Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Namaku Crish


__ADS_3

Selama 4 tahun Surya terus mencari Chaiya, namun ia tetap tidak bisa menemukan Chaiya. Hidup Surya begitu hancur tanpa Chaiya di sisinya. Ia hanya bisa berdoa.."Ya Tuhan..tolong jagalah Chaiyaku, di manapun ia berada. Kirimlah seseorang untuk menjaganya, disaat aku tidak bisa menjaganya. Dan kumohon...segera pertemukan aku dengan Chaiya..."


💖💖💖


Flasback off


Kini mereka telah di pertemukan kembali, setelah sekian lama Surya berjuang untuk menemukan Chaiya. Acara konser Akbar berlangsung dengan meriah dan semakin meriah dengan penampilan D'n Jell. Dalam waktu singkat Chaiya dan teman-temannya menjadi perhatian para musisi elite di sana. Bahkan kini mereka sudah memiliki penggemar yang meminta tanda tangan mereka. Dita dan Lisa saat ini sedang sibuk dengan penggemar mereka yang ingin foto bersama. Begitu juga dengan Lacky dan Raka, mereka berdua telah di kerubuti gadi-gadis cantik yang ingin minta tanda tangan dan foto mereka.


"Penampilan perdana yang menakjubkan." guman Chaiya. Ia sangat puas dan bangga karna kerja kerasnya dan teman-teman membuahkan hasil. Entah mengapa kini Chaiya teringat akan Surya. Bahkan kesuksesan mereka hari ini adalah karna nada cinta Surya. "Andai kau bisa melihatku hari ini Surya, semua pencapaian ini adalah karnamu..." ucap Chaiya lirih.


"Chaiya! akhirnya aku menemukan mu.." ucap Surya yang kini berada di belakang Chaiya. Sontak Chaiya pun terkejut dan berbalik menuju orang yang memanggilnya. Surya menatap Chaiya dengan lekat, matanya yang berkaca-kaca hampir saja meloloskan butiran air mata. "Siapa kau? ada yang bisa ku bantu tuan?" ucap Chaiya. Ia bingung mengapa orang di hadapanya ini menatapnya seperti itu. Ucapan Chaiya terasa bagai petir di telinga Surya. Bagaimana tidak setelah sekian lama berpisah, kini akhirnya mereka bertemu, namun Chaiya tidak mengenalinya.

__ADS_1


Chaiya masih memandangnya dengan bingung, namun bibir surya seolah terkunci. Ia sangat hancur mendapati kenyataan bahwa orang yang ia cintai, tidak mengnalinya lagi. "Tuan? kau baik-baik saja?" ucap Chaiya. Surya mematung di hadapan Chaiya tanpa berkata-kata. "Ya...ak-aku..." ucap Surya terbata. Surya mencoba menenangkan dirinya dan menetralkan keadaan. "Aku...penggemarmu nona Chaiya." ucap Surya. "Benarkah? terimakasih! Apa yang bisa ku bantu untuk mu?" ucap Chaiya antusias. "Um..bolehkah aku minta tanda tangan mu, dan juga..nomer telphon mu?" ucap Surya.


"Tentu saja, tapi..di mana aku harus menulis nya?" ucap Chaiya, ia bingung karna pria itu tidak membawa buku atau selembar kertas pun. Surya mengulurkan tangannya dan meminta Chaiya untuk menulis tanda tangan dan nomer telphonnya di telapak tangan Surya. Chaiya sedikit aneh dengan itu, namun ia tetap menandatangani dan menulis nomer telphon di telapak tangan Surya. Setelah menandatangani telapak tangan Surya, Chaiya tersenyum menatap Surya. Sungguh pemandangan yang sangat miris bagi Surya.


Surya berterimakasih pada Chaiya karna bersedia memberi tanda tangan untuknya. Ia berpamitan untuk pergi, namun saat Surya berbalik dan mulai melangkahkan kaki nya..."Tunggu! Siapa namamu tuan?" ucap Chaiya. Langkah Surya terhenti dan ia pun berbalik kembali menghadap Chaiya. "Crish...namaku Crish" ucap Surya kemudian pergi meninggalkan Chaiya. Surya tidak mampu mengatakan siapa dirinya di depan Chaiya.


Sebenarnya nama Surya sejak lahir adalah Crishy Alexander. Ia adalah pemilik sebuah perusahaan raksasa bernama Alexander Group. Dan saat ia bertemu Chaiya dulu, sebenarnya ia sedang suvey mencari lokasi tempat baru untuk cabang perusahaanya. Namun karna melihat keluguan dan kepolosan Chaiya ia pun menyembunyikan identitas aslinya. Ia ingin Chaiya melihatnya hanya sebagai Surya yang mencintainya apa adanya, tanpa melihat statusnya sebagai seorang Alexander.



Namun ternyata keputusanya kini telah membuatnya dalam dilema. Ia tidak bisa mengatakan pada Chaiya bahwa ia adalah Surya. Karna semua orang di London mengenalnya sebagai tuan muda Crishy Alexander. Ia takut Chaiya tidak akan percaya padanya dan akan menjauhinya. Maka ia putuskan untuk mendekati Chaiya perlahan. Surya akan berusaha membuat Chaiya perlahan-lahan menyadari bahwa ia adalah Surya.

__ADS_1


Surya masuk ke dalam mobil nya dengan wajah sendu. "Ada apa Crish?" ucap Max asisten Surya. "Aku menemukanya Max...aku menemukan Chaiya ku di dalam sana." ucap Surya dengan berlinang air mata. "Lalu di mana dia sekarang? kenapa kau tidak bersamanya?" ucap Max bingung. "Dia dapat melihat wajahku sekarang, tapi...dia tidak bisa mengenaliku Max.. " ucap Surya terisak. "Kau tau Max...Chaiya ku sekarang sudah semakin dewasa, ia semakin cantik, dan semakin pandai bernyanyi..." ucap Surya sambil memandang gedung ballroom di mana Chaiya berada.


"Jadi...apa yang akan kau lakukan sekaran?" ucap Max. "Aku akan membuatnya mengingatku kembali, mengingat kembali Surya yang sangat mencintainya." ucap Surya. Surya terpaksa harus kembali ke mansionnya tanpa membawa Chaiya malam itu. Tidak ada yang bisa ia lakukan, selain menunggu saat yang tepat untuk bisa bertemu Chaiya lagi.


Sementara itu Chaiya kini telah terdidur lelap di rumahnya. Konser hari ini memang sangat spektakuler, dan tentu saja itu membuat Chaiya kehilangan banyak tenaga. Entah mengapa malam ini ada seseorang yang datang dalam mimpi Chaiya. Seorang pria yang sedang berdiri memunggungi Chaiya. Dalam mimpi Chaiya berkata "Siapa kau..? kenapa aku merasa seperti mengenalmu.." Pria dalam mimpi Chaiya itu berkata "Kau melupakanku sayang...? Aku telah kembali, aku datang untukmu..." "Tapi katakan kau siapa?" ucap Chaiya. "Aku adalah cintamu...Surya!"


Seketika Chaiya pun melonjak terduduk di ranjangnya. Suara pria dalam mimpi Chaiya begitu menggelegar sehingga mampu membangunkan tidur Chaiya. Nafas Chaiya tersengal-sengal dan keringat dingin bercucuran akibat mimpi itu. "Surya?" batin Chaiya. Ia tidak mengerti mengapa pria dalam mimpinya mengatakan bahwa ia adalah Surya. Tubuh Chaiya masih gemetar akibat mimpi yang ia alami. Mimpi itu terasa begitu nyata bagi Chaiya. "Mungkin aku terlalu merindukan Surya.." guman Chaiya.


Kicauan burung yang bersahut-sahutan telah menyadarkan Chaiya bahwa ternyata hari sudah pagi. Ia pun mengabaikan mimpinya dan bersiap untuk mandi. Chaiya bersiap untuk segera menuju ruang makan dan sarapan bersama ayahnya. Namun saat ia akan keluar kamar, ponselnya tiba-tiba berdering. Chaiya meraih ponsel yang ia letakan sembarangan di tempat tidur. Di lihat nya layar ponsel yang menunjukkan ada nomer asing sedang dalam panggilan masuk.


Chaiya mengira itu adalah Gara yang mencoba mengganggunya seperti biasa. "Halo!" ucap Chaiya. "Halo nona Chaiya, apa aku mengganggu?" ucap seorang di seberang sana. Chaiya terkejut ternyata penelpon itu bukan Gara. "Um..maafkan aku, tapi siapa ini?" ucap Chaiya sedikit malu karna sempat menjawab dengan kasar. "Aku Crish, penggemarmu." ucap Surya. "O...tuan Crish, ada apa tuan?" ucap Chaiya. "Begini nona Chaiya, temanku ingin mengundangmu dan kawan-kawanmu untuk acara pestanya, bisakah kita bertemu untuk membicarakan itu?" ucap Surya. Surya mulai mencari alasan agar bisa bertemu dengan Chaiya. "Baiklah. Kita bertemu siang ini di Hyde Park.

__ADS_1


__ADS_2