
Lacky terdiam setelah mendengar ucapan Dita. "Hmm..sudahlah. Pria bodoh sepertimu tidak akan mengerti. Aku mau pulang!" ucap Dita. Namun saat Dita akan pergi tiba-tiba Lacky memegang tangan Dita dan menahanya untuk pergi. "Dita, tolong temani aku sebentar. Aku sangat butuh teman sekarang, kumohon..." ucap Lacky memelas.
💖💖💖
Dita benar-benar tidak tega untuk meninggalkankan Lacky dalam keadaan yang kacau. Dengan terpaksa ia pun menuruti permintaan Lacky untuk menemaninya. Lacky membawa Dita ke sebuah taman dan duduk di bangku yang ada di sana. Lacky hanya diam semenjak di perjalanan hingga mereka tiba di taman. Hal itu membuat Dita sedikit tidak nyaman dan canggung.
"Dita, apa kau pernah mengalami hal yang sama denganku? apa kau pernah menyukai seseorang?" tanya Lacky tiba-tiba. "Tentu saja pernah." jawab Dita dengan santainya. Mendengar jawaban Dita, Lacky pun jadi penasaran dan mulai banyak bertanya. "Benarkah? siapa orang yang kau suka? ayo katakan padaku." ucap Lacky antusias.
"Ya..aku memang sedang menyukai seseorang. Bahkan aku sangat menyukainya sejak pertama aku melihatnya. Tapi, dia sudah mencintai gadis lain." ujar Dita sambil menatap langit. "Tapi kau terlihat baik-baik saja, bahkan tidak seperti orang yang patah hati." sahut Lacky. "Tentu saja aku patah hati! Tapi aku tidak bodoh sepertimu, aku tidak akan terpuruk hanya karna patah hati." ucap Dita.
Ucapan Dita memang sedikit mengesalkan. Namun ia sengaja melakukan itu agar Lacky segera tersadar dan tidak terus menerus larut dalam keterpurukan. "Kau ini memang menyebalkan! Bisa tidak sedikit saja prihatin, dasar tidak berperasaan." gerutu Lacky. Walau begitu ucapan Dita telah berhasil mengalihkan kesedihan Lacky. Tanpa Lacky sadari Dita kini telah menjadi penyemangat bagi nya.
Hari-hari pun berlalu dan Lacky mulai bisa berdamai dengan keadaan. Hubunganya dan Chaiya kini mulai mencair, dan keretakan dalam persahabatan mereka kini telah hilang. Dan entah mengapa kini Lacky seperti kecanduan dengan Dita. Dita seperti narkoba yang membuat Lacky sakau jika tidak bertemu dengannya. Bahkan Lacky pun jadi terbiasa dengan cicitan Dita yang terasa pedas di telinga.
__ADS_1
"Dita, ayo ikut aku sekarang." ucap Lacky sambil menarik tangan Dita yang sedang asik makan burger. "Hei! Tunggu dulu, kau tidak lihat aku sedang makan?! Lagipula aku tidak mau kemana-mana hari ini, aku sedang sibuk." ucap Dita kesal. "Ayolah, aku butuh bantuanmu untuk memilih setelan wisudaku." ujar Lacky memelas. "Kenapa harus aku? kau bisa minta tolong pada Lisa kan." ucap Dita sok jual mahal.
"Yes! Akhirnya kau membutuhkanku sekarang." batin Dita kegirangan. Walau ia sangat mengharapkan untuk bisa dekat dengan Lacky, Dita tidak pernah menunjukan itu di hadapan Lacky. Dita memang sangat pandai untuk menyembunyikan perasaanya. "Baiklah aku akan ikut, tapi memohonlah dulu padaku. Dan ucapkan dengan lembut dan sopan." ucap Dita dengan senyum penuh arti di wajahnya.
Lacky tau bahwa Dita sedang berusaha mengerjainya. Namun ia tetap menuruti kemauan Dita, karna sebenarnya semua ini hanya alasan Lacky untuk bisa bersama dengan Dita. Akhirnya Lacky pun membungkuk seperti sedang melamar kekasihnya dan berkata "Nona Dita, kumohon ikutlah denganku sekarang. Kumohon...."
Ekspresi wajah Lacky yang memelas sontak membuat Dita tidak bisa menahan tawanya. "Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Dita pun tersedak karna ia tertawa dengan mulut penuh burger. "Ya ampun gadis ini benar-benar konyol. Tapi kenapa aku suka melihat tingkahnya itu." batin Lacky dalam hati.
Tiba-tiba Lacky mengambil gaun yang di pegang Dita dan menyerahkannya pada pegawai butik dan membayarnya. Dita pun bingung dan tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Lacky. Setelah gaun itu selesai di bungkus, Lacky memberikannya pada Dita dan mengajaknya keluar dari butik tanpa membeli satu setelan pun.
"Hei! Kau bilang mau mencari setelan kan? kenapa malah membeli gaun untukku?" ucap Dita bingung. "Aku sudah punya banyak setelan, jadi aku beli gaun saja untukmu." ujar Lacky dengan santai. "Tapi kenapa? lagipula yang wisuda itu kau bukan aku." ucap Dita. "Kau harus datang ke acara wisudaku besok. Dan jangan lupa pakai gaun ini." ujar Lacky. Dita semakin tak habis pikir dengan kelakuan Lacky, tapi entah kenapa ia tidak bisa menolak kemauan Lacky.
Keesokan harinya Lacky sudah berada di aula RCoM. Hari ini ia terlihat sangat rapi dan semakin tampan dengan setelan yang ia pakai untuk acara wisuda hari ini. Ia terlihat gelisah dan tidak bisa tenang, bukan karna gugup akan di wisuda melainkan cemas karna Dita belum juga datang.
__ADS_1
Pandangan mata Lacky terus tertuju pada pintu masuk aula. Ia berharap Dita akan segera muncul dari pintu itu, namun Dita belum juga nampak. "Kenapa Dita belum datang juga, prosesi wisuda akan dimulai sebentar lagi. Ku harap dia tidak lupa." batin Lacky. Lacky mulai putus asa karna hingga detik-detik menjelang acara prosesi wisuda Dita belum juga datang. Hingga akhirnya, Dita mulai terlihat di ambang pintu aula.
Dita terlihat sangat cantik hari ini dengan gaun yang Lacky berikan padanya. Hari ini Dita juga sedikit berdandan dan memakai makeup tipis yang membuatnya terlihat sangat berbeda. Lacky menghampiri Dita dengan wajah berbinar. "Kemana saja kau ini? hampir saja kau datang terlambat." ucap Lacky. "Memangnya kenapa? kau yang wisuda bukan aku. Kenapa aku tidak boleh terlambat?" ujar Dita.
Dita kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk para tamu undangan dan menyaksikan jalanya prosesi wisuda. Setelah acara prosesi wisuda usai, Lacky segera datang menghampiri Dita. "Selamat untukmu kak Lacky. Akhirnya kau lulus juga, aku nanti pasti akan merindukanmu di universitas." ucap Dita.
Lacky kemudian mengajak Dita pergi ke taman universitas. "Kenapa kau membawaku ke sini?" ujar Dita bingung. "Dita, ada yang ingin ku katakan padamu. Semoga kau tidak menolakku seperti Chaiya. Dita, um... " belum sempat Lacky menyelesaikan ucapannya namun Dita sudah menyela lebih dulu. "Ya_ya, aku tau apa yang akan kau katakan. Dan yang harus kau tau, orang yang ku sukai selama ini adalah kau kak Lacky." ucap Dita.
Kali ini Lacky benar-benar terkejut dengan pernyataan Dita. Ia tidak menyangka jika Dita yang selama ini bersikap menyebalkan ternyata menyukainya. Namun ia senang, karna akhirnya ia memiliki sesorang untuk berbagi kisah hidup denganya. Tanpa menunggu lama Lacky menarik tangan Dita dan memeluknya sambil berkata "Kau memang gadis konyolku. I love you Dita."
__ADS_1