
Tanpa terasa penonton terbawa dalam lagu yang mereka bawakan. Mereka mulai mengikuti lagu dan menggerakan tubuh mereka. Penampilan perdana D'n Jell yang sangat memukau. Para juri pun bertepuk tangan untuk penampilan mereka yang luar biasa.
💖💖💖
__ADS_1
Penampilan dari para peserta kompetisi telah sampai pada nomer terakhir. Kini waktu nya bagi para juri untuk menentukan pemenang dari kompetisi musik ini. Juri terlihat berdiskusi dengan sangat alot untuk memutuskan siapa kah pemenang dari kompetisi. Sementara para peserta terlihat tegang menunggu hasil keputusan dewan juri. Dan akhir nya, saat untuk mengumum kan pemenang dari kompetisi pun tiba. Pembawa acara mulai mengumumkan hasil keputusan dewan juri "Dengan ini, saya umum kan keputusan dari dewan juri yang tidak bisa di ganggu gugat. Juara tiga...di raih oleh peserta dengan nomer 75! Juara dua di raih oleh peserta nomer 107! Dan jura pertama di raih oleeeh..." pembawa acara itu diam untuk beberapa saat. Para peserta di buat penasaran, siapakah juara pertama dari kompetisi ini. Mereka berharap merekalah juara pertama dari kompetisi. Chaiya dan teman-teman pun mulai tegang, "Juara satu...juara satu! Please..." guman Lisa. "Juara satu dari kompetisi ini adalah peserta nomer...satu!" ucap sang pembawa acara dengan lantang. "Huh...kita gagal!" dengus Lisa karna kecewa. Chaiya dan yang lainya pun merasakan hal yang sama. Tapi mau bagaimana lagi, inilah kompetisi ada yang menang, pasti ada yang kalah. Mereka berusaha berlapang dada menerima kekalahan, namun ternyata "Peserta terfaforit! Adalah peserta dengan nomer 20! D'n Jeeell!!" ucap pembawa acara.
"Teman-teman kita berhasil!" seru Chaiya sambil melompat kegirangan. "Yeeey!!" seru Lisa, Dita dan Raka. Hanya Lacky saja yang terlihat santai dengan keberhasilan mereka, walau begitu ia juga merasa sangat senang. Walaupun mereka tidak mendapat juara satu, namun juri memutuskan bahwa D'n Jell berhak tampil dalam konser bergengsi yang akan di adakan di salah satu tempat terkemuka di London. Juri menyaran kan agar mereka membawakan lagu karya mereka sendiri dalam penampilan berikut nya. Chaiya sangat berterimakasih dengan saran yang di berikan juri. Ia dan teman-teman semakin bersemangat untuk persiapan penampilan mereka di konser.
__ADS_1
"Ya Tuhan...aku tidak percaya! kita akan tampil di konser!" ucap Dita. "Kita harus merayakan ini!" ucap raka bersemangat. "Benar sekali. Ku traktir kalian untuk merayakan kemenangan kita." ucap Lacky. "Yeeey!!" mereka pun bersorak bersama. Lacky mengajak teman-teman nya makan di sebuah caffe untuk merayakan keberhasilan mereka. Lisa dan Dita bersemangat sekali memesan makanan. Mereka memesan berbagai makanan seperti mereka belum makan tiga hari saja. "Ya ampun..kalian berdua rakus sekali. Banyak sekali pesan makanan nya!" ucap Lacky. "Kau ini, pelit sekali! Kau bilang mau traktir kan? jadi jangan protes!" ucap Dita kesal. Lacky hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Lisa dan Dita. Ia bergidik melihat selera makan mereka berdua.
"Kak Lacky aku..aku minta maaf. Aku..aku menganggapmu seperti kakak ku sendiri. Aku tidak bisa...menerima cinta mu." ucap Chaiya dengan sendu. Ia merasa bersalah karna melukai hati Lacky. Namun ia juga belum bisa membuka hati nya untuk pria lain selain Surya. Memang benar, ucapan Chaiya telah mematahkan hati Lacky. Lacky hanya bisa terdiam dan menerima keputusan Chaiya. Chaiya kemudian beranjak dan meninggal kan Lacky. Semenjak pernyataan cinta Lacky pada Chaiya, hubungan mereka berdua tak lagi sama. Seperti ada jarak di antara mereka. Hari ini seperti biasa Chaiya menghabiskan waktu nya di universitas. Ia dan teman-teman nya berkumpul di kantin untuk membahas persiapan konser mereka. Namun kali ini Lacky tidak ada bersama merekeka. "Kemana kak Lacky?" tanya Dita. Bagi Dita hari nya tidak lengkap tanpa melihat Lacky.
__ADS_1
"Entahlah. Aku juga belum melihat nya seharian ini." ucap Lisa. Chaiya pun terdiam mendengar percakapan temanya, yang membuat ia teringat akan kejadian kemarin saat Lacky menyatakan perasaan nya. "Um..teman-teman maaf aku harus pergi. Aku lupa, aku ada janji dengan ayah." ucap Chaiya tiba-tiba. "Tapi Cha.. " Lisa belum selesai bicara namun Chaiya sudah pergi. "Ada apa dengan Chaiya? tidak biasa nya dia begitu." batin Lisa dalam hati. Lisa merasa ada yang aneh dengan sikap sahabat nya itu. Keesokan hari nya mereka memulai latihan rutin mereka. Walau pun pelaksanaan konser masih beberapa bulan lagi, tapi mereka tetap melakukan latihan dengan rutin. Lisa memaksa Lacky untuk ikut latihan kali ini. Sebenar nya hari ini Lacky tidak mau ikut latihan, ia belum siap untuk bertemu Chaiya setelah kejadian waktu itu. Hubungan Lacky dan Chaiya yang tadi nya akrab kini menjadi canggung. Dan itu mempengaruhi latihan mereka hari ini. "Ada apa dengan kalian? hari ini kalian kacau sekali." ucap Lisa kesal. "Lisa...aku minta maaf. Sepertinya, aku tidak bisa fokus hari ini. Jadi, kita akhiri saja latihan nya." ucap Chaiya. Mereka menyetujui permintaan Chaiya, mereka tidak bisa memaksa latihan dengan kondisi Chaiya yang seperti itu.
Sementara itu Lacky hanya diam sepanjang latihan. Mereka akhir nya memutus kan untuk pulang dan melanjutkan latihan minggu depan. Semua sudah meninggalkan studio latihan kecuali Lacky. Ia masih duduk terdiam tanpa melakukan apa pun. Melihat itu Dita pun mendatangi Lacky dan berkata "Cinta itu seharus nya tanpa syarat." "Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti!" ucap Lacky kesal. "Jika kau mencintai Chaiya seharus nya kau tidak memberi syarat bahwa dia harus mencintai mu juga. Karna perasaan itu adalah milik mu, dan tidak akan berubah walau dia tidak mencintai mu." ucap Dita. Lacky di buat kaget dengan ucapan Dita, "bagaimana dia bisa tau?" batin Lacky. Sebenar nya Dita melihat semua kejadian saat Lacky nenyatakan perasaan nya pada Chaiya. Dan pura-pura tidak tau saja selama ini.
__ADS_1