Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Pergi ke London


__ADS_3

Terlintas di benak dokter Jhon untuk membawa Chaiya pergi dari Sukaya. Agar Chaiya dapat melupakan semua kenangan buruk nya. Dan menata hidup nya agar menjadi lebih baik. Dokter Jhon berencana akan membawa Chaiya pergi ke tempat yang dapat mengalih kan kesedihan nya. Dokter Jhon ingin membawa Chaiya pergi ke London.


💖💖💖


"Mengapa ayah? mengapa kita harus pindah ke London?" tanya Chaiya pada dokter Jhon. Ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba ayah nya memutuskan untuk pergi dari kota Sukaya menuju London. Padahal karir ayah nya sangat bagus di kota ini. "Kita harus pergi ke London Chaiya. Ayah berpikir akan lebih baik jika kau menempuh pendidikan di sana. Ada banyak sekali Universitas terbaik di sana, dan kau bisa memilih Universitas mana yang kau inginkan." jelas dokter Jhon pada Chaiya. "Bukan kah Universitas di sini juga bagus ayah?" ucap Chaiya. "Benar nak...tapi Universitas ini hanya taraf nasoinal. Ayah ingin putri ayah menjadi sangat hebat, karna nya kau harus belajar di tempat yang hebat juga." ucap dokter Jhon berusa membujuk Chaiya agar bersedia pergi ke London. "Lagi pula lingkungan di London akan baik untuk pengalaman mu nak..." imbuh dokter Jhon. Chaiya tidak bisa menolak permintaan ayah nya. Karna ia tau bahwa dokter Jhon pasti menginginkan yang terbaik untuk nya.

__ADS_1


Dengan berat hati Chaiya menyetujui permintaan ayah nya. Ia harus rela meninggal kan tempat di mana terdapat kenangan nya bersama Surya. Semua keperluan untuk berangkat ke London sudah di siapkan oleh dokter Jhon. Mulai dari paspor dan tiket sudah di siapkan. Bahkan dokter Jhon juga sudah menyiap kan rumah untuk mereka tinggal di sana. Ya..sebenar nya rumah itu sudah di miliki dokter Jhon sejak lama. Karna dokter Jhon memang sering mengunjungi London. Dan lagi dokter Jhon memiliki kewarga negaraan Inggris. Karna Chaiya sudah di adopsi menjadi putri nya, maka ia berniat akan mengubah kewarganegaraan Chaiya juga. Untuk karir dokter Jhon sendiri ia tidak merasa khawatir sama sekali. Karna selama ini ia pun sudah terkenal di berbagai rumah sakit di London. Kolega nya pun tidak di ragukan lagi di sana. Dokter Jhon berharap dengan kepindahan mereka akan membuat Chaiya melupakan kesedihan nya, dan menata masa depan hidup nya.


Hari ini mereka akan berangkat menuju London. Kini mereka sudah berada di bandara kota Sukaya, dan bersiap untuk berangkat. Chaiya dan dokter Jhon sudah duduk di kursi pesawat sekarang. Chaiya menatap ke luar jendela pasawat, ia berpikir akan merekam kota Sukaya untuk terakhir kalinya. "Selamat tinggal Sukaya...selamat tinggal Surya ku tersayang. Aku akan berusaha melanjut kan hidupku, seperti yang kau mau Surya..." batin Chaiya sambil menatap kota Sukaya dari jendela pasawat yang kini mulai lepas landas. Dokter Jhon menggenggam tangan Chaiya untuk menguat kan putri nya itu. Sepanjang perjalanan Chaiya hanya menatap ke luar jendela dan sesekali melihat dan mengusap gelang pemberian Surya yang selalu ia kenakan. Kenangan indah bersama Surya terlintas di benak Chaiya saat ia melihat gelang itu. Dan yang sangat di sesal kan Chaiya adalah, ia tidak memiliki ingatan tentang wajah Surya. Karna Surya telah pergi sebelum Chaiya dapat melihat wajah nya.


__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kediaman dokter Jhon, Chaiya di buat takjub dengan suasana kota London. Tentu saja karna itu adalah pertama kali nya Chaiya pergi ke London. Sebuah tempat yang tidak pernah ia bayangkan sebelum nya. Dan ia pun tidak pernah menyangka jika ia bisa pergi ke London. Bahkan kini akan tinggal di sana dan menjadi warga negara Inggris. "Ternyata ada tempat yang lebih besar dan megah dari kota Sukaya..." guman Chaiya sambil terus memandangi pesona London dari dalam jendela taxi yang ia tumpangi. "Jadi...apa kau suka dengan kota London ini Chaiya?" ucap dokter Jhon menggoda Chaiya. "Tentu saja ayah...aku sangat menyukai nya!" jawab Chaiya oenuh antusias.


Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di kediaman dokter Jhon. Tentu saja, karna kediaman dokter Jhon tidak jauh dari pusat kota London. Rumah dokter Jhon berada di wilayah yang sangat strategis, dan memudah kan mereka untuk pergi ke mana pun. Rumah dokter Jhon berada di pemukiman yang terbilang cukup elit. Namun dokter Jhon lebih menyukai rumah dengan nuansa sederhana namun asri. Kini taxi telah mengantar mereka sampai di depan rumah. Supir taxi itu membantu dokter Jhon untuk menurunkan barang-barang dari bagasi. "Nah Chaiya...inilah rumah kita, apa kau suka nak?" ucap dokter Jhon. "Ya ayah...aku sangat menyukai rumah ini. Rumah yang indah, terima kasih ayah.." jawab Chaiya bahagia. Dokter Jhon memeluk putri nya itu dan berharap Chaiya akan betah tinggal di sana.


Rumah dokter Jhon

__ADS_1



Mereka pun memasuki rumah dan di sambut oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Mery. Ia adalah pelayan kepercayaan dokter Jhon. Mery adalah pelayan dokter Jhon yang berusia 50 tahun. Ia bertugas mengurus dan menjaga rumah itu sejak lama. Karna nya walau sudah lama tidak di tempati, dokter Jhon tidak khawatir. Karna Mery sangat baik dan telaten dalam mengurus rumah. "Selamat datang kembali tuan Jhon, selamat datang nona Chaiya." sapa ramah Mery pada kedua majikan nya. "Chaiya...ini bibi Mery. Nanti dia yang akan mengurus rumah dan menjaga mu saat ayah tidak di rumah." jelas dokter Jhon pada Chaiya. Mery pun membawa barang Chaiya dan mengantar nya ke kamar. "Nona ini kamar anda, jika anda membutuh kan sesuatu jangan sungkan untuk memanggil ku." jelas Mery. "Ya bibi Mery, terimakasih.." ucap Chaiya. Kini Chaiya merebahkan tubuh nya yang terasa letih karna perjalanan yang jauh. Ia tidak sabar menanti esok hari, ia tidak sabar menjelajahi keindahan kota London.


__ADS_2