
Alunan nada yang keluar dari biola Chaiya sangat lembut dan memukau. Sementara itu Lacky memainkan gitar listrik dengan sangat hebat. Dan itu membuat Dita terkesima. Bahkan kadang konsentrasi nya terganggu karna terlalu memperhatikan Lacky. Dan tentu saja itu membuat Lisa jadi kesal dan mengomeli nya. Namun walau bagaimana pun itu adalah bumbu dalam persahabatan mereka. Yang membuat ikatan di antara mereka semakin kuat.
💖💖💖
Persahabatan mereka ber lima semakin akrab karna kompetisi musik tahunan itu. Mereka pun mulai saling memahami satu sama lain. Waktu pelaksaan kompetisi sudah semakin dekat. Mereka ber lima pun berlatih dengan semakin giat. Bahkan mereka sengaja menambah waktu latihan mereka, agar penampilan mereka di kompetisi jadi yang terbaik. Hari ini mereka berlatih sangat keras, hingga tak terasa hari mulai malam. Akhir nya mereka memutus kan untuk mengakhiri latihan hari ini. Karna hari sudah malam, maka Lacky pun mengantar Chaiya pulang. Dalam perjalanan menuju rumah Chaiya mereka berbincang sangat akrab. Mereka pun menyempatkan untuk makan di sebuah resto. Karna memang mereka belum sempat untuk makan malam. Lacky terus menatap Chaiya sepanjang acara makan mereka. "Akhir nya aku bisa berdua saja dengan mu Chaiya." guman Lacky. "Apa kau mengatakan sesutu kak Lacky?" ucap Chaiya. "Um..tidak..ayo habiskan makanan mu, dan ku antar kau pulang." ucap Lacky gelagapan.
__ADS_1
Tak lama merka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Chaiya. Dan kini mereka sudah sampai di depan rumah Chaiya. Lacky membuka kan pintu mobil untuk Chaiya. "Ini lebih seperti kencan saja, dan ini lebih baik dari pada acara nonton waktu itu." batin Lacky. "Terimakasih kak Lacky, sudah mengantarku dan mentraktir ku makan juga." ucap Chaiya dengan senyum manis di wajah nya. "Lain kali kau yang harus mengajak ku makan." ucap Lacky. "Baiklah." ucap Chaiya singkat. "Okay..kau berhutang makan malam dengan ku." ucap lacky dengan girang. "Kalau begitu, sampai ketemu besok. Bye kak Lacky.." ucap Chaiya sambil berlalu dan masuk ke dalam rumah. Senyum Lacky terus mengembang di wajah nya, ia terus memandang Chaiya yang mulai menjauh.
Akhir nya hari yang di tentukan untuk kompetisi telah tiba. Hari ini suasa Royal College of Music begitu ramai dan semarak. Ucapan selamat datang bagi para peserta kompetisi telah terpampang di gerbang RCoM. Para peserta kompetisi yang bersal dari berbagai universitas musik di London pun mulai berdatangan. Bahkan beberapa musisi terkenal juga hadir di sana. Chaiya dan teman-teman juga sudah siap di sana. Mereka mulai memasuki aula di mana acara kompetisi di adakan. Chaiya mendatangi meja panitia untuk melakukan registrasi. Dan mereka mendapat kan nomer urut ke-20 untuk tampil. "D'n Jell akan tampil nomer 20, kalian sudah siap teman-teman?" ucap chaiya pada teman-teman nya. "Tentu saja!" ucap mereka hampir bersamaan. Chaiya mengulur kan tangan nya, di susul tangan Lisa berada di atas tangan Chaiy. Lacky pun mengikuti yang di lakukan Lisa, di susul oleh Dita dan Raka kemudian. Semangat mereka untuk menang dalam kompetisi ini sangat kuat. Mereka sangat berharap mendapat kan juara, sehingga dapat menyabet hadiah yang sangat mereka ingin kan. Ya..hadiah utama dalam kompetisi ini adalah tampil di sebuah konser begengsi yang di hadiri para komposer dan musisi dunia.
__ADS_1
Dita benar-benar membuat teman-temanya bingung. Saat sedang gugup atau panik Dita akan merasakan sakit perut dan berkeringat dingin. Chaiya dan Lisa mulai khawatir karna Dita belum juga kembali dari toilet. "Raka, bisakah kau susul Dita ke toilet? aku takut terjadi sesuatu pada nya." ucap Lisa pada Raka. "Biar aku saja yang pergi." ucap Lacky. Entah kenapa kali ini ia tergerak dan mengkhawatir kan Dita. Kini Lacky sudah sampai di depan toilet wanita, tapi ia bingung bagaimana cara memanggil Dita. Tidak mungkin jika ia masuk ke sana. Terpikir kan oleh nya untuk menelpon Dita saja. "Semoga si ceroboh itu membawa ponsel nya." ucap Lacky sambil menekan nomer ponsel Dita. Beruntung Dita membawa ponsel nya ke toilet, sehingga ia bisa menjawab panggilan Lacky. "Dita ayo cepat! kenapa kau lama sekali!" ucap Lacky kesal. "Iya..iya..sebentar lagi!" ucap Dita lalu mematikan ponsel nya. "Dasar....dia benar-benar merepot kan." gerutu Lacky.
Sementara itu di aula, Chaiya, Lisa dan Raka mulai panik. Sekarang ini peserta nomer 19 sudah tampil di panggung, tapi Dita dan Lacky belum juga kembali. "Kenapa mereka belum juga kembali?" ucap Chaiya panik. "Ya ampun bagaimana ini?" ucap Lisa tak kalah panik nya. "Biar ku susul mereka" ucap Raka. Namun belum sampai Raka meninggal kan aula Dita dan Lacky sudah kembali. "Maaf teman-teman...aku sangat gugup. Dan perutku jadi sakit saat sedang gugup" ucap Dita dengan senyum nya terpaksa. "Syukur lah kau kembali tepat waktu." ucap Chaiya. Dan benar saja 5 menit setelah kembali nya Dita dari toilet giliran mereka untuk tampil pun tiba. "Dan berikut nya, peserta dengan nomer urut 20. D'n Jell..!! silah kan naik ke atas panggung." ucap sang pembawa acara. Mereka ber lima pun mulai menaiki panggung dengan membawa alat musik masing-masing. Kini mereka sudah siap di posisi mereka. Mereka membentuk formasi seperti saat mereka latihan. Mereka membawakan lagu milik Adele yang berjudul Someone Like you. Namun mereka membawakanya dengan berbeda, menjadi ala D'n Jell.
__ADS_1
Seperti inilah lirik dari reff lagu tersebut. Diawali dengan alunan piano dari Lisa, yang membuka penampilan mereka dengan sangat indah. Kemudian Chaiya menyusul dengan alunan biola nya yang lembut, sehingga para juri terfokus pada nya. Tak seperti penyanyi asli nya, Chaiya menyanyi kan lagu ini dengan suara khas nya yang lembut. Dan itu membuat para penonton seperti terhipnotis. Dan saat sampai pada reff lagu Raka membuat gebrakan dengan nada drum nya, sehingga suana terasa heboh dan meriah. Kemudian di susul oleh Lacky dan Dita yang memain kan gitar dan bas, yang membuat penampilan mereka semakin hidup. Tanpa terasa penonton terbawa dalam lagu yang mereka bawakan. Mereka mulai mengikuti lagu dan menggerakan tubuh mereka. Penampilan perdana D'n Jell yang sangat memukau. Para juri pun bertepuk tangan untuk penampilan mereka yang luar biasa.