
Setelah puas dengan semua wahana di pekan raya, dan puas menikmati jajanan di sana, Surya memutuskan mengajak Chaiya pulang. Surya tidak ingin membuat Srada khawatir dengan pulang terlalu malam. Mereka pun meninggal kan pekan raya menuju rumah Chaiya.
Setelah mengantar Chaiya ke rumah dan berpamitan pada Srada, Surya pun pergi untuk pulang ke rumah nya. Semenjak pulang dari pekan raya, hati Surya tidak lagi sama. Ada kegelisahan dalam dirinya. Sebuah perasaan yang dia sendiri pun tidak bisa meng artikan nya.
Dalam benak nya hanya ada Chaiya, mata indah Chiya, senyum manis Chaiya, kepolosan Chaiya.... Bahkan saat ini Surya tidak kunjung bisa memejam kan mata. Dalam hati nya berharap semoga pagi segera datang. Agar dia bisa menemui Chaiya, hatinya kini hanya ingin selalu dekat dengan Chaiya.
Ternyata...bukan hanya Surya yang mengalami hal itu. Hal yang sama juga terjadi pada Chaiya. Jantung Chaiya berdegup kencang saat teringat Surya. Perkataan Surya waktu di pekan raya selalu terngiang di telinga Chaiya. Saat ini Chaiya pun tidak bisa memejamkan mata. Hati nya berharap semoga esok hari Surya akan datang menemui nya.
__ADS_1
Sepasang insan itu tengah di landa cinta. Ya... Chaiya dan Surya telah jatuh cinta. Dan orang yang sedang jatuh cinta tidak akan tahan untuk berjauhan terlalu lama. Mentari telah menujukan sinar nya. Akhir nya sang pagi yang di tunggu tunggu datang juga.
Pagi ini di rasakan Chaiya sangat berbeda. Hembusan angin yang lebih sejuk dan segar dari biasanya. Bahkan begitu semerbak di indra penciuman Chaiya. Sinar mentari terasa begitu lembut menyentuh kulit nya. Dan hatinya serasa di penuhi bunga-bunga...
Seperti biasa pagi ini Chaiya pergi ke sungai untuk mengambil air. Tapi ada yang berbeda kali ini. Senandung Chaiya tidak seperti biasa nya. Senandung pasangan kekasih yang di landa cinta. Karna terlalu berbunga bunga Chaiya tidak memperhatikan langkah nya saat melewati hutan pinus.
Chaiya menabrak dengan posisi wajah nya berada pada dada bidang Surya. Mereka benar-benar sangat dekat sekarang. Bahkan Chaiya dapat mencium aroma tubuh Surya. "Chaiya..!!" suara Surya mengagetkan Chaiya. "Apa yang kau lakukan Chaiya? kali ini kau hampir membuat kepala mu gegar otak!" ucap Surya kesal karna Chaiya tidak hati-hati.
__ADS_1
"Surya..? kenapa kau ada di sini?" tanya Chaiya bingung. "Um...tadi...sebenarnya...aku..mencarimu..." ucap Surya terbata karna gugup. "Bibi Srada bilang..kau pergi ke sungai, jadi aku menyusul mu, aku...menghawatir kan mu.." jelas Surya dengan malu-malu. Ucapan Surya itu sontak membuat Chaiya tersipu dan wajah nya jadi merona.
"Baiklah ayo kita ke sungai!" seru Surya sambil menggandeng tangan Chaiya. Chaiya sangat terkejut dengan tingkah Surya. Dan itu membuat nya merasa sedikit canggung. "Aku akan menggengam tangan mu selamanya Chaiya." ucap Surya yang entah mengapa tiba-tiba terlontar. "Agar kau tidak menabrak pohon lagi!" Imbuh Surya untuk menghilang kan canggung di antara mereka.
Dan sampailah mereka di sungai. Sungai yang begitu indah dengan banyak bebatuan besar. Seperti biasa Chaiya selalu mampir ke tempat faforit nya di sungai. Batu besar di pinggir sungai yang selalu menjadi tempat nya berkhayal.
Sungai indah di srivan
__ADS_1