Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Cahaya di mataku


__ADS_3

Keesokan hari nya mereka akan pergi ke kota tua seperti yang sudah di rencanakan. Tak lupa mereka menyempat kan untuk sarapan sebelum pergi jalan-jalan.


💖💖💖


Traveling Surya dan Chaiya pun di mulai. Dari apartemen menuju kota tua memakan waktu sekitar 30 menit. Surya memarkir kan mobil nya di tempat parkir khusus yang telah di sediakan pihak pengelola wisata kota tua. Mereka mulai menyusuri jalanan kota tua yang di lapisi dengan bebatuan. Ya...pihak pengelola memang membuat tempat itu se klasik mungkin seperti keadaan asli nya pada zaman dulu. Sepanjang perjalanan Surya menggandeng tangan Chaiya dengan mesra. Sungguh pemandangan yang sangat romantis.


Surya menceritakan dan menjelaskan keadaan dan apa saja yang ada di kota tua. Chaiya terlihat senang mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh Surya. Surya juga mengarah kan tangan Chaiya pada benda-benda yang ada di sana, agar Chaiya dapat menyentuh dan meraba nya, lalu merekam dalam ingatan nya. Surya berharap momen-momen indah seperti ini tidak akan terlupakan oleh Chaiya. Dan menjadi kenangan-kenangan indah dalam memori Chaiya. Tak lupa Surya mengabadikan traveling mereka dengan ber swafoto. Dan yang unik di kota tua adalah, adanya penyedia jasa foto yang juga menyewakan kostum ala tempo dulu. Dan para wisatawan dapat berfoto dengan kostum tersebut, unik sekali.


Tapi tidak demikian dengan Chaiya, dia tidak ingin di foto seperti itu. Karna dia cukup malu untuk melakukan hal seperti itu. Akhir nya mereka hanya berfoto dengan kamera yang ada dalam ponsel pintar milik Surya. Setelah puas berjalan-jalan dan menikmati keunikan kota tua mereka pun merasa lapar. Perut mereka kini mulai meronta-ronta ingin segera di isi makanan. Mereka putus kan untuk mencari tempat makan, barulah kemudian kembali ke apartemen. Beruntung nya tidak sulit menemukan tempat makan di daerah kota tua. Karna di sana banyak sekali di buka tempat-tempat makan yang nyediakan makanan khas tempo dulu.

__ADS_1


Surya mengajak Chaiya ke salah satu kedai yang ada di sentra kuliner kota tua. Mereka duduk di salah satu meja yang sudah tersedia di sana. Penjual di kedai itu mendatangi mereka dan menyodorkan daftar menu nya. Surya mulai melihat-lihat deretan menu yang tertulis di sana. Mata Surya terhenti pada sebuah menu yang terlihat unik merut nya. Ya.. menu tersebut adalah makanan yang terbuat dari daging sapi yang di beri bumbu dengan rempah khas berwarna hitam, yang kemudian di campur kuah kaldu sapi. Dan makanan itu di beri nama RAWON SETAN. Surya tertawa geli setelah membaca menu makanan itu. Namun itu lah makanan yang di pesanya. Chaiya pun memesan makanan yang sama seperti yang Surya pesan.


Makanan pun datang dengan aroma yang sangat sedap di indra penciuman mereka. Tak lupa makanan pelengkap nya yaitu nasi putih dan telur bebek yang di asin kan. Makanan berkuah tersebut terasa nikmat di lidah Chaiya dan Surya. Ini adalah pengalaman pertama mereka memakan makanan tersebut. Surya juga memesan dua gelas minuman jeruk peras. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menghabiskan makanan yang ada di meja. Selain karna makananya yang lezat, juga karna perut mereka yang kelaparan. Sudah puas dengan kota tua dan kuliner nya Surya pun mengajak Chaiya kemabali ke apartemen. Sesampai nya di apartemen Chaiya langsung merebahkan diri di tempat tidur. Jalan-jalan hari ini cukup melahkan namun juga menyenangkan.


Surya tersenyum memandangi Chaiya yang terlihat sudah memejam kan mata nya. Ia lalu duduk di samping Chaiya dan mengecup kening nya dengan lembut. Di belai nya pucuk kepala Chaiya sambil berkata "Selamat ber istirahat Chaiya, aku mencintai mu sayang..." Surya kemudian beranjak dari tempat nya namun tiba-tiba, Chaiya menahan tangan Surya dengan masih memejamkan mata nya. "Terimakasih untuk kebahagiaan hari ini, aku mencintai mu...." ucap chaiya yang kemudian terdidur lagi dengan pulas nya. Tentu saja Surya semakin di buat gemas saja dengan kelakuan Chaiya.


Dr Jhon


__ADS_1


Surya pun mengkonsultasi kan perihal mata Chaiya dan menanyakan apakah ada kemungkinan bagi Chaiya untuk dapat melihat. Dr Jhon kemudian memeriksa mata Chaiya untuk melihat bagaima kondisi nya. Dr Jhon mengatakan bahwa kerusakan pada mata Chaiya tidak terlalu parah. Ada kemungkinan bagi Chaiya untuk dapat melihat. Surya sangat bahagia mendengar itu, begitu pula dengan Chaiya. Kemudian jadwal untuk operasi mata Chaiya pun di buat, dan itu adalah besok. Surya tak sabar menanti esok, namun Chaiya sangat gugup membayangkan esok.


Surya melunasi semua biaya yang di perlukan, mulai untuk persiapan sampai pemulihan pasca operasi. Dan tibalah saat bagi Chaiya untuk di operasi. Chaiya mulai di baringkan di ranjang rumah sakit lengkap dengan memakai pakaian khusus pasien. Chaiya terus menggenggam tangan Surya dengan erat, ia merasa sangat gugup dan sedikit takut. "Jangan takut sayang, aku akan selalu menemani mu. Aku ada di sini, dan selalu di sisi mu." ucap surya lembut untuk menenangkan Chaiya. Ia kemudian mengecup kening Chaiya dengan lembut.


Chaiya di bawa menuju ruang operasi. Surya melepaskan Chaiya dengan perasaan yang sangat cemas. Pandangan nya hanya tertuju pada pintu ruang operasi. Kaki Surya terasa lemas membayang kan bagaimana kedaan Chaiya di dalam sana. Ia pun terduduk di kursi yang terletak di depan ruang operasi. Tanpa terasa mata Surya pun meneteskan air mata. Tidak ada yang bisa di lakukan Surya selain berdoa dan berharap semoga Chaiya baik-baik saja di dalam sana, dan operasi berjalan dengan baik. Surya memejam kan mata nya mencoba untuk menenangkan diri nya. Namun setiap kali ia pejam kan mata nya, wajah Chaiya lah yang muncul dalam benak nya. Dan itu membuat Surya semakin gelisah.


Sekian lama Surya menunggu dengan resah, akhir nya pintu operasi pun terbuka. Seketika ia menuju tempat itu dan di dapati nya Chaiya tergolek lemah dengan mata di balut perban. " Jangan khawatir Surya, dia baik-baik saja dan operasi nya berhasil. Chaiya hanya tidak sadar untuk beberapa saat saja, dan itu dalah efek dari obat bius." jelas Dr Jhon. "Balutan perban pada mata Chaiya akan di buka setelah beberapa hari." imbuh Dr Jhon. Dan benar saja, setelah beberapa saat Chaiya pun terbangun. Ia kemudian duduk di ranjang yang di tempatinya. Chaiya duduk dengan bingung dan ketakutan. "Surya...Surya...kau di mana?" Chaiya memanggil surya dengan mengarah kan tangan nya ke segala arah.


Melihat itu seketika Surya yang sedari tadi berada di samping Chaiya memegang tangan Chaiya, kemudian memeluk nya agar ia merasa tenang. "Aku di sini sayang, selalu di sisi mu...dan akan selalu seperti itu selamanya." ucap surya lalu mencium kening Chaiya.

__ADS_1


__ADS_2