
Puas belanja dan berhasil mendapat beberapa barang yang di sukai, kini perut Chaiya mulai berbunyi. Perut Chaiya mulai meronta-ronta minta di isi makanan. Bagaimana tidak, tanpa sadar hari sudah sangat siang dan sudah waktu nya untuk makan siang. Chaiya mencari tempat makan yang ada di sekitar Camden Town. Ia memasuki sebuah resto dan memilih tempat duduk yang ada sudut ruangan. Seorang pelayan datang dengan membawa daftar menu. Chaiya tidak begitu paham dengan makanan yang ada di London, sehingga ia meminta pelayan untuk menjelas kan menu makanan satu persatu. Beruntung nya dokter Jhon sudah mengajari Chaiya bahasa inggris, dan itu memudah kan untuk berkomunikasi di London. Sudah faham dengan penjelasan pelayan, Chaiya memutuskan untuk memesan Lancashire Hotpot.
💖💖💖
Puas dengan makanan nya, dan perut Chaiya kini pun mulai tenang dan terkondisi. Ia mulai membuka map yang di berikan bibi Mery. Yah...Chaiya bersyukur bibi Mery memberi nya sebuah map ( peta ), dengan begitu ia seperti memiliki pemandu wisata yang memudah kan perjalanya. Chaiya mulai mencari-cari destynasi lain untuk di kunjungi. Dan akhir nya pilihan Chaiya jatuh pada British Library atau Perputakaan Britania. Ia berpikir akan bagus jika datang ke perpustakaan, dan mempelajari banyak hal lewat buku-buku yang ada di sana. Chaiya memang sangat suka mempelajari hal-hal baru. Sejah kecil ibu Chaiya selalu membaca kan banyak buku untuk nya, karna itu Chaiya sudah terbiasa dengan buku. Setelah keluar dari resto ia mulai menggu bis Double Decker untuk mengantar nya menuju perpustakaan. Tak lama bis itu pun mulai menampakan diri nya. Chaiya duduk di bangku yang terletak di lantai bagian atas bis. Ia igin melihat pemandangan London dengan leluasa dan jelas.
__ADS_1
Bis itu melaju menyusuri jalanan kota London yang masih memukau perhatian Chaiya. Ia memandang setiap sudut yang di lewati bis itu. Dan akhir nya Chaiya pun sampai pada tempat tujuan nya, yaitu British Library. Perpustakaan Britania adalah perpustakaan nasional di Britania raya. Dan merupakan perpustakaan terbesar di dunia dalam hal jumlah item. Chaiya mulai memasuki perpustakaan yang sangat mengagumkan itu. Ia tercengang dengan semua fasilitas yang sangat moderen di sana. Ditambah lagi koleksi buku-buku yang tertata sangat apik memenuhi tiap ruangan di sana.
__ADS_1
"Apa kau mencari sesuatu nona?" tanya seorang pria dengan tiba-tiba, dan itu membuat Chaiya terkejut. "Tidak..! um... maksud ku, iya..." jawab Chaiya terbata karna terkejut sekaligus bingung. "Ada yang bisa ku bantu? karna dari tadi aku melihat mu mondar-mandir di depan ku, dan itu cukup mengganggu!" ucap pria itu dengan ekspresi wajah nya yang datar. Dan tentu saja Chaiya merasa tidak enak dengan sikap pria itu. "Maaf...aku..mencari buku sejarah dan kebudayaan London. Ku rasa, aku tidak bisa menemukanya.." ucap Chaiya dengan senyum yang terpaksa. "Kau orang baru di London?" tanya pria itu masih dengan ekspresi wajah datar nya. "Ya." jawab Chaiya dengan singkat karna mulai kesal dengan kelakuan pria itu. Namun akhir nya pria itu menunjukan tempat di mana buku Chaiya berada, dan Chaiya sudah menemukan buku yang ia cari. "Lain kali, kau bisa bertanya pada petugas informasi jika tidak bisa menemukan buku, kau tidak akan mendapat apa pun dengan mondar-mandir seperti tadi!" ucap pria itu sambil berlalu meninggal kan Chaiya.
"Dasar pria vampir menyebalkan!!!!" umpat Chaiya dalam hati. Chaiya sangat kesal dengan sikap pria itu. Baru kali ini Chaiya bertemu dengan orang sedingin itu. Chaiya pun duduk di bangku yang tadi di tempati pria itu. Namun kini suasana hati Chaiya menjadi kurang baik, tentu saja semua itu karna kejidian yang baru ia alami. Tidak ingin berlama-lama kesal, Chaiya pun mulai membuka buku yang ia bawa dan membaca nya. Begitu menikmati acara membaca buku, hingga membuat Chaiya lupa waktu. Ia tidak sadar jika ternyata hari sudah mulai petang. Ia baru tersadar ketika ponsel yang ada di dalam tas nya bergetar dan mengagetkan nya. Rupanya dokter Jhon lah yang menelpon ponsel Chaiya. "Ya ayah...aku sedang di perpustakaan sekarang." ucap Chaiya pada ayah nya. "Nak sudah seharian kau berkeliling dan ini sudah petang.." ucap dokter Jhon khawatir karna putri nya belum juga pulang ke rumah. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Chaiya, karna Chaiya belum mengenal London dengan baik. "Maafkan aku ayah..baiklah aku akan segera pulang." ucap Chaiya berusaha menenangkan ayah nya. Tak butuh waktu lama akhir nya Chaiya sampai di rumah. "Ayah...aku pulang!" sapa Chaiya pada ayah nya sudah menunggu dengan cemas di ruang tamu. "Astaga Chaiya! kau membuat ayah khawatir. Dari mana saja hingga kau baru pulang?" tanya dokter Jhon sedikit kesal karna kelakuan putri nya itu. Namun bukan Chaiya jika tidak bisa mengambil hati ayah nya. Ia menceritakan semua pengalaman nya hari ini pada ayah nya. Ia juga menunjukan beberapa foto yang ia ambil di lokasi-lokasi yang telah ia kunjungi. Tak lupa ia juga membeli kan ayah nya beberapa sovenir hasil dari belanja nya hari ini. Ia juga menceritakan pengalaman nya di Perpustakaan Britania. Juga pertemuanya dengan pria vampir yang menyebalkan dan membuat nya kesal.
__ADS_1
Dokter Jhon tersenyum bahagia melihat Chaiya yang kini sudah ceria dan mulai melupakan kesedihanya. Ia senang karna usahanya membawa Chaiya pindah ke London tidak sia-sia. Dan kedepanya ia ingin agar Chaiya mulai masuk Universitas dan mulai menata hidup nya.