Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Kehilanganmu sekali lagi


__ADS_3

"Tidak ayah, aku sendiri yang telah memutuskan untuk menikah dengan tuan Gara. Jadi, mana mungkin aku tidak bahagia. Aku hanya...merasa gugup saja ayah." ucap Chaiya. Chaiya berusaha meyakinkan ayahnya bahwa ia bahagia dengan keputusanya. Karna jauh dalam hati Chaiya, ia pun tidak tau apakah keputusanya ini benar atau salah.


💖💖💖


Hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Chaiya dan teman-temannya. Karna hari ini mereka akan di wisuda dan menerima ijazah sebagai hasil dari pencapaian belajar mereka selama ini. Selama belajar di RCoM mereka telah menorehkan banyak prestasi dan membuat bangga dengan pencapaian mereka dalam bermusik.


"Selamat nak, akhirnya putri ayah sudah lulus dari universitas dan membuat ayah bangga." ucap dokter Jhon. Ia tidak bisa menahan haru dan memeluk putri tersayangnya itu. Begitupula dengan Chaiya, ia bahkan tidak bisa menahan air matanya yang kini terus mengucur dari matanya. "Terimakasih ayah, karna ayah kini aku mendapatkan kebanggaan dan kebahagiaan dalam hidupku. Ayah telah merubah seorang gadis buta dan sebatang kara ini, menjadi orang yang bisa di banggakan." ucap Chaiya sambil memeluk ayahnya.


"Jangan berkata seperti itu nak, Tuhan telah mempertemukanku denganmu dan memberiku kembali kebahagiaan sebagai seorang ayah, itu adalah takdir dan kehendakNya." ucap dokter Jhon. Kini Chaiya, Lisa, Dita dan Raka telah bersiap untuk acara prosesi wisuda. Prosesi wisuda berlangsung dengan sangat hikmat dan penuh haru dari para orang tua wisudawan.

__ADS_1


Kebahagiaan tergambar jelas di wajah Chaiya, ia senang karna akhirnya bisa membanggakan ayahnya. Ia dan teman-temanya kini tengah bercengkrama merayakan kelulusan mereka. Lacky yang lulus lebih dulu dari mereka berempat pun hadir dan ikut dalam kebahagiaan mereka. Lacky membawa seikat bunga, namun ternyata bunga itu bukan untuk Lisa ataupun Chaiya. Dan betapa terkejutnya Chaiya, Lisa dan Raka, saat mengetahui bahwa Lacky memberikan bucket bunga itu untuk Dita.


"Ada apa dengan Dita dan kak Lacky?!!" ucap mereka bertiga yang hampir bersamaan. Lacky hanya tertawa melihat wajah bingung teman-temanya. Dan Dita kini tersipu malu karna ulah Lacky. Mereka berdua membiarkan teman-temanya dalam kebingungan tanpa menjelaskan apapun.


Ponsel Chaiya tiba-tiba berdering dan mengagetkanya, ia melihat nama Gara ada dalam panggilan masuk di layar ponselnya. "Halo tuan Gara" sapa Chaiya. "Selamat gadis cerobohku, akhirnya kau berhasil lulus. Dan itu tandanya waktu pernikahan kita sudah semakin dekat. Maaf aku tidak bisa menemanimu sekarang, tapi nanti aku akan menjemputmu di rumah." ucap Gara. "Menjemputku? kita mau kemana?" ucap Chaiya bingung.


"Rahasia! Nanti kau akan tau." ucap Gara lalu memutuskan sambungan telponya. "Dasar! selalu saja suka membuat orang penasaran." gerutu Chaiya. Dan benar saja, Gara pun akhirnya datang menjemput Chaiya di rumahnya. Gara tetap tidak mengatakan kemana tujuan mereka sampai akhirnya, kini mereka berhenti di tempat parkir sebuah gedung yang tinggi menjulang. "Alexander Grop" itulah nama yang tertera di gedung megah itu.


Gara langsung menuju lantai teratas tanpa harus melalui receptionist. Bagaimana tidak, ia memang memiliki akses khusus untuk bebas masuk ke semua perusahaan terkemuka di beberapa negara. Kini Gara dan Chaiya sudah berada di ambang pintu sebuah ruangan. Sebuah ruangan yang tertulis "Crishy Alexander" terpampang di pintu ruangan. "Crishy Alexander? sepertinya aku pernah mendengar nama itu." batin Chaiya.

__ADS_1


Tanpa permisi Gara lansung saja membuka pintu dan masuk ke ruangan itu. Terlihat seorang pria sedang berbicara dengan telpon sambil mengutak atik sebuah laptop di mejanya. "Hei Crish! Kau ini sibuk sekali sampai-sampai tidak tau aku datang?" ucap Gara. "Ya ampun! dia ini memang tidak pernah sopan pada siapa pun." batin Chaiya. Mendengar suara Gara pria itu pun memutuskan sambungan telponya dan menutup layar laptop miliknya, kemudian beralih kepada Gara.


"Gara!" Pria itu tersenyum dan beranjak dari kusinya lalu memeluk Gara. "Kau ini, kenapa tidak beritau kalau mau datang?" ucap pria itu. "Kenapa? kau tidak suka aku datang?" ucap Gara. "Dasar kau ini!" ucap pria itu sambil menjitak kepala Gara. "Kawan, ayo ku kenalkan pada calon istriku." ucap Gara antusias. "Jadi kau akan menikah kawan? akhirnya!" ucap pria itu. "Sayang, kenalkan ini sahabatku, Chrishy Alrxander." ucap Gara pada Chaiya. Pria itu pun mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang berdiri di belakang Gara.


Dan betapa terkejutnya ia ketika pandanganya bertemu dengan Chaiya. Begitu pula dengan Chaiya, ia begitu terkejut saat mengetahui bahwa sahabat Gara adah Crish, orang yang telah menggetarkan hatinya karna kemiripannya dengan Surya. "Crish..dialah calon istriku, Chaiya." ucap Gara. Ucapan Gara bagaikan petir di telinga Surya. Bagaimana tidak? gadis yang ia cintai, bahkan setelah sekian lama mereka terpisah dan akhirnya bertemu kembali. Kini akan menjadi milik orang, dan itu adalah sahabatnya sendiri.


Chaiya dan Surya hanya bisa mematung tanpa berkata apa pun. Hati mereka sama-sama hancur dengan kenyataan yang ada. Tiba-tiba ponsel Gara berdering, ia meminta izin pada mereka berdua untuk mengangkat telpon di luar. Kini dalam ruangan itu hanya ada Chaiya dan Surya. Mata Chaiya kini mulai menggenang hingga meloloskan bulir-bulir air mata. "Takdir memang selalu mempunyai skenarionya sendiri nona Chaiya. Tanpa di sangka, pertemuan kita kali ini bersamaan dengan kabar yang tak terduga. Selamat untuk pernikahanmu, semoga kebahagiaan selalu mengiringimu." ucap Surya dengan mata berkaca-kaca.


Ia tidak dapat mangatakan apa pun lagi, dadanya terasa sesak dan ia tidak dapat lagi menahan air matanya. Mendengar ucapan Surya, Chaiya hanya bisa tertunduk dan manangis. Hati Chaiya seolah tak rela dengan pernikahan ini, namun ia juga tidak sanggup untuk menyakiti Gara. Gara tiba-tiba membuka pintu dan masuk kembali di ruangan di mana Chaiya dan sahabatnya berada. Seketika Chaiya dan Surya menghapus air mata yang membasahi pipi mereka. Mereka tidak ingin menyakiti hati Gara dengan melihat keadaan mereka.

__ADS_1


"Jadi kawan, apa kau tidak ingin mengucapkan selamat untuk ku?" ucap Gara pada Surya. Surya pun memeluk Gara dan berkata "Selamat kawanku, selamat atas pernikahanmu. Semoga kau selalu bahagia bersama orang yang kau cintai." ucap Surya sambil memandang Chaiya. Gara kemudian memberikan sebuah kartu undangan kepada Surya. Sebuah kartu undangan yang sederhana namun sangat cantik, dengan nama Gara dan Chaiya tertera indah di sana.



__ADS_2