
Sontak Chaiya pun menoleh ke arah Gara. Ia terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar. "Aku mencintai mu, gadis ceroboh ku.." Gara mengulang lagi ucapanya. Seketika mata Chaiya pun berkaca-kaca, hingga akhirnya air mata berhasil lolos dan membasahi pipi Chaiya. "Ada apa Chaiya? kenapa kau menangis?" ucap Gara. Gara tidak mengerti mengapa Chiaya menangis. Ia berpikir apakah ucapanya salah?
💖💖💖
"Apa aku berbuat salah Chaiya? kenapa kau menangis? katakan sesuatu, aku tidak mengerti." ucap Gara. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Chaiya tiba-tiba menangis. Gara jadi serba salah, ia tidak tau harus berbust apa. Chaiya mengusap air mata di pipi nya dan berkata.."Hatiku ini...pernah terluka tuan Gara. Dan luka itu belum sembuh sampai saat ini. Lalu bagaimana aku bisa menerima cintamu?" Chaiya kemudian tertunduk dan kembali meneteskan air matanya.
"Aku tidak mengerti Chaiya, katakan apa maksud mu." ucap Gara. Gara terus mendesak Chaiya untuk mengatakan apa yang terjadi padanya. Dengan terpaksa Chaiya harus menceritakan kisah sedih yang dengan susah payah ingin dilupakannya. "Hatiku...telah mencintai seseorang, dan sampai kapanpun aku akan selalu mencintai nya. Hanya ada dia dalam hatiku...hanya ada Surya dalam cintaku. Dan Surya, tidak akan pernah tergantikan sampai kapanpun. Dia memang telah pergi dari dunia ini, tapi cinta nya akan selalu bersamaku selamanya." ucap Chaiya sambil terisak.
__ADS_1
Chaiya tidak menyangka bahwa ia akan membuka kembali kenangan pahit dalam hidup nya. Bahkan tujuannya datang ke London adalah untuk menyembuhkan luka di hatinya. Tapi hari ini Gara telah membuat nya merasakan rasa sakit itu lagi. "Aku tidak akan menggantikan dia sampai kapan pun. Dan cintanya akan selalu bersamamu selamanya. Kenangan tentang nya, akan selalu tersimpan dalam sejarah hidupmu. Aku datang, ingin menyembuhkan luka dalam hati mu. Aku membawa cinta baru dalam hidup mu, dan mari kita gapai kebahagiaan bersama." ucap Gara pada Chaiya.
Chaiya tidak tau lagi harus berbuat apa. Ia melihat ketulusan di mata Gara, namun ia juga belum siap untuk menerima cinta Gara. "Dengar nona ceroboh! Aku tidak memintamu untuk menerima ku saat ini juga. Aku akan menunggu mu, bahkan jika itu seumur hidupku." ucap Gara sambil menatap Chaiya penuh cinta. Gara mengusap air mata di pipi Chaiya, dan tiba-tiba..."Berhentilah menagis karna kau terlihat jelek!" ucap Gara sambil mencubit pipi Chaiya. Gara berusaha mengalihkan Chaiya agar tidak menagis lagi. Dan benar saja "Tuan Gara! Kenapa kau selalu mencubit pipiku! Awas kaaaau!" ucap Chaiya sambil berlari mengejar Gara.
Setelah puas kejar-kejaran di area aquarium, kini mereka pun memutuskan untuk pulang. Kini suasana hati Chaiya sudah jauh lebih baik. Mobil Gara menyusuri jalanan bersalju dengan pelan. Namun kali ini mobil Gara tidak menuju rumah Chaiya. "Hei! Ini bukan jalan menuju rumahku. Kau bilang kita akan pulang ?" uacap Chaiya bingung. "Kita memang akan pulang. Ke mansion ku." jawab Gara santai. "Tapi a..." Chaiya belum menyelesaikan ucapanya namun Gara sudah memotong duluan. "Aku sudah memberi tau dokter Jhon, tenang saja. Lagipula ada banyak kamar di mansion ku." ucap Gara.
Ia melirik ke arah Chaiya, dan ia tau kalau Chaiya sedikit cemas. "Jangan berfikiran konyol, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu!" ucap Gara sambil kembali mencubit pipi Chaiya. Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di mansion milik Gara.
__ADS_1
Gara mengajak Chaiya ke ruang santai pribadi nya. "Kau ku buatkan coklat panas Chaiya?" ucap Gara. "Kau bisa membuat coklat panas? benarkah?" ucap Chaiya meledek Gara. "Kau jangan mengujiku! Hanya membuat coklat itu mudah bagiku." ucap Gara penuh percaya diri. Gara kemudian menuju dapur dan meminta pelayan untuk membuatkanya dua cangkir coklat panas. Setelah itu di bawa nya dua cangkir coklat panas itu ke ruang santai. "Tara..! Ini coklat panasmu. Sangat lezat dengan menggunakan coklat belgia terbaik." ucap Gara dengan senyum congkak nya.
"Sok sekali! Aku tau pelayan yang membuatkan untuk mu." ucap Chaiya. "Dari mana kau tau?" ucap Gara bingung. "Aku mengikutimu tadi." ucap Chaiya dengan santai nya. Gara pun tertawa sambil mengacak-acak rambut Chaiya. Ia geli sendiri mengingat tingkah konyol nya. Mereka sangat menikmati coklat itu, udara dingin di luar membuat coklat panas sangat istimewa. Diam-diam Gara memandang Chaiya sambil menyeruput coklat panas. "Aku akan berusaha memenangkan hatimu Chaiya." batin Gara dalam hati.
Tak terasa mereka berbincang hingga cukup malam. Chaiya mulai menguap dan mata nya terlihat merah. Gara pun mengakhiri petbincangan mereka dan mengajak Chaiya ke kamar nya. "Ini kamar mu, nona ceroboh. Jika kau butuh sesuatu kau bisa memanggil ku atau pelayan." ucap Gara sambil berdiri bersandar di pintu kamar Chaiya. "Baiklah, aku masuk dulu. Selamat malam tuan Gara." ucap Chaiya sambil menutup pintu kamar nya. "Selamat malam Chaiya..." ucap Gara lirih. Ia masih memandangi pintu kamar Chaiya yang kini sudah tertutup.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar, Chaiya terbelalak dengan kamar yang kini ia tempati. "Kamar ini lima kali lebih besar dari kamarku. Kenapa dia suka buang-buang uang saja hanya untuk kamar tidur?" guman Chaiya. Chaiya memutuskan untuk mandi terlebih dulu sebelum ia tidur. Dan kini tubuh Chaiya terasa lebih segar setelah mandi. Ia melihat ada lemari besar di sana, dan ia pun jadi penasan "Apakah lemari ini ada isi nya?" ucap nya. Chaiya terkejut karna ternyata lemari itu terisi penuh aneka baju wanita dengan ukuran badanya. Terlihat oleh nya secarik kertas menempel di pintu lemari, dan itu adalah sebuah pesan.
"Semua pakaian itu untuk mu. Nona ceroboh!" itulah pesan yang tertulis di sana. Chaiya tidak habis pikir, bagaimana bisa Gara menyiapkan pakaian sebanyak ini. Toh dia hanya menginap semalam saja. "Dasar vampir aneh!" guman Chaiya. Chaiya mengambil setelan piyama berwarna pink untuk ia pakai tidur. Ia memang terbiasa memakai piyama saat tidur. Kini Chaiya pun mulai merebahkan tubuh nya di ranjang king size itu. "Ya ampun..! bahkan tempat tidur ini lebih seperti lapangan bola saja" gerutu Chaiya. Ia pun mulai terlelap, karna hari ini cukup melelahkan bagi Chaiya.