Cahaya Di Mataku

Cahaya Di Mataku
Will You Merry Me


__ADS_3

"Semua pakaian itu untuk mu. Nona ceroboh!" itulah pesan yang tertulis di sana. Chaiya tidak habis pikir, bagaimana bisa Gara menyiapkan pakaian sebanyak ini. Toh dia hanya menginap semalam saja. "Dasar vampir aneh!" guman Chaiya. Chaiya mengambil setelan piyama berwarna pink untuk ia pakai tidur. Ia memang terbiasa memakai piyama saat tidur. Kini Chaiya pun mulai merebahkan tubuh nya di ranjang king size itu. "Ya ampun..! bahkan tempat tidur ini lebih seperti lapangan bola saja" gerutu Chaiya. Ia pun mulai terlelap, karna hari ini cukup melelahkan bagi Chaiya.


💖💖💖


Setelah terlelap semalaman, kini pagi pun tiba menyapa London. Chaiya pun mulai menggeliatkan tubuh nya di bawah selimut lembut yang ia pakai semalam. Chaiya mengerjapkan matanya, dan mulai mengingat di mana ia berada. Kini ia mulai ingat kalau semalam ia menginap di mansion milik Gara. Tak ingin berlama-lama di atas ranjang, Chaiya pun bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai dengan kegiatan mandi nya, ia melihat ada pesan masuk terlihat di layar ponsel nya. Dan ternyata pesan itu berasal dari Gara. "Gadis ceroboh kau sudah bangun? jangan lupa ganti baju mu, pilihlah sesukamu baju yang ada di lemari." itulah pesan yang di kirim Gara.


Chaiya mengambil celana jeans dan kaos raglan dari lemari itu, kemudian ia pun bersiap-siap. Dan saat Chaiya membuka pintu kamar, betapa terkejutnya ia. Bagaimana tidak, ternyata Gara sudah berdiri di ambang pintu. "Apa yang kau lakukan di depan pintu kamar ku?" tanya Chaiya. "Menunggu mu. Ku pikir kau tidak akan bangun, dasar putri tidur!" ucap Gara. Ia sangat suka sekali mengganggu Chaiya. Gara kemudian mengajak Chaiya untuk untuk sarapan bersama. Mereka kini tengah duduk di meja makan yang cukup luas jika hanya mereka berdua yang makan di sana. Para pelayan mulai melayani dan menghidangkan aneka menu untuk sarapan mereka.

__ADS_1


"Kenapa harus membuat makanan sebanyak ini hanya untuk sarapan dua orang!?" batin Chaiya. Gara memang meminta pelayannya untuk membuat berbagai hidangan untuk mereka. Karna bagi Gara ini adalah moment yang sangat spesial. Biasa nya Gara jarang sekali makan di rumah. "Tuan Gara, setelah ini aku harus segera ke universitas. Kau tau kan saat untuk konser ku sebentar lagi, jadi kau jangan mengganggu ku terus." ucap Chaiya. Ia memang kehilangan beberapa kali waktu latihannya karna ulah Gara. Karna Gara terus mengajak Chaiya pergi akhir-akhir ini.


Gara mengantar Chaiya pergi universitas hari ini. Dan Chaiya benar-benar harus konsentrasi pada persiapan konsernya yang tinggal beberapa minggu lagi. Sementara itu Gara terlihat begitu bahagia di kantor. Suatu pemandangan yang tidak biasa bagi semua karyawan di kantor. "Ada apa dengan tuan Gara? dia terlihat bahagia akhir-akhir ini.." ucap salah satu karyawan. Tentu saja para karyawan terheran-heran dengan sikap Gara sekarang. Sekarang ia mulai terlihat ramah pada semua karyawan nya. Di dalam ruangannya Gara memandang layar laptopnya sambil tersenyum. Ya..diam-diam Gara merencanakan setuatu, suatu kejutan yang hanya dia sendiri yang tau.


Hari telah berganti dan minggu telah berlalu. Musim dingin pun telah berganti, udara yang membeku kini mulai menghangat. Tumpukan salju mulai meleleh, dan dedaunan mulai mengeluarkan tunas baru. Begitu pula dengan hidup Gara yang sperti musim semi. Tunas-tunas cintanya mulai tumbuh bersemi dan semakin lebat. Musim dingin dalam hidupnya telah berlalu, dan hati nya yang membeku kini mulai hangat. Ya, Chaiya telah membawa musim semi dalam hidup Gara. Begitu pula Gara, perlahan ia mulai menyembuhkan luka di hati Chaiya.


Saat tengah sibuk dengan persiapan mereka, tiba-tiba..."tok! tok!" ada yang mengetuk pintu ruangan mereka. "Nona Chaiya, ada seseorang mencari mu." ucap seorang panitia. "Siapa yang mencariku di saat seperti ini?" batin Chaiya. Chaiya keluar ruangan untuk melihat siapa orang yang mencarinya. "Tuan Gara! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Chaiya heran. "Kenapa melotot begitu! Dasar gadis ceroboh." ucap Gara. "Dengar ya, aku sedang sibuk sekarang! Kau bisa menggangguku nanti saja!" ucap Chaiya kesal.

__ADS_1


"Aku datang bukan ingin mengganggu mu Chaiya." ucap Gara dengan ekspresi serius. Chaiya merasa aneh dengan sikap Gara yang tiba-tiba berubah. "Chaiya...Will you merry me?" ucap Gara tiba-tiba. Chaiya terdiam dan mematung mendengar ucapan Gara. Ia tidak menyangka Gara akan melamar nya di saat seperti ini. Hubungan mereka kini memang sangat dekat, Chaiya mulai membuka hati nya untuk Gara. Namun yang dilakukan Gara begitu tiba-tiba. Chaiya pun tidak tau harus mengatakan apa.


"Chaiya, besok aku akan pergi ke Dubai untuk mengurus bisnis ku. Dan aku akan di sana dalam beberapa minggu. Jadi...aku ingin melamarmu sebelum aku pergi." ucap Gara. "Chaiya...katakan sesuatu. Aku ingin kau menjadi milikku sebelum aku pergi." imbuh Gara. Chaiya tau kalau Gara begitu tulus pada nya. Namun ia takut kisah kelam nya bersama Surya akan terulang. "Aku akan kembali padamu, kisah itu tidak akan terulang. Aku janji." ucap Gara berusaha meyakinkan Chaiya. Ia tau bahwa Chaiya masih sedikit trauma dengan kisah masa lalunya.


Kali ini Chaiya berusaha membuat hati dan fikirannya positif. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Gara tidak akan meninggalkannya. "Yes..I do." ucap Chaiya. Gara tersenyum dan sangat bahagia mendengar jawaban Chaiya. Bagaimana tidak, dengan susah payah ia berjuang untuk mendapatkan hati Chaiya. Akhirnya kini Chaiya bersedia menerima cintanya. Gara memakaikan cincin di jari manis Chaiya. Cincin berlian yang di siapkan Gara sejak lama untuk Chaiya.


Cincin itu adalah cincin peninggalan mendiang ibunya Gara. Saat Gara kecil ibunya pernah menunjukan cincin itu padanya. Ibu berkata "Suatu saat, jika kau menemukan cinta sejatimu. Maka berikan cincin ini untuknya." Gara selalu mengingat ucapan ibu nya dulu. Dan kini ia merasa Chaiya adalah cintanya, hidupnya dan prioritasnya. "Aku akan menelpon mu setiap hari." ucap Gara. "Terserah kau saja tuan Gara. Sekarang biarkan aku pergi, karna sebentar lagi aku akan tampil." ucap Chaiya. Chaiya pun berbalik dan mulai menuju ruangannya. Namun Langkah Chaiya terhenti karna Gara menahan pergelangan tangannya. Gara mendekat pada Chaiya lalu mencium kening Chaiya dan berkata "Aku mencintamu..gadis cerobohku."

__ADS_1


__ADS_2