Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Ekstra Part Monalisa


__ADS_3

Hari ini Lisa sedang bersiap untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya, yaitu Chaiya. Ya, hari ini Chaiya akan melangsungkan acara pernikahan dengan seorang CEO terkemuka di London bernama Gara. Sebenarnya Lisa sudah cukup mengenal calon suami dari sahabatnya itu, karna Chaiya selalu menceritakan semuanya pada Lisa.


"Aku heran, kenapa Chaiya mau menerima lamaran Gara? bahkan ia bersedia menikah denganya. Padahal sebelumnya Chaiya sangat membencinya kan, tapi awas saja kalau Gara sampai berani menyakiti sahabatku!" guman Lisa sambil berdandan di depan cermin. Biasanya Lisa jarang sekali mau berdandan, ia adalah tipe gadis yang sedikit tomboi. Tapi karna hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi sahabatnya, maka ia memutuskan untuk sedikit memakai makeup tipis dan natural.



Hari ini Lisa terlihat lebih cantik dari biasanya dengan balutan gaun berwarna pastel. "Lisaaaa! Ayo cepat, nanti kita terlambat!" teriak Lacky. "Iya..aku tau, kenapa kakak teriak-teriak begitu." ucap Lisa kesal. "Kau tidak sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin? kita juga harus menjemput Dita, jadi jangan buang-buang waktu." ucap Lacky.


Setelah menjemput Dita, mereka bertiga pun segera menuju gedung di mana Chaiya melakukan acara prosesi pernikahan. Chaiya meminta Lisa dan Dita untuk menemaninya di pelaminan sebagai perwakilan dari mempelai wanita, karna Chaiya tidak memiliki anggota keluarga perempuan. Dan bagi Chaiya, Lisa dan Dita sudah seperti keluarga.

__ADS_1


Suasana dalam acara pernikahan Chaiya terlihat sangat meriah, namun entah mengapa Lisa tidak melihat senyum di wajah Chaiya. Lisa berpikir mungkin Chaiya merasa tegang di hari pernikahannya, karnanya ia mencoba menggoda Chaiya agar sahabatnya itu bisa tersenyum.


Namun alangkah terkejutnya Lisa dengan semua adegan drama yang di buat Gara pada hari pernikahan sahabatnya itu. Lisa baru sadar, alasan mengapa ia tidak menemukan senyum di wajah Chaiya hari ini. Lisa tidak menyangka bahwa sahabatnya hampir membuat kesalahan dengan mengorbankan cintanya. Dan Lisa juga tidak menyangka jika Gara ternyata adalah pria yang sangat baik. Gara rela mengorbankan kebahagiaanya untuk sahabat dan orang yang dia cinta.


Lisa senang karna akirnya kini Chaiya benar-benar mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang dia cintai. Tapi masalahnya, kini Lisa jadi tersadar bahwa ia sendirian sekarang. "Sekarang apa yang harus ku lakukan? aku tidak mungkin mengganggu Chaiya. Dan kakakku yang menyebalkan itu sekarang sedang sibuk dengan Dita. Apa hanya aku yang tidak punya pasangan di sini?" keluh Lisa.


Lisa memutuskan untuk jalan-jalan berkeliling gedung demi menghilangkan kebosananya. "Untun saja tempat ini cukup indah." ucap Lisa sambil duduk di tepi kolam yang ada di sana. Pemandangan di sana memang cukup memanjakan mata, karna gedung di mana acara pernikahan itu berlangsung berada di pinggir pantai. Gedung dengan nuansa kerajaan timur tengah, dengan kolam-kolam cantik yang di lengkapi taman yang indah itu cukup menghibur hati Lisa.


"Tapi namaku Lisa, bukan Monalisa!" ucap Lisa kesal. "Baiklah-baiklah, nona Lisa yang cepat marah. Kau menjatuhkan gelangmu, dan ini ku kembalikan padamu. Terimakasi kembali." ucap Gara dengan senyum lebar di wajahnya. Lisa terkejut karna ternyata ia bisa seceroboh Chaiya yang suka menjatuhkan barang tanpa sadar. Ia jadi malu dan tidak enak hati karna sudah marah-marah pada Gara. "Terima kasih... dan maaf, aku sudah marah padamu." ucap Lisa tersipu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini seorang diri, Monalisa?" ucap Gara. "Sudah ku bilang namaku Lisa, kenapa kau selalu memanggilku Monalisa!" ujar Lisa kesal. "Aku tau namamu Lisa, tapi aku ingin memanggilmu berbeda. Kenapa kau jadi marah?" ucap Gara santai. "Ternyata Chaiya benar, dia memang menyebalkan." guman Lisa.



"Hei Monalisa, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan di sini sendiri?" ucap Gara. "Apa lagi yang bisa ku lakukan? mereka semua sudah sibuk dengan pasangan mereka sekarang." gerutu Lisa. "Bagaimana kalau kau menjadi pasanganku saja. Aku juga perlu pasangan untuk menggantikan Chaiya bukan." ucap Gara mencoba menggoda Lisa.


"Ya ampun, tak ku sangka mudah sekali hatimu berpindah." ucap Lisa dengan memicingkan mata. "Gadis ini benar-benar mengingatkanku pada Chaiya." batin Gara dalam hati. "Jadi, bagaimana dengan tawaranku?" ucap Gara. "Jangan konyol, dasar pria aneh! Tapi..aku juga ingin berterimakasih padamu untuk hal yang lain." ucap Lisa.


"Untuk hal apa?" tanya Gara penasaran. "Sebagai sahabat Chaiya, aku berterimakasih padamu karna kau sudah mengembalikan kebahagiaan sahabatku." ucap Lisa tulus. Gara hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Lisa yang semakin mengingatkanya pada Chaiya. "Monalisa..sepertinya aku jatuh cinta padamu." batin gara dalam hati.

__ADS_1


"Jika memang ingin berterimakasih, maka jadilah pasanganku Monalisa." ucap Gara dengan senyum penuh arti. "Apaa!!!" spontan Lisa pun melotot karna ulah Gara. Namun Gara hanya tertawa geli melihat tingkah Lisa. Dan tanpa Lisa sadari, ini adalah awal dari cerita kisah cinta Lisa. "Tunggulah Monalisa, kau akan jadi milikku." batin Gara.


Tamat.💖💖💖


__ADS_2