
Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang dan menyiapkan keperluan untuk besok. "Chaiya ayo..kuantar kau pulang." ucap Lisa sambil membuka pintu mobil sport warna merah nya. Yah...Lisa sudah terbiasa membawa mobil sendiri sejak usia 19 tahun. Dan itu hal yang wajar mengingat ia adalah putri dari keluarga terpandang. Kini mereka sudah sampai di rumah Chaiya. Dan Chaiya memaksa Lisa untuk mampir. Lisa pun tidak bisa menolak permintaan sahabat baru nya itu. Dan itulah Chaiya, tidak ada orang bisa menolak nya.
💖💖💖
Hari pertama Chaiya di universitas berjalan dengan sangat baik dan menyenangkan. Chaiya menceritakan semua pengalaman hari ini pada ayah nya, termasuk sahabat baru nya Lisa. Dokter Jhon senang karna Chaiya mendapat kan sahabat dan teman-teman baru. Ia berharap teman-temanya tidak akan membuat Chaiya merasa kesepian lagi. "Chaiya besok ayah ada seminar, dan mungkin akan pulang terlambat. Bibi Mery akan menemani mu di rumah." ucap dokter Jhon. "Baiklah ayah, aku pun mungkin akan sedikit sibuk besok." jawab Chaiya. Yah...jadwal kegiatan belajar Chaiya memang cukup padat di universitas. Lisa mengirim pesan di handphon pintar milik Chaiya "Chaiya besok ku jemput di rumah mu jam 7, kita berangkat bersama. Jangan terlambat okay!" Chaiya mengangkat alis nya setelah membaca pesan dari sahabat nya itu. "Seharus nya aku yang mengatakan jangan terlambat. Dasar Lisa..." batin Chaiya.
__ADS_1
Pagi pun tiba, dan pagi ini dokter Jhon berangkat lebih awal karna akan menghadiri seminar di Oxford University. Ia akan jadi pembicara dalam acara seminar tersebut. Tak kalah dengan ayah nya, Chaiya pun kini sedang sibuk menyiapkan keperluan nya untuk belajar hari ini. Chaiya menyempatkan untuk sarapan, dan seperti biasa bibi Mery sudah menyiapkan hidangan untuk sarapan Chaiya pagi ini. Namun tiba-tiba "Ting tong!" bel rumah Chaiya berbunyi. Bibi Mery membuka pintu untuk melihat siapa yang bertamu sepagi ini. Dan ternyata, itu adalah Lisa yang datang untuk menjemput Chaiya. "Selamat pagi Chaiya..!" sapa Lisa dengan senyum lebar di wajah nya. "Selamat pagi Lisa, kau datang pagi sekali? bukan kah kau bilang akan menjemputku jam 7? dan sekarang masih jam 6..." ucap Chaiya yang masih bingung dengan kelakuan sahabat nya itu. "Biasakan lah mulai sekarang Chaiya. Karna aku tidak seperti gadis-gadis yang lain, jika mengatakan lima menit yang arti nya adalah lima jam.." celoteh Lisa. Chaiya pun tertawa mendengar itu, kadang Lisa memang sangat konyol. Dan akhir nya mereka sarapan bersama di rumah Chaiya. Lisa memuji masakan bibi Mery yang lezat, dan menurut nya masakan pelayan di rumah nya tidak selezat masakan bibi Mery.
Kini Chaiya dan Lisa berangkat ke universitas bersama. Lisa mengendarai mobil milik nya dengan sangat mahir. Dalam perjalanan Lisa memutar musik dari MP3 yang ada di mobil nya, dan selera musik mereka tidak jauh berbeda. Mereka sangat menikmati perjalan ke univertisitas hari ini. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di universitas. Mereka segera menuju ruang kelas, karna sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai. Chaiya mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. Karna ia sudah berjanji pada ayah nya akan belajar dengan tekun. Tak terasa jam mata pelajaran pertama telah usai. "Lisa kau ke studio duluan saja, aku akan ke toilet dulu." ucap Chaiya. "Baiklah, ku tunggu di studio dan jangan terlalu lama, kau bisa terlambat nanti!" ucap Lisa yang cerewet nya melebihi Chaiya. Setelah dari toilet, Chaiya bergesas untuk segera menuju studio. Ia berjalan dengan tergesa dan tanpa sadar ia menjatuhkan handphon milik nya.
Chaiya masih belum menyadari kalau handphon milik nya tidak ada. Ia sibuk dengan alat musik yang sedang di pejari nya di studio. Pelajaran telah usai dan tiba saat nya bagi Chaiya dan Lisa pergi ke kantin kesayangan. Perut mereka sudah meronta-ronta sekarang. Setelah memilih menu makanan kini mereka pun menikmati makan siang bersama beberapa teman yang lain. Chaiya memeriksa kabar dari ayah nya, ia pun merogoh ke dalam tas untuk mencari handphon milik nya. Namun betapa terkejut nya ia, karna handphon nya tidak ada di sana. Ia berusaha mengingat di mana terakhir ia meletakan handphon nya, namun ia tetap tidak ingat.
__ADS_1
Lacky
"Dasar Lisa...kenapa dia selalu mengganggu di saat seperti ini?" batin Lacky dalam hati. "Baiklah, aku harus masuk kelas sekarang. Bye Chaiya..." ucap Lacky pada Chaiya. Teman-teman Chaiya pun kini mengalihkan pandangan mereka pada Chaiya. Mereka heran kenapa hanya Chaiya yang di sapa Lacky. Wajar saja mereka berpikir begitu, karna Lacky terkenal cuek pada wanita. Dan untuk pertama kalinya hari ini dia bersikap ramah, dan itu pada Chaiya. Sebenar nya saat Chaiya keluar dari toilet tadi, tidak sengaja Lacky melihat Chaiya menjatuh kan handphon nya. Lacky berusaha memanggil Chaiya, namun Chaiya tidak mendengar karna terburu-buru. Ia mengejar Chaiya namun sayang nya Chaiya sudah masuk ke ruang studio. "Gadis ini ceroboh sekali." batin Lacky. Akhir nya Lacky memutuskan untuk menunggu Chaiya di luar ruang studio, padahal saat itu ia sedang ada kelas.
__ADS_1
Namun saat Chaiya sudah keluar dari ruang studio, Chaiya langsung pergi ke kantin tanpa menggubris siapa pun. Sehingga Lacky kembali harus mengejar Chaiya sampai ke kantin. Ia heran ada gadis yang sangat ceroboh selain adik nya Lisa, dan membuat nya repot sampai harus meninggal kan kelas mata pelajaran nya. Dan entah mengapa setelah pertemuan nya dengan Chaiya, ia selalu teringat akan Chaiya. Untuk pertama kali nya seorang Lacky tertarik pada wanita, dan itu adalah Chaiya.