
Tak terasa sudah seharian Chaiya dan Surya mengelilingi Srivan. Tanpa mereka sadari hari mulai senja. Namun sampai saat itu mereka belum juga menemukan Balu. Hati Chaiya semakin kacau dan cemas "Balu...kau ada di mana?" guman Chaiya yang sudah putus asa.
"Sebaik nya ku antar kau pulang Chaiya, kita bisa mencari Balu lagi besok." ucap Surya tak tega melihat Chaiya begitu sedih. "Lagipula ini sudah senja, keluarga mu pasti akan mecemaskan mu." imbuh Surya. Mendengar itu Chaiya teringat pada ibu nya. "Ibu pasti sangat khawatir sekarang." batin Chaiya.
Dan Chaiya memutus kan untuk pulang walau dengan hati yang sedih karna Balu belum ia temukan. "Baiklah Chaiya di mana rumah mu?" tanya Surya yang sedikit bingung karna dia tidak faham dengan desa Srivan. "Carilah tempat berbukit yang ada jembatan kayu di sana." jelas Chaiya pada Surya.
Surya mulai mengarah kan pandangan nya 180 derajat mengitari tempanya berada sekarang. Dan benarlah, Surya menemukan tempat yang di maksut dalam penjelasan Chaiya. Surya mulai melajukan mobil nya, dan sampailah mereka di bebukitan yang indah nan hijau.
__ADS_1
Untuk pertama kali nya mata Surya menyaksikan keindahan dan pesona Srivan. Surya melihat sekeliling nya hingga ia menemukan jembatan kayu yang di maksut Chaiya. "Chaiya...kita sudah berada di jembatan di dekat bukit, lalu di mana rumah mu?" tanya Surya penasaran. "Kau lihat ada rumah di dekat jembatan kan..." Chaiya mencoba mengarah kan pandangan Surya pada rumah nya. "Itulah rumah ku...." imbuh Chaiya.
Surya pun turun dari mobil dengan menggendong Chaiya. Yah..itu karna mobil Surya tidak bisa melewati jembatan kayu yang kecil itu. Tapi itu tidak masalah bagi Surya karna rumah Chaiya cukup dekat dari jembatan. Mereka kini sudah berada di depan pintu rumah Chaiya. "Ibu...aku pulang...!" Chaiya memanggil srada yang sedang gelisah di dalam rumah.
Namun alangkah terkejut nya Srada ketika ia membuka pintu dan melihat Chaiya dengan kondisi kaki yang terluka. "Chaiya....! Apa yang terjadi? kenapa kau terluka? dan....siapa pria ini?" Srada menghujani Chaiya dengan banyak pertanyaan yang bertubi-tubi. "Um...maaf bibi, bolehkah ku bawa Chaiya masuk dulu?" Surya mencoba memecah suasana yang tegang.
Surya pun berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada Srada "Bibi...nama ku Surya, dan yang terjadi tadi..." belum sempat Surya menyelesaikan ucapanya namun.
__ADS_1
"Ibu...Balu hilang!!" Chaiya menyela Surya karna takut Srada akan marah pada Surya. Karna dalam kejadian ini Chaiya lah yang bersalah.
"Apa maksut mu Chaiya? Balu sudah pulang siang tadi, dan sekarang kau baru pulang dengan kaki terluka." Srada masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Dan tiba-tiba "Meauuu" Balu mulai menghampiri Chaiya dan menggosok-gosokan badan nya pada Chaiya.
Chaiya meraih Balu dan memeluk nya dengan haru. Bagaimana tidak, untuk sesaat Chaiya pikir dia telah kehilangan Balu selamanya. Akhir nya Chaiya lah yang menjelaskan semua nya pada Srada. "Maaf kan Chaiya nak Surya...dan terimakasih kau sudah menolong putriku.." sesal Srada setelah mengetahui kejadian yang sebenar nya. Surya tersenyum melihat Srada dan Chaiya. "Keluarga yang hangat." batin Surya dalam hati.
Surya berpamitan untuk pulang karna tugas nya untuk mengantar Chaiya sudah selesai. Tak lupa Surya menyerah kan obat yang tadi di resepkan dokter untuk Chaiya. "Pemuda yang baik." batin Srada sambil memandangi kepergian Surya.
__ADS_1