Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Aku akan melindungimu selamanya


__ADS_3

"Tidaaaak....!! Ibuuu..!! Jangan tinggal kan aku..!!" Chaiya sangat shyok dengan kepergian Srada. Dia tidak bisa menguasai diri nya. Surya memeluk Chaiya dengan erat, ini adalah pukulan untuk Chaiya dan Surya.


"Oh Tuhan... Mengapa kau ambil ibuku secepat ini?" Chaiya menangis sejadi jadi nya. Bagaimana hati Surya tidak pilu melihat keadaan Chaiya yang kacau dan terpuruk seperti itu. Tidak ada yang bisa di lakukan Surya selain memeluk Chaiya dengan air mata yang juga mengalir deras dari mata nya.


"Menangislah Chaiya... Menangislah agar bebanmu sedikit berkurang." batin Surya dalam hati. Malam itu terasa sangat panjang untuk mereka. Malam yang begitu sunyi seolah ikut berduka atas kepergian Srada.


Pagi telah tiba dengan wajah yang pucat, seperti keadaan Chaiya dan Surya. Kini mereka sudah berada di makam Srada. Makam dengan nisan bertinta emas membentuk ukiran nama Srada. Bunga-bunga yang bertaburan di atas makam Srada masih terlihat segar dan semerbak harum nya.


Chaiya meraba nisan Srada kemudian meletakkan setangkai mawar berwarna putih di sana. Di belai nya nisan Srada dengan lembut seolah ia sedang membelai wajah ibu nya. Air mata pun kembali tumpah membasahi pipi Chaiya yang lembut. "Selamat jalan ibu... Semoga kau tenang dan sangat bahagia di sana. Aku sangat menyayangimu, dan akan selalu seperti itu selamanya. Cinta mu, kenangan mu, akan selalu ada dalam hatiku. Selamat tinggal ibu..." pesan perpisahan Chaiya untuk Srada yang sangat menyayat hati.


"Selamat jalan bibi Srada... Semoga kau beristirahat dengan damai di sana. Jika kau bisa melihat kami dari sana, kau akan lihat bahwa putri mu tidak sendiri. Aku sudah berjanji pada mu akan menjaga dan mencintai Chaiya melibihi hidup ku. Dan akan ku lakukan itu" ucap Surya pada nisan Srada.


Surya kemudian menatap Chaiya dengan lekat. Di genggam nya tangan Chaiya dan memutar tubuh Chaiya menghadap nya. Kini Chaiya dan Surya saling berhadapan. Jarak antara mereka sangat lah dekat. Surya menyatukan kening nya dan Chaiya. Mereka terdiam dalam posisi itu untuk beberapa menit. Kemudian Surya mengusap air mata di pipi Chaya dan kembali memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


"Jangan bersedih lagi Chaiya, bibi tidak akan suka melihat mu seperti ini. Kau tidak sendiri Chaiya, ada aku yang akan menjaga mu. Aku berjanji padamu, aku akan selalu ada di sisi mu dan menjaga mu selananya" janji Surya pada Chaiya menggelegar bagai gemuruh di langit. Seolah langit pun menyaksikan terucap nya janji yang akan mengikat kehidupan sepasang insan itu.


Mendengar itu otak Chaiya seolah buntu dan tidak bisa berpikir apa pun. Dia hanya bisa diam mematung tanpa sepatah kata pun terucap.


Sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Srada. Kini hati Chaiya sudah mulai tertata kembali. Rasa sedih karna kehilangan ibu yang di sayangi, perlahan telah memudar. Ia mulai menerima keadaan tanpa ibu nya lagi di sisi nya. Tidak di pungkiri Chaiya bisa seperti sekarang ini berkat dorongan semangat dari Surya. Ia tidak pernah meninggalkan Chaiya untuk bersedih walau sedetik.


Malam ini suasana begitu indah. Udara nya terasa sejuk, langit yang cerah lengkap dengan sinar bulan dan bintang yang bertaburan. Tak ingin melewat kan malam yang indah itu, Surya mengajak Chaiya ke jembatan kayu yang ada di bukit dekat rumah chaiya. "Chaiya... Tau kah kau bagaimana suasana malam ini?" tanya surya sambil menatap langit. Chaiya menjawab pertanyaan Surya dengan menggeleng kan kepala nya.


"Ceritakan pada ku Surya, apa yang kau lihat sekarang?" pinta Chaiya. Surya kemudian mengambil tangan Chaiya dan mengarahkan nya ke langit sambil menceritan suasana langit malam itu. Surya mendekap tubuh Chaiya dari belakang dengan penuh cinta. Dan itu membuat Chaiya menjadi tersipu dan pipi nya mulai metona.


Surya kemudian membalik kan badan Chaiya, kini mereka tengah berhadapan. Di pegang nya kedua tangan Chaiya sambil menatap nya dengan lekat. "Menikah lah dengan ku, dan jadilah milik ku selama nya.." ucap Surya tiba-tiba. Sontak hal itu membuat Chaiya terkejut, bahagia dan tidak percaya jika ia akan mendengar kalimat itu dari mulut Surya tercinta.


Namun Chaiya masih belum mengatakan apa pun. "Aku menunggu jawaban mu sayang" desak Surya dengan harapan Chaiya bersedia menikah dengan nya. Chaiya tersenyum dan menjawab "Ya...aku bersedia menikah dengan mu, dan menjadi milik mu selamanya.." Surya memeluk Chaiya dengan sangat bahagia. Harapan indah seolah tergambar dengan jelas hadapan mereka.

__ADS_1


Chaiya menengadah kan wajah nya ke arah langit dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. "Apa yang sedang kau lakukan hm?" tanya Surya sambil mendekap Chaiya dari belakang. "Seandai nya ada bintang jatuh malam ini, aku ingin membuat satu permintaan.." jawab Chaiya dengan wajah yang sendu.


"Apa yang akan kau minta?" Surya penasaran dengan permintaan Chaiya. "Aku ingin... Agar Tuhan memberi kan cahaya di mataku, sehingga aku dapat melihat wajah mu" tutur Chaiya dengan sendih. Karna dia tau bahwa hal itu tidak lah mungkin. "Bukankah dengan menyentuh wajah ku kau sudah bisa mengenaliku?" Surya mencoba menghibur Chaiya.


"Ya itu benar, tapi aku ingin melihat wajah mu dan merekam nya dengan mata ku, lalu akan ku simpan dalam ingatan ku selamanya.." Chaiya lalu tersenyum menghibur diri nya sendiri. Surya merasa pilu melihat Chaiya, begitu besar rasa cinta nya pada Chaiya. Hingga setiap keinginan Chaiya berusaha ia penuhi, walau itu keinginan yang sangat sulit untuk di penuhi.


Sejak saat itu surya mulai memcari banyak informasi tentang pengobatan mata. Mulai dari aneka ramuan herbal, pengobatan alternatif dan pengobatan medis. Namun Surya masih belum menemukan solusi. Walau sangat sulit, semua itu ia lakukan demi cinta nya pada Chaiya. Demi mewujudkan keinginan orang yang di cintai nya.


Saat semua jalan tersa buntu, tanpa sengaja Surya melihat sebuah artikel dari layar laptop nya. Sebuah artikel dengan judul TRANSPLANTASI MATA. Entah mengapa surya tertarik untuk membaca isi artikel itu. Di baca nya dengan teliti kata demi kata yang tertulis di dalam nya.


Tertulis bahwa bebera kasus kebutaan pada mata, dapat di sembuh kan dengan transplantasi mata atau cangkok mata. Surya masih tidak mengerti dengan apa yang di baca nya. Namun ia tetap membaca nya dan berusaha memahami nya. Dalam artikel itu juga tertulis, bahwa kemungkinan untuk berhasil sangat sedikit, tergantung dari seberapa parah kerusakan yang terjadi pada mata.


Di dalam artikel itu juga di cantum kan beberapa rekomendasi rumah sakit yang biasa menangani pasien transplantasi mata. Kebetulan sekali salah satu rumah sakit itu ada di kota yang dekat dengan srivan. Dalam artikel juga mencantum kan nama seorang dokter spesialis mata. Dr Jhon, dialah sang dokter yang menjadi harapan Surya.

__ADS_1


"Walau kemungkinanya kecil, tetap akan kucoba. Apa pun akan ku lakukan untuk mu Chaiya" Surya berniat akan mengajak Chaiya ke rumah sakit itu dalam waktu dekat. Dan sekarang ia akan mengatakan informasi ini pada Chaiya.


__ADS_2