
Sudah seminggu sejak pertemuan Chaiya dan Surya yang kacau itu, kaki Chaiya yang cidera kini sudah sembuh. Namun entah mengapa Surya selalu ada dalam fikiran Chaiya. Chaiya berfikir mengapa pria itu sangat baik pada nya? padahal setelah semua yang Chaiya lakukan, dia masih mau menolong Chaiya.
Chaiya begitu larut dalam lamunya, hingga... "Kriiiing!!!" suara dering telfon yang akhir nya membuyar kan lamunan Chaiya. "Halo...siapa ini?" sapa Chaiya pada penelfon di seberang sana. "Aku...Surya." jawab dari penelfon di seberang sana yang tidak lain adalah Surya.
"Surya..? kenapa kau menelpon ku?" tanya Chaiya penasaran. "Maukah kau ke pekan raya bersama ku Chaiya?" jawab Surya tiba-tiba. "Apa?!" Chaiya tidak percaya dengan apa yang di dengar nya. "Kenapa tiba-tiba dia mengajak ku ke pekan raya?" batin Chaiya dalam hati.
"Um...aku melihat poster acara pekan raya di Srivan, dan aku belum pernah ke pekan raya... ku pikir .... aku pergi dengan mu saja." jelas Surya di seberang sana. "Bukankah kau orang yang paling mengenal Srivan, jadi aku tidak akan tersesat bila bersama mu...hehe." imbuh Surya yang berusaha meledek Chaiya.
"Ya...aku memang orang yang paling mengenal Srivan dengan sangat baik." jawab Chaiya. "Tapi...akan ku pikirkan dulu, apakah aku mau ikut dengan mu atau tidak!" Chaiya membalas ledekan Surya pada nya. Tapi perkataan Chaiya itu justru membuat Surya tertawa geli. Surya berhasil menggoda Chaiya dan membuat nya kesal.
__ADS_1
"Baik lah aku akan menjemput mu jam empat sore...bye." Surya lansung menutup sambungan telpon setelah mengatakan itu. Chaiya di buat kelabakan dengan kelakuan Surya. "Dasar menyebalkan!!!" dengus Chaiya kesal. "Seenak nya saja dia memaksa orang." gerutu Chaiya.
Akhir nya jam menunjukan pukul empat sore. Surya datang untuk menjemput Chaiya seperti yang ia janjikan. Surya meminta izin pada Srada karna mungkin nanti nya mereka akan pulang agak malam. Srada mempercayakan putri nya pada Surya, karna dia melihat bahwa Surya adalah pria baik. Chaiya dan Surya pun akhir nya pergi menuju pekan raya dengan mobil Surya.
Hanya dalam sepuluh menit mereka sudah sampai di pekan raya. Karna lokasi pekan raya tidak terlalu jauh dari rumah Chaiya. Riuh keramaian pekan raya menggema di telinga Chaiya. Surya begitu takjub dengan pekan raya di Srivan. Bagaimana tidak, pekan raya di Srivan selalu luar biasa. Lampu warna-warni yang berkelap kelip tersebar di seluruh penjuru pekan raya.
Yang paling Chaiya suka di pekan raya adalah area permainan. Ada banyak permainan khas pekan raya, salah satu nya adalah gondola. Di sana mereka menyebut nya dengan Keranjang cinta. "Surya, ayo kita naik keranjang cinta!" Ajak Chaiya dengat antusias. "Apa..?" Surya tidak paham dengan maksut Chaiya. "Itu...permainan yang seperti roda besar itu..." walau pun Chaiya buta dia tau bentuk gondola, karna Srada selalu menjelaskan banyak hal pada Chiaya.
Surya pun menuruti keinginan Chaiya, mereka naik gondola berdua. Chaiya terlihat sangat senang, dan entah mengapa senyuman tersirat di wajah Surya. Surya begitu bahagia melihat Chaiya tersenyum. Ada sesuatu yang terjadi pada nya, yang belum pernah di alami Surya sebelum nya.
__ADS_1
Jantung Surya berdegup dengan kencang. Mata nya tak bisa lepas dari wajah cantik Chaiya. "Apa yang terjadi padaku?" batin Surya dalam hati. "Apakah...ini yang orang sebut cinta...apakah...aku jatuh cinta pada Chaiya?" pertanyaan itu datang bertubi tubi di benak Surya.
Setelah naik gondola, Surya mengajak Chaiya ke sebuah stand yang menjual pernak pernik. Surya mengambil sebuah kerajinan gelang yang terbuat dari kayu. Lalu memasangkan nya di tangan Chaiya dan berkata "Hadiah cantik untuk gadis tercantik di Srivan."
Sontak itu membuat Chaiya tak bisa berkata kata.
Chaiya meraba gelang yang kini terpasang di pergelangan tangan nya. Hal itu membuat Chaiya tersipu dan wajah nya kini telah merona. Surya juga mengajak Chaiya ke area lampion. Surya membeli sebuah lampion, diam-diam surya menulis nama nya dan Chaiya pada lampion itu.
Chaiya dan Surya menerbangkan lampion itu bersama. Lampion mereka terbang membubung tinggi di langit, bersinar indah bersama bintang yang bercahaya. Itu adalah hal terindah untuk Surya, dan akan membekas selamanya dalam ingatan Surya.
__ADS_1