Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Lacky ( bagian 2 )


__ADS_3

Namun saat Chaiya sudah keluar dari ruang studio, Chaiya langsung pergi ke kantin tanpa menggubris siapa pun. Sehingga Lacky kembali harus mengejar Chaiya sampai ke kantin. Ia heran ada gadis yang sangat ceroboh selain adik nya Lisa, dan membuat nya repot sampai harus meninggal kan kelas mata pelajaran nya. Dan entah mengapa setelah pertemuan nya dengan Chaiya, ia selalu teringat akan Chaiya. Untuk pertama kali nya seorang Lacky tertarik pada wanita, dan itu adalah Chaiya.


💖💖💖

__ADS_1


"Ada apa dengan ku? kenapa wajah nya selalu ada di benak ku?" batin Lacky. Ia tidak mengerti mengapa ia tidak bisa melupakan wajah Chaiya. Sejak pertama bertemu Chaiya, untuk pertama kali nya ia tidak fokus. Bahkan hari ini ia bolos dan tidak mengikuti kelas untuk mata pelajaran nya. Selama ini ia tidak pernah memperhatikan wanita secara lebih, kecuali Lisa dan ibu nya. Walau pun selama ini ia di kelilingi begitu banyak sekali wanita cantik. Banyak gadis di universitas yang mengagumi nya, bahkan Lacky adalah senior idola di Universitas. Namun belum ada satu wanita pun yang berhasil memikat hati nya. Tapi Chaiya, seketika membuat Lacky terpesona. Ia ingin bertemu Chaiya lagi, lagi dan lagi. Entah mengapa pesona Chaiya membuat Lacky seperti kecanduan.


Lacky memutar otak, bagaimana cara agar ia bisa bertemu lagi dengan Chaiya. Kemudian ia teringat bahwa Chaiya adalah sahabat Lisa adik nya. Ia pun mulai menyusun rencana untuk mendekati Chaiya lewat Lisa. "Lisa...ngomong-ngomong aku punya beberapa tiket untuk menonton bioskop. Tapi....aku bingung, dengan siapa aku akan pergi nonton?" ucap Lacky yang mulai memancing perhatian Lisa. "Benarkah? kalau begitu kakak nonton dengan ku saja." ucap Lisa dengan girang. "Masalah nya, aku punya tiga tiket. Jika kita berdua, lalu satu tiket lagi untuk siapa? sayang kan jika tidak di gunakan." ucap Lacky yang berusaha memancing Lisa agar mau mengajak Chaiya. "Aku akan ajak Chaiya juga. Dia pasti suka." ucap Lisa antusias. Lisa kemudian menghubungi ponsel Chaiy dan mengajak nya untuk pergi menonton bersamanya dan kakak nya.

__ADS_1


Walau Lisa seorang perempuan, namun ia tidak begitu suka menghabis kan waktu lama untuk berdadan. Karna nya ia tidak suka menunggu Lacky terlalu lama. Dan kini mereka mulai berkendara dengan mobil sport warna hitam milik Lacky. Mereka akan menjemput Chaiya terlebih dulu, kemudian baru berangkat ke bioskop. Lisa dan Lacky sudah di depan rumah Chaiya sekarang. Lisa membunyikan bel rumah Chaiya dan kemudian bibi Mery membuka kan pintu untuk Lisa dan Lacky. Mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu Chaiya. Dan akhir nya yang di tunggu pun datang. Lacky begitu terkesima melihat Chaiya. Chaiya begitu mempesona di mata Lacky. Walaupun Chaiya hanya memakai kostum celana jeans, kaos dan jaket levis. "Bibi Mery, jika ayah pulang katakan aku ke bioskop dengan Lisa." ucap Chaiya berpamitan pada bibi Mery. Mereka ber tiga pun berangkat ke bioskop bersama. Tak butuh waktu lama mereka kini sudah sampai di bioskop. Masih ada waktu 30 menit sebelum film nya di mulai. "Kakak aku mau pop corn dan soft drink untuk ku dan Chaiya." pinta Lisa pada Lacky. "Dasar menyebal kan!" Lacky hanya bisa mengumpat dalam hati. Bagaimana lagi, saat ini ia harus menuruti semua keinginan adik nya, agar tujuanya mendekati Chaiya berjalan lancar.


Akhir nya Lacky pun membeli tiga pop corn dan tiga soft drink untuk mereka. Sepuluh menit menjelang pemutaran film, mereka pun masuk ke studio di mana film akan di putar. Lacky sudah mengatur agar posisi tempat duduk nya berada di sebelah Chaiya. Senyum pun mengembang di wajah Lacky. Bagaimana tidak, akhir nya ia bisa bertemu Chaiya setelah semua usaha yang dia lakukan. Lampu di studio pun mulai di matikan, dan layar bioskop mulai memutar film. Namun ternyata..."Kakak! kenapa kita nonton film horor?!" ucap Lisa kesal. Lisa sama sekali tidak tau kalau kakak nya mengerjai nya dengan nonton film horor. Lacky berpikir jika mereka nonton film horor, maka Chaiya akan memegang tangan nya atau memeluk nya saat ketakutan. Tapi sayang nya, semua itu hanya imajinasi Lacky. Karna Chaiya sama sekali tidak takut walau film yang di putar sangat seram. Dan orang yang sangat ketakutan di sini adalah Lisa.

__ADS_1


"Dasar kakak menyebalkan! awas saja, akan ku adukan pada ayah agar memangkas uang saku mu!" ancam Lisa yang sangat kesal. Yah...acara menonton Lisa menjadi kacau, dan imajinasi Lacky tidak terwujud. Dan sepertinya hanya Chaiya saja yang menikmati acara menonton mereka. Setelah beberapa jam, film pun usai. Lisa dan Lacky keluar dari studio dengan wajah kusut. Chaiya pun di buat bingung dengan sikap mereka ber dua. Karna sudah waktu nya makan malam, mereka memutuskan untuk makan di food cort baru kemudian pulang. Lacky memesan kan makanan untuk mereka, sementara Lisa masih dengan suasana hati yang buruk. "Ayolah Lisa...kakak mu hanya bercanda. Jangan merusak senang-senang kita dengan marah-marah seperti itu. Lagipula kau terlihat jelek kalau marah." ucap Chaiya yang berusaha membujuk Lisa agar tidak marah. Dan benar saja, Lisa pun mulai tersenyum. Dari kejauhan Lacky memperhatikan Chaiya. "Dia memang gadis yang baik dan manis. Ya Tuhan...apa aku menyukai nya?" guman Lacky sambil terus memperhatikan tingkah polah Chaiya. Mata Lacky tidak bisa berpaling dari Chaiya. Yah...karna hanya Chaiya lah satu-satu nya gadis yang tidak mudah terpesona oleh nya. Lacky melihat Chaiya sebagai sosok yang sangat berbeda dari gadis-gadis yang ia temui selama ini. Chaiya begitu polos, manis, dan sangat santun. Dan seorang Lacky telah di buat tak berdaya oleh nya.


__ADS_2