Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Bersamamu selamanya


__ADS_3

Chaiya kini tengah duduk di pelaminan mempelai wanita dengan didampingi oleh para wanita dari pihak mempelai wanita. Karna keluarga Chaiya hanya dokter Jhon, maka ia memilih Lisa dan Dita untuk mendampinginya di pelaminan. Kedua sahabat Chaiya itu terlihat sangat cantik dengan dandanan yang berbeda dari penampilan mereka biasanya. Sesekali mereka tampak menggoda Chaiya yang terlihat kehilangan senyuman di wajahnya. "Hei! Dimana senyum mepelai wanita kita ini?" ucap Lisa. "Jangan bilang kalau kau sudah membayangkan kegiatanmu nanti malam Chaiya." ucap Dita menggoda Chaiya. Chaiya pun mencubit kedua sahabatnya itu karna kesal.


💖💖💖


Sementara itu Gara dengan gagahnya duduk di kursi pelaminan mempelai pria. Berbeda dengan Chaiya, wajah Gara terlihat sangat tenang. Surya dan Max juga berada di sana sebagai pendamping yang mewakili keluarga untuk Gara, karna Gara tidak memiliki keluarga lagi selain Surya. Sesekali Gara menoleh kepada sahabatnya dengan senyumnya untuk berbagi kehagiaan yang ia rasakan.


Dengan sekuat tenaga Surya berusaha menyimpan dan menahan air matanya, dan merelakan cintanya untuk di miliki sahabatnya itu. Melihat keadaan Surya, Max hampir saja tidak bisa menahan diri untuk mengatakan yang sebenarnya pada Gara. Namun Surya menahan Max agar tidak melakukan hal itu. Maka tidak ada yang bisa dilakukan Max selain menahan perih melihat Surya yang sangat terluka.


Dan akhirnya, acara sakral yang tunggu-tunggu telah tiba. Sang pemuka agama kini mulai memimpin jalanya prosesi pengikatan janji suci antara Chaiya dan Gara. Janji suci yang akan mengikat dua insan untuk saling memiliki satu sama lain. "Tuan Gara Vanhouten, apakah kau bersedia menerima dan menikahi nona Chaiya Shyra Wu sebagai istrimu?" tanya sang pemuka agama kepada Gara.


Sesuasana seketika hening setelah sang pemuka agama mengucapkan pertanyaan itu. Semua yang hadir dalam acara pernikahan itu nampak tegang dan tidak sabar menunggu jawaban dari Gara, tak terkecuali Chaiya. Namun Gara hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Pandangan tajam Gara hanya tertuju pada tirai di mana Chaiya ada di baliknya.

__ADS_1


Keheningan itu mulai membuat semua orang yang hadir menjadi cemas, begitu pula dengan Surya. Surya kemudian menepuk pundak Gara untuk memastikan bahwa sahabatnya baik-baik saja. Gara kemudian menoleh kepada Surya dengan tatapan yang tajam. Surya bingung dan tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Gara. "Ada apa denganmu Gara?" ucap Surya yang mulai cemas.


Namun Gara malah tersenyum penuh arti sambil terus menatap Surya. Surya semakin tidak mengerti dengan tingkah Gara, "Kenapa dia tersenyum seperti itu, ada apa dengannya?" batin Surya. Tiba-tiba Gara berdiri dan beranjak dari pelaminan dan berkata "Tidak!" Sontak ucapan Gara membuat semua orang menjadi kaget dan bingung. Seketika suasana pun menjadi riuh dengan berbagai pertanyaan dari semua orang.


"Ada apa ini? kenapa mempelai pria menolak pernikahan ini?" ucap salah satu tamu undangan yang hadir. Chaiya dan kedua sahabatnya pun tidak mengerti kenapa Gara melakukan itu. "Aku, tidak bisa menikahi Chaiya dan menjadikanya istriku." ucap Gara tegas. Ucapan Gara tentu saja membuat bulir air mata menetes dari mata Chaiya. "Kenapa kau melakukan ini tuan Gara" batin Chaiya dalam hati.


"Apa yang kau lakukan Gara!" ucap Surya yang mulai kesal dan kehilangan kesabarannya. Surya begitu marah dengan apa yang dilakukan Gara pada Chaiya. Surya menarik kerah baju Gara dengan penuh amarah dan emosi. Bagaimana tidak, ia telah merelakan dan mengorbankan cintanya hanya untuk Gara. Tapi Gara malah berulah dan mengacaukan acara pernikan ini. "Kenapa kau melakukan ini pada Chaiya?!" bentak Surya.


Namun Gara hanya tersenyum menanggapi kemarahan Surya. Ia kemudian melepaskan cengkraman tangan Surya dengan santainya. "Aku tidak bisa menikahi seorang gadis, yang menjadi cinta dan hidup bagi sahabatku. Bagaimana bisa aku merenggut kehidupan dari sahabatku sendiri." ucap Gara. Surya dan Chaiya sangat terkejut mendengar ucapan Gara. Ternyata selama ini Gara sudah mengetahui kebenaran antara Surya dan Chaiya tanpa sepengetahuan mereka.


Saat Gara mengajak Chaiya menemui Surya di kantor nya saat itu, Surya sedang berbicara dengan dokter Jhon lewat telpon. Surya berusaha mengabarkan keadaanya pada dokter Jhon dan berterima kasih karna selama ini telah menjaga dan menyayangi Chaiya saat ia tidak ada. Namun saat dokter Jhon ingin mengatakan tentang rencana pernikahan Chaiya, Surya malah mematikan sambungan telponya karna kehadiran Gara.

__ADS_1


Di saat yang sama pula, Surya mengetahui bahwa Chaiya akan menikah dengan Gara dari mulut Gara sendiri. Seketika rencana Surya untuk mengejutkan Chaiya bahwa ia masih hidup pun gagal dan hancur. Dengan terpaksa ia harus mengubur semua rencananya untuk menikahi Chaiya secepatnya.


Sementara itu dokter Jhon berencana untuk mengatakan semuanya pada Gara. Ia tidak tega melihat Chaiya dan Surya berpisah untuk kedua kalinya. Ia sangat mengerti bagaimana menderitanya Chaiya selama ini kehilangan Surya, dan ia tidak ingin putrinya menjalani pernikahan karna terpaksa. Karnanya dokter Jhon mengatakan semuanya pada Gara sebelum terlambat.


Namun setelah mengetahui kebenaran Chaiya dan Surya, bukanya menghentikan rencana pernikahan Gara malah tetap menjalankan semua persiapan pernikahan itu. Diam-diam ia merencanakan sebuah kejutan untuk menyatukan Chaiya dan Surya. Ya, sejak awal semua persiapan pernikahan itu memang di lakukan Gara untuk Chaiya dan Surya.


Flashback off.


Gara memegang tangan Surya dan menariknya untuk duduk di pelaminan menggantikan dirinya. "Ini adalah tempatmu kawan, hanya kau yang berhak atas cinta Chaiya." ucap Gara. Surya memeluk Gara dan terharu dengan perbuatan sahabatnya itu. "Sudah...selesaikan acara pernikahan ini dan jadikan Chaiya istrimu. Sampai kapan kau akan memelukku seperti ini!" ucap Gara.


Semua orang di buat terharu oleh perbuatan Gara. Prosesi pernikan pun di ulang dengan Surya sebagai mempelai prianya. "Tuan Crishy Alexander, apakah kau menerima nona Chaiya Shyra Wu sebagai istrimu?" ucap sang pemuka agama. "Ya, saya menerima Chaiya Shyra Wu untuk manjadi istri dan pendampingku selamanya." ucap Surya mantap. "Di terima!" ucap sang pemuka agama pada para saksi.

__ADS_1


"Di terima!" ucap para saksi bersahutan hingga akhirnya sampai di telinga mempelai wanita. "Di terima! Selamat Chaiya." ucap Lisa dan Dita. Lisa dan Dita memeluk Chaiya penuh haru. Mereka bertiga tidak bisa menahan haru dan saling berpelukan dengan derai air mata. Tak lama tirai hijab yang memisahkan kedua mempelai pun di buka. Chaiya dan Surya pun bertemu di pelaminan. Pertemuan mereka bagaikan Adam dan Hawa, setelah sekian lama mereka berpisah.


Surya memegang tangan Chaiya dan berkata "Setelah sekian lama kita berpisah, dan semua penderitaan juga air mata yang kita alami. Akhirnya, aku benar-benar memilikimu sayang." ucap Surya. "Berjanjilah kau tidak akan pergi meninggalkanku lagi." ucap Chaiya. "Aku janji, aku akan selalu menjaga dan mencintaimu untuk selamanya." ucap Surya yang kemudian memeluk Chaiya dengan erat.


__ADS_2