Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Bulan madu


__ADS_3

Surya memegang tangan Chaiya dan berkata "Setelah sekian lama kita berpisah, dan semua penderitaan juga air mata yang kita alami. Akhirnya, aku benar-benar memilikimu sayang." ucap Surya. "Berjanjilah kau tidak akan pergi meninggalkanku lagi." ucap Chaiya. "Aku janji, aku akan selalu menjaga dan mencintaimu untuk selamanya." ucap Surya yang kemudian memeluk Chaiya dengan erat.


💖💖💖


Sementara itu Dita dan Lacky yang juga hadir dalam acara pernikahan sahabatnya itu, kini terlihat semakin dekat. Mereka mulai berani menunjukan kemesraan mereka di depan umum. Sedangkan Lisa kini terlihat mulai bosan, karna hanya dia saja yang tidak punya pasangan. Lisa memutuskan untuk berkeliling dan melepaskan rasa bosanya. "Untung saja tempat ini sangat indah, jadi aku bisa melihat-lihat pemandangan di sini. Mereka berempat sudah melupakanku sekarang!" gerutu Lisa.



Lisa duduk duduk di tepi kolam sambil menghirup udara segar dan menikmati minuman di tangannya. "Permisi Monalisa." ucap Gara yang tiba-tiba berada di dekat Lisa. Lisa bingung siapa yang di panggil "Monalisa" oleh Gara. Lisa melihat di sekelilingnya namun di sana hanya ada dia dan Gara. "Kau bicara denganku?" ucap Lisa. "Tentu saja, siapa lagi yang ada di sini?" ucap Gara.


"Namaku Lisa, bukan Monalisa!" ucap Lisa kesal. "Baiklah..baiklah, nona Lisa kau menjatuhkan gelangmu, dan ini ku kembalikan padamu. Trimakasih kembali." ucap Gara santai. Lisa terkejut, ternyata ia seceroboh Chaiya yang suka menjatuhkan barang tanpa sadar. "Trimakasih." ucap Lisa dengan tersipu. "Apa yang kau lakukan di sini sendirian?" tanya Gara. "Apa lagi yang bisa ku lakukan? aku tidak mau mengganggu Chaiya, dan kakakku itu sekarang sedang sibuk dengan Dita." ucap Lisa.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita pergi bersama. Aku perlu seseorang untuk menggantikan Chaiya kan." ucap Gara. Namun Lisa tidak berkontar apa pun selain melirik Gara dengan ekspresi yang aneh. "Gadis ini kelakuanya seperti Chaiya saja." batin Gara sambil tersenyum. "Tuan Gara, sebagai sahabat Chaiya aku mengucapkan terimakasih padamu." ucap Lisa tiba-tiba. "Kenapa?" tanya Gara. "Karna kau sudah memberikan kebahagiaan pada Chaiya, dengan menyatukannya kembali dengan cintanya." ucap Lisa.


Acara pernikahan Chaiya dan Surya berlanhsung dengan sangat meriah. Ucapan doa dan selamat tercurah dari para sahabat dan teman-teman mereka. Setelah acara usai, Surya membawa Chaiya ke mansion miliknya. Mereka berencana untuk melakukan bulan madu dalam waktu dekat. Namun Surya belum bisa memutuskan kemana mereka akan berbulan madu.


"Kenapa harus bingung mencari tempat untuk bulan madu. Bukankah ada Srivan?" ucap Chaiya. "Srivan?" ucap Surya dengan ekpresi bingung. "Ya Surya, kita bulan madu ke Srivan saja. Semua kenangan dan impian kita dimulai di Srivan bukan, lagipula aku juga sangat merindukan Srivan dan juga ibu." ucap Chaiya. Surya kemudian memeluk dan membelai rambut Chaiya dan berkata "Baiklah sayang, kita akan ke Srivan lusa. Besok kita akan berpamitan pada dokter Jhon, okey?" Chaiya pun mengangguk antusias tanda ia setuju.


Mereka pun menghabiskan malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri. Rasa rindu karna terpisah selama beberapa tahun, akhirnya malam ini mereka luapkan. Kini mereka benar-benar saling memiliki seutuhnya. Malam panjang bagi Chaiya dan Surya, malam yang menjadi saksi bagi cinta mereka berdua.


Ia akan beranjak menuju kamar mandi, namun Surya menarik tangan Chaiya sehingga ia kembali terduduk di tempat tidur. "Morning sayang." ucap Surya sambil memeluk dan mencium kening Chaiya. "Selamat pagi suamiku sayang. Apa aku membangunkan mu?" ucap Chaiya. "Tidak sayang, sebenarnya aku sudah bangun dari tadi. Aku sengaja menunggumu bangun." ucap Surya. "Kau ini.." ucap Chaiya sambil mencubit perut Surya. Ia kemudian berlari menuju kamar mandi sambil menjulurkan lidah mengejek Surya.


"Istriku memang sangat menggemaskan." ucap Surya tersenyum. Setelah berpamitan pada dokter Jhon keesokan harinya mereka pun berangkat menuju Srivan. Sudah lama sekali sejak terakhir kali mereka meninggalkan Srivan. Kini akhirnya mereka menjejakan kaki kembali di tanah Srivan. Tidak ada yang berubah dari Srivan, suasana di sana masih sama seperti terakhir kali mereka tinggalkan.

__ADS_1


"Surya, aku ingin mengunjungi makam ibu. Kau mau mengantarku ke sana?" ucap Chaiya. "Tentu saja sayang, aku juga sangat merindukan bibi Srada." ucap Surya. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di makam Srada, ibu Chaiya. "Ibu, aku datang. Maafkan aku bu, sekian lamanya aku tidak bisa mengunjungimu. Kau tau bu, sekarang aku sudah bisa melihat. Dan sekarang aku sudah menjadi istri Surya. Apa ibu tau, selama ini Surya bohong pada ibu. Dia bukanlah repoter bu, tapi dia adalah Crishy Alexander pemilik Alexander Group." ucap Chaiya sambil memandang nisan ibunya.


"Maafkan aku bibi Srada. Tapi apapun dan siapapun aku, aku adalah Surya kalian. Surya yang begitu mencintai putrimu, dan akan melakukan apa pun untuk kebahagiaanya." ucap Surya sambil tersenyum pada Chaiya. Setelah puas melepaskan rindu di makam Srada, mereka pun pulang menuju rumah yang dulu di tinggali Chaiya dan ibunya.


Begitu banyak kenangan indah mereka di Srivan, hingga mereka enggan untuk meninggalkan Srivan kembali. Terpikirkan oleh Surya untuk membangun desa Srivan dan meningkatkan potensi yang ada di sana. Ia dan Chaiya mulai membangun desa Srivan dalam segala aspek. Surya memulai dengan mengembangkan potensi pariwisata alam dan perdagangan di desa Srivan.


Kemudian ia juga mulai membangun rumah sakit dengan fasilitas lengkap, sehingga masyarakat tidak perlu lagi pergi ke kota untuk melakukan pengobatan. Dokter Jhon pun ikut membantu dalam mengembangkan rumah sakit di Srivan. Chaiya juga meminta agar suaminya membangun universitas di Srivan. Sehingga semua anak di Srivan dapat menempuh pendidikan yang tinggi tanpa harus kesulitan biaya.


Dalam waktu yang singkat Chaiya dan Surya berhasil membangun desa Srivan dan membuatnya menjadi tempat yang luar biasa. Para investor dan kolega Surya mulai banyak yang menanamkan saham, karna Srivan kini menjadi tempat yang sangat menjanjikan.


Hari ini seorang gadis kecil berusia 4 tahun terlihat sedang asik mengejar kupu-kupu di bukit yang penuh bunga. "Renesme! jangan berlari nanti kau jatuh." ucap sang ibu. "Ibu, apakah ada tempat yang lebih indah dari Srivan?" tannya Renesme kecil. "Tentu saja ada sayang. Tapi Srivan adalah tempat di mana cinta dan impian ayah dan ibu mulai tumbuh." ucap sang ibu yang tidak lain adalah Chaiya. Ya, kini lima tahun sudah setelah pernikan Chaiya dan Surya. Seorang putri kecil telah hadir dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


"Hei! Jadi di sini dua bidadari ayah." ucap Surya. Hari-hari mereka lalui dengan sangat bahagia. Keluarga kecil mereka terasa semakin lengkap dengan kehadiran putri kecil yang mereka beri nama Renesme Shyra Alexander.


__ADS_2