Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Pergi ke pesta


__ADS_3

Semua sudah meninggalkan studio latihan kecuali Lacky. Ia masih duduk terdiam tanpa melakukan apa pun. Melihat itu Dita pun mendatangi Lacky dan berkata "Cinta itu seharus nya tanpa syarat." "Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti!" ucap Lacky kesal. "Jika kau mencintai Chaiya seharus nya kau tidak memberi syarat bahwa dia harus mencintai mu juga. Karna perasaan itu adalah milik mu, dan tidak akan berubah walau dia tidak mencintai mu." ucap Dita. Lacky di buat kaget dengan ucapan Dita, "bagaimana dia bisa tau?" batin Lacky. Sebenar nya Dita melihat semua kejadian saat Lacky nenyatakan perasaan nya pada Chaiya. Dan pura-pura tidak tau saja selama ini.


💖💖💖


Lacky terdiam setelah mendengar ucapan Dita. Ia merasa bahwa yang di ucapkan Dita ada benar nya juga. "Sudahlah...kau tidak akan mengerti apa yang ku katakan. Aku mau pulang! Bye.." ucap Dita. Dita memutuskan untuk pulang namun tiba-tiba.."Dita!" lacky menahan Dita dengan memegang pergelangan tangan nya. "Mau kah kau menemaniku? aku...butuh teman sekarang ini." ucap Lacky pada Dita. Melihat wajah sendu Lacky, Dita menjadi tidak tega untuk meninggalkanya. Ia pun bersedia menemani Lacky dan menjadi teman mencurahkan isi hati. Lacky dan Dita sedang duduk di sebuah kursi di taman. "Kenapa tiba-tiba dia minta di temani? dasar kekanakan." batin Dita dalam hati.

__ADS_1


"Apa kau punya kekasih Dita?" tiba-tiba Lacky menanyakan hal yang membuat Dita merasa aneh. "Memang nya kenapa?" Dita menjawab dengan pertanyaan juga. "Apa..kau pernah mengalami hal semacam ini?" ucap Lacky. "Ya. Tentu saja pernah." ucap Dita singkat. "Benarkah? siapa orang yang kau suka?" ucap Lacky. Entah kenapa kini ia penasaran dengan dengan orang yang di suka Dita. "Aku menyukai seorang pria, aku sangat menyukai nya. Tapi...sayang nya dia menyukai gadis lain." ucap Dita santai. "Tapi kau tidak terlihat patah hati." ucap Lacky. "Tentu saja hatiku patah. Tapi aku tidak sepertimu! Kekanakan sekali." ejek Dita pada Lacky. "Dasar tidak berperasaan!" ucap Lacky kesal. "Sudahlah, aku mau pulang. Ini sudah malam." ucap Dita. Lacky mengantar Dita pulang, karna bagaimana pun dialah yang membuat Dita menemaninya sampai malam.


Sementara itu Chaiya masih gelisah dan merasa bersalah pada Lacky. Ia tidak ingin jalinan persahabatan nya dengan Lacky rusak. Ia tidak ingin kehilangan sahabat terbaik nya. Saat Chaiya sedang tenggelam dalam lamunan nya tiba-tiba "Tok! Tok!" Suara ketukan di pintu kamar nya membuyarkan lamunan nya. "Chaiya..boleh ayah masuk?" suara dokter Jhon di ambang pintu kamar kamar Chaiya. "Ya ayah, masuk saja." jawab Chaiya. "Ada apa ayah?" tanya Chaiya pada ayah nya. Dokter Jhon menyodor kan sebuah undangan sambil berkata "Ada undangan pesta teman ayah besok. Mau kah kau menemani ayah pergi ke pesta besok?" "Baiklah ayah, aku akan menemani ayah." jawab Chaiya.


Kesokan hari nya, Chaiya dan dokter Jhon pergi ke pesta itu. Chaiya menggunakan dres sepanjang lutut berwarna moca. Ia terlihat sangat manis dan mempesona dengan rambut hitam panjang nya yang terurai. Sementara dokter Jhon terlihat sangat gagah dengan setelan tuxedo berwarna hitam. Mereka memasuki gedung ballroom di mana pesta di adakan. Chaiya menggandeng tangan ayah nya dan membaur dengan para undangan pesta. Semua tamu undangan di sana adalah teman dan kolega dokter Jhon. Dokter Jhon mengenal kan Chaiya pada teman-teman dan kolega nya. Ia sangat bangga dengan putri nya itu. "Ku dengar kau belajar musik di Royal College of Music, nona Chaiya?" ucap salah seorang teman dokter Jhon. "Benar nyonya." jawab Chaiya. "Wah kau pasti pandai bermusik." ucap teman dokter Jhon yang lain. "Tidak..aku tidak sepandai itu." ucap Chaiya merendah. Teman-teman dokter Jhon sangat menyukai Chaiya. Menurut mereka Chaiya adalah anak yang baik, tidak sombong dan sangat berbakat.

__ADS_1


Dan saat pria itu melihat Chaiya "Kau!" ucap pria itu terkejut. Chaiya pun terkejut, karna ternyata pria itu adalah "Pria vampir." ucap Chaiya spontan. Mendengar ucapan Chaiya sang wanita itu pun marah "Apa katamu? dasar gadis tidak punya sopan santun!" hardik nya pada Chaiya. Pria itu lalu meminta sang wanitanya untuk pergi agar tidak terjadi ketibutan. Dan setelah itu pria itu mulai mendekati Chaiya, dengan wajah datar dan tatapan tajam nya. Tentu saja hal itu membuat nyali Chaiya sedikit menciut. "Kau bilang apa tadi? aku pria vampir?" ucap pria itu sambil memicing kan mata. Pria itu semakin mendekat hingga kini jarak antara dia dan Chaiya hanya beberapa centy saja.


"Ti-tidak...aku..." ucap Chaiya terbata karna ketakutan. "Apa sekarang kau takut pada ku hm?" ucap pria itu sambil mendekat kan wajah nya pada Chaiya.


Pria vampir

__ADS_1



Chaiya mematung dan tidak bisa berkata apapun. Dalam hidup nya ini pertama kalinya ia bertemu dengan pria yang menakutkan. "Gara! Namaku Gara." ucap pria itu dengan masih menggunakan ekspresi wajah datar nya. "Jadi...aku harus memanggil mu apa? nona ceroboh." ucap Gara yang terus menatap Chaiya dengan tajam. "A-aku...Cha-Chaiya.." ucap Chaiya ketakutan. Tangan Chaiya gemetar dan lutut nya terasa lemas. "Kau selalu jadi pengganggu sejak pertama kita bertemu. Dulu kau mengganggu di perputakaan, dan sekarang kau juga mengganggu ku di sini." ucap Gara. Mendengar ucapan Gara, Chaiya hanya bisa tertunduk. "Ya Tuhan..kenapa aku harus bertemu pria vampir ini lagi?" batin Chaiya. Saat pertemuan pertama mereka dulu di perpustakaan, itu sudah cukup membuat Chaiya kesal. Dan sekarang Gara membuat Chaiya ketakutan karna sikap nya.


__ADS_2