
Rumah Dr Jhon cukup besar dan mewah. Ya...tentu saja, karna ia adalah seorang dokter spesialis yang sudah terkenal. Sehingga membuat nya berpenghasilan cukup besar. Selain itu ia sering menangani pasien di luar negri. Sebenar nya dokter Jhon memiliki seorang asisten rumah tangga, namun hanya datang tiga hari sekali untuk membersihkan rumah nya. Chaiya dengan senang hati ikut membantu membereskan rumah dr Jhon. Walau sudah di larang oleh dr Jhon, ia tetap melakukan nya. Chaiya pikir mungkin kegiatan nya akan sedikit menghibur nya sambil menunggu kedatangan Surya.
💖💖💖
__ADS_1
Sudah satu bulan Chaiya tingggal di rumah dr Jhon. Namun hingga saat ini Surya belum juga datang menjemput Chaiya. Ada begitu banyak pertanyaan dalam benak Chaiya. "Mengapa kau tidak juga datang Surya? apakah kau sudah lupa janji mu pada ku? atau apakah terjadi sesuatu padamu?" semua pertanyaan itu terus berputar putar dalam benak dan hati Chaiya. Chaiya tidak tau lagi apa yang harus di lakukan nya sekarang. Ia tidak tau bagaimana cara mencari Surya. Namun ia juga lelah terus menunggu Surya namun tak kunjung datang. Chaiya merasa tidak enak terus tinggal dan merepotkan dr Jhon. Namun tidak ada seorang pun yang ia kenal di kota Sukaya selain dr Jhon. Ia pun tidak faham tentang kota Sukaya. Rasa takut dan cemas membuat Chaiya terus gelisah. Ia pun teringat akan mimpi buruk nya saat itu. Seketika rasa takut pun mulai menyelimuti hatinya. Chaiya sangat takut kalau Surya benar-benar akan meninggal kan nya. Begitu kalut nya Chaiya saat itu hingga tanpa terasa dari mata nya mengalir air mata yang mengalir di pipi nya dan menggenangi mata indah nya.
Bukan hanya Chaiya yang merasa cemas karna Surya yang tak kunjung datang. Bahkan dr Jhon pun merasakan hal yang sama. Bukan karna ia telah lelah menampung Chaiya di rumah nya, namun karna ia tidak tega melihat Chaiya bersedih. DokterJhon sangat senang dengan kehadiran Chaiya di rumah nya. Chaiya membuat rumah dokter Jhon menjadi hidup, karna Chaiya memang gadis yang menyenangkan siapa pun yang mengenal nya. Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa keluarga dokter Jhon, rumah itu menjadi sangat hampa, tanpa keceriaan sedikit pun. Tidak diam begitu saja dokter Jhon berusaha untuk menghubungi nomor handphon Surya. Namun berulang kali ia mencoba tetap saja nomor Surya tidak bisa di hubungi. Dokter Jhon pun tidak tau lagi harus melakukan apa agar Surya segera datang. Bahkan ia pun tidak tau kemanakah Surya pergi saat itu, dan di mana kah ia sekarang.
__ADS_1
Walau masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, namun itu lah yang tersirat. Dokter Jhon berusaha memberi tau Chaiya tentang berita ini, walau sangat berat ia harus mengatakan nya. Dokter Jhon datang pada Chaiya dengan keadaan pucat dan sangat sedih. Chaiya pun bingung melihat dokter Jhon yang seperti itu, "Apakah kau sedang tidak sehat dokter? mengapa kau terlihat pucat begitu?" tanya Chaiya penasaran. "Chaiya....ada kabar...tentang Surya.." ucap dokter Jhon terbata karna tidak sanggup mengatakan kabar duka yang pasti akan membuat Chaiya terguncang. "Surya..! apa dia sudah datang? dia menemuimu dokter?" tanya Chaiya dengan polos nya. "Tidak Chaiya...Surya...telah meninggal kan kita...selamanya" jelas dokter Jhon dengan sangat berat. "Apa maksut mu dokter?!" Chaiya masih belum mengerti dengan ucapan dokter Jhon. Maka dokter Jhon menyerah kan sebuah koran agar Chaiya membaca sendiri berita kecelakaan Surya.
Dan benar saja, setelah membaca berita yang tertulis di koran Chaiya pun histeris. "Tidaaaaak!!! Suryaaaa!" Chaiya menjerit sejadi jadi nya, dan seketika Chaiya kehilangan kesadaran nya dan jatuh pingsan. Melihat itu dokter Jhon pun mengangkat tubuh Chaiya yang yang lemas tak tak berdaya itu ke kamar Chaiya. Dia memeriksa keadaan Chaiya dan bersyukur karna Chaiya baik-baik saja, namun keadaanya sangat terguncang. Bebarapa jam kemudian Chaiya pun terbangun dan..."Suryaaaa!" ia kembali histeris. "Mengapa...mengapa kau pergi Suryaaa!! Kau bilang kita akan menikah, tapi kini kau meninggal kan ku sendiri!!!!" Chaiya menangis sejadi jadi nya dan tidak bisa menguasai diri nya. "Kau bilang padaku akan menjaga ku selamanya...kau bohong!!" Chaiya berteriak dan manangis. Dan itu tentu membuat dokter Jhon menjadi prihatin. "Chaiya..sabarlah nak, jangan seperti ini.." pinta dokter Jhon berusaha menenangkan Chaiya. "Tidak dokter..aku tidak mau hidup lagi!! Semua yang ku sayang pergi meninggal kan ku! Lalu untuk apa aku hidup.." ucap Chaiya yang sudah tidak karuan.
__ADS_1
Usaha dokter Jhon untuk menenangkan Chaiya tidak berhasil. Chaiya bahkan mulai betbuat nekat dan menyakiti diri nya sendiri. Maka dengan terpaksa dokter Jhon memberikan obat penenang pada Chaiya. Chaiya pun tertidur karna efek dari obat penenang yang di berikan domter jhon. Tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Chaiya, dokter Jhon meminta asisten rumah tangganya datang setiap hari untuk menjaga dan menemani chaiya. Karna dokter Jhon juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama. Ia takut Chaiya akan berbuat nekat lagi saat ia bekerja. Keesokan pagi nya Chaiya pun terbangun dari tidur nya. Namun kali ini ia tidak lagi hiteris, Chaiya seperti kehilangan sukma nya. Kini ia tak ubah nya seperti mayat hidup, ia bernyawa namun seperti mati.