalkan Lacky duduk sendiri di bangku taman dengan perasaan sedih. Ingin rasanya ia mendekat pada Lacky dan menghiburnya, namun ia sanggup melakukanya. Karna ia sadar, bahwa ia tidak berarti di mata Lacky.
Sejak hari itu, Dita melihat hubungan Lacky dan Chaiya menjadi renggang. Chaiya selalu menghindari Lacky sehingga menyebabkan latihan untuk persiapan konser pun terhambat. Namun Dita tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah pribadi sahabatnya, maka ia hanya bisa berpura-pura tidak tau apa-apa.
Hari ini latihan berakhir lebih cepat karna Chaiya harus pergi. Maka teman-teman pun memutuskan untuk pulang karna personil tidak lengkap. Dan saat Dita akan meninggalkan studio, ia melihat Lacky duduk termenung seorang diri. Ia memberanikan diri untuk mendekati Lacky dan betkata "Jika kau mencintai Chaiya seharusnya kau mencintainya tanpa Syarat." Lacky pun sangat terkejut dengan apa yang di katakan Dita.
"Apa maksutmu? aku tidak mengerti." ucap Lacky. "Saat kau mencintainya, seharusnya kau tidak mensyaratkan dia untuk mencintaimu juga. Karna perasaan cintamu, adalah milikmu. Dan tidak akan berubah walau dia tidak mencintaimu." ujar Dita. Entah mengapa setelah mengatakan hal itu perasaan Dita menjadi sedikit lega. Karna semua yang ia katakan seolah mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini.
Lacky terdiam setelah mendengar ucapan Dita. "Hmm..sudahlah. Pria bodoh sepertimu tidak akan mengerti. Aku mau pulang!" ucap Dita. Namun saat Dita akan pergi tiba-tiba Lacky memegang tangan Dita dan menahanya untuk pergi. "Dita, tolong temani aku sebentar. Aku sangat butuh teman sekarang, kumohon..." ucap Lacky memelas.
__ADS_1