
"Ya Tuhan..kenapa aku harus bertemu pria vampir ini lagi?" batin Chaiya. Saat pertemuan pertama mereka dulu di perpustakaan, itu sudah cukup membuat Chaiya kesal. Dan sekarang Gara membuat Chaiya ketakutan karna sikap nya.
💖💖💖
"Kau harus harus bertanggung jawab karna sudah mengganggu waktu ku!" ucap Gara pada Chaiya. Mata Gara menatap Chaiya dengan sangat tajam, laksana pedang yang siap menikam Chaiya. "A-apa ya-yang haru ku lakukan?" tanya Chaiya terbata. Lidah seperti kelu, dan tulang di tubuh nya seperti melemas. Hampir saja ia pingsan karna ketakutan. Namun.."Chaiya..!" dokter Jhon memanggil Chaiya yang terlihat sedang berdiri di taman. Dokter Jhon tidak tau bahwa Chaiya bersama Gara di sana, karna tubuh Gara terhalang oleh sebuah pohon besar. Ia pun datang dan menghampiri Chaiya. "Chaiya, apa yang ka.." kata-kata dokter Jhon terhenti saat melihat Gara ada bersama putri nya. "Tuan Gara! Kau di sini? apa yang kalian lakukan di sini? kalian sudah saling kenal?" tanya dokter Jhon menyelidik.
__ADS_1
"Ayah ak.." belum selesai Chaiya berbicara namun Gara sudah memotong pembicaraan nya. "Ya dokter Jhon. Kami memang sudah saling kenal, sejak lama." ucap Gara sambil melirik ke arah Chaiya. Dan tentu itu membuat Chaiya bergidik. "Apa?! Siapa juga yang sudi mengenal nya! Dasar pria vampir!" batin Chaiya dalam hati. "Wah kebetulan sekali kalian bisa bertemu di sini." ucap dokter Jhon. "Ayah, kita harus segera pulang! A-aku lupa, hari ini ada jadwal latihan." ucap Chaiya. Ia berusaha mencari alasan agar bisa pergi dari hadapan Gara. Dokter Jhon bingung dengan sikap putrinya yang tiba-tiba aneh, namun ia menuruti permintaan Chaiya untuk pulang. Dokter Jhon pun berpamitan pada Gara namun saat ia dan Chaiya akan pergi tiba-tiba "Chaiya!" Gara memanggil Chaiya sambil menahan tangan Chaiya. Jantung Chaiya seperti mau copot, dan spontan saja mata Chaiya melotot pada Gara.
"Jangan lupa, kau ada janji makan malam dengan ku besok. Dokter Jhon tolong ingat kan dia jika dia lupa." ucap Gara dengan senyum manis di wajah nya, seolah-olah tidak terjadi apa pun di antara dia dan Chaiya. Gara pun pergi meninggal kan mereka setelah mengatakan hal itu. Dan Chaiya tidak bisa berbuat apa pun untuk menolak ajakan Gara. Sesampai nya di rumah, Chaiya langsung masuk kamar tanpa mengatakan apa pun. Dokter Jhon pun bingung dengan sikap Chaiya yang aneh sejak di pesta tadi. "Dasar pria vampir menyebalkan!" umpat Chaiya karna kesal. "Dia yang berbuat mesum sembarangan, dan sekarang aku yang di tuduh bersalah!" ucap Chaiya kesal. "Lihat saja, aku tidak akan mau pergi bersamanya!" batin Chaiya.
Pagi ini seperti biasa Chaiya berangkat ke universitas. Lisa hari ini datang menjemput nya, dan mereka pun berangkat bersama. "Chaiya, ada dengan mu? kau jadi aneh akhir-akhir ini." ucap Lisa. Ia mencemaskan sahabat nya yang tidak bersikap seperti biasa. "Apa maksut mu Lisa? aku baik-baik saja." ucap Chaiya. Chaiya tidak ingin sahabat nya itu menjadi khawatir. "Tapi kenapa kau seperti ingin menghindari sesuatu akhir-akhir ini?" tanya Lisa menyelidik. "Aku hanya sedang sibuk akhir-akhir ini. Ayah sering mengajak ku bertemu beberapa kolega nya akhir-akhir ini, karna itu aku tidak bisa latihan." ucap Chaiya mencoba mencari alasan. Dan kini mereka telah sampai di universitas. Mereka berdua pun langsung masuk ke ruang kelas. Hingga akhir nya kini jam pelajaran pun berakhir. Seperti biasa mereka akan pergi ke kantin saat jam istirahat tiba. Dita, Raka, Lisa dan Chaiya kini tengah berkumpul, mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan berdiskusu tentang persiapan konser.
__ADS_1
Chaiya bergegas untuk pulang, namun ia teringat akan janji yang di buat gara kemarin. Sehingga ia berniat akan memperlambat kepulangan nya, agar ia tidak harus pergi bersama Gara. Namun sayang nya, saat Chaya akan keluar dari universitas "Tiin! tiin!" suara klakson mobil mengalih kan perhatian nya. Dan ternyata sebuah mobil sport hitam, dengan seorang Gara berdiri bersandar pada mobil itu. "Tidak! Kenapa dia ada di sini?" batin Chaiya. "Hei! Kau mau terus di situ seharian? atau perlu ku jemput dan menggandeng mu?" ucap Gara. Dengan terpaksa Chaiya pun datang pada Gara walau dengan wajah cemberut. "Kenapa pasang wajah cemberut begitu? ingat! Ini adalah tanggung jawab mu karna sudah mengganggu waktu ku. Jadi sekarang kau harus memberikan waktu mu untuk ku!" ucap Gara.
Chaiya terpaksa menuruti Gara dan pergi dengan nya untuk makan malam. Gara mengajak Chaiya ke sebuah resto mewah yang sudah ia pesan sebelum nya. Ia memesan sebuah ruang VIP untuk dia dan Chaiya. Chaiya memilih untuk duduk tidak terlalu dekat dengan Gara. Namun sayang nya Gara lah mendekati nya. Chaiya sangat kesal dengan sikap Gara yang menyebal kan. "Kenapa kau mendekat begitu?! Menjauh lah dari ku!" ucap Chaiya kesal. "Wah..wah...jadi sekarang kau sudah berani membentak ku?" ucap Gara sambil memicing kan mata dan semakin mendekat kan wajah nya pada Chaiya. Nyali Chaiya pun ciut seketika, "Bukan begitu..tapi..aku risih jika kau..sedekat ini." uacp nya mencari alasan.
Sepanjang acara makan malam mereka, Chaiya hanya menunduk dengan wajah cemberut. Melihat tingkah Chaiya yang seperti itu membuat gara tersenyum dengan senyuman miring. "Dia sangat menggemaskan jika sedang seperti itu." batin Gara sambil tersenyum. Entah mengapa Gara sangat suka menggoda Chaiya. Karna Chaiya adalah gadis pertama yang bersikap seperti itu pada nya. "Ku dengar kau pandai bernyanyi hm..bagaimana jika lain kali kau bernyanyi untuk ku?" ucap Gara yang berusaha menggoda Chaiya. "Tidak mau!" ucap Chaiya spontan. Gara semakin menikmati kemarahan Chaiya. "Dengar! Aku bisa membayar penyanyi mana pun, bahkan termasuk dirimu." gertak Gara. "Dan aku, bukan orang yang bisa kau beli walau dengan apapun.! Aku tidak mau bernyanyi untuk mu, kau dengar itu!!!" ucap Chaiya dengan amarah yang meluap-luap.
__ADS_1
Chaiya benar-benar sangat kesal dengan ucapan Gara kali ini. Dalam hati Gara, ia tertawa geli melihat tingkah Chaiya yang sangat marah karna ia goda. Kemarahan Chaiya tidak membuat Gara menghentikan kejahilanya. Ia bahkan semakin bersemangat mengganggu Chaiya.