
"Halo!" ucap Chaiya. "Halo nona Chaiya, apa aku mengganggu?" ucap seorang di seberang sana. Chaiya terkejut ternyata penelpon itu bukan Gara. "Um..maafkan aku, tapi siapa ini?" ucap Chaiya sedikit malu karna sempat menjawab dengan kasar. "Aku Crish, penggemarmu." ucap Surya. "O...tuan Crish, ada apa tuan?" ucap Chaiya. "Begini nona Chaiya, temanku ingin mengundangmu dan kawan-kawanmu untuk acara pestanya, bisakah kita bertemu untuk membicarakan itu?" ucap Surya. Surya mulai mencari alasan agar bisa bertemu dengan Chaiya. "Baiklah. Kita bertemu siang ini di Hyde Park.
💖💖💖
Seperti biasa hari ini Chaiya disibukan dengan kegiatan di universitas. Tak terasa kini Chaiya sudah di semester akhir. Karna itu kini ia sedang sangat sibuk dengan skripsinya. Selain itu ia dan teman-temannya kini juga sibuk dengan para penggemar mereka. Setelah penampilan mereka di konser akbar, kini mereka sudah seperti selebriti saja.
Siang ini seperti janjinya pada Surya, ia pun bergegas menuju Hyde Park sepulang dari universitas. Dan kini ia sudah berada di sana. Mata Chaiya berkeliling mencari keberadaan Surya, namun ia belum menemukan sosok yang ia cari. Ia merogoh tasnya dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Surya. Namun, belum sempat ia menghubungi Surya, tiba-tiba..."Nona Chaiya." sapa Surya. Chaiya sedikit terkejut dengan kehadiran Surya yang tiba-tiba.
"Aku baru mau menghubunginya, dan tiba-tiba dia ada di belakangku.." batin Chaiya. "Apa..kau sudah menunggu lama tuan Crish?" ucap Chaiya. "Tudak nona Chaiya, aku baru sampai 30 menit yang lalu." jawab Surya. "Maaf kau harus menunggu, jadi...kau bilang ingin membicarakan pesta temanmu kan?" ucap Chaiya. "Ah..ya ya, aku jadi lupa. Begini, um..temanku akan mengadakan pesta ulang tahun 10 bulan lagi. Dan dia ingin kalian mengisi acara di sana." ucap Surya sedikit gelagapan.
__ADS_1
"Tapi..itu kan masih lama sekali. Kenapa kau mengatakannya sekarang?" ucap Chaiya. Chaiya merasa sedikit aneh dengan sikap Surya. "Ya...dia takut jadwal kalian padat, jadi aku berinisiatif untuk mengatakan padamu jauh-jauh hari." ucap Surya. "Kau tidak berubah sayang, kau selalu suka menanyakan banyak hal." batin Surya dalam hati. Ia terus memandang Chaiya sambil tersenyum penuh arti, sejak dulu ia selalu senang melihat ekspresi polos Chaiya.
"Nona Chaiya, karna kita sudah di sini, bagaimana kalau kita berkeliling. Kau tidak keberatan kan?" ucap Surya. "Tidak, aku tidak keberatan. Ayo kita berkeliling!" ucap Chaiya antusias. Sebenarnya sejak ia tinggal di London ia belum pernah datang ke taman Hyde Park. Di musim semi seperti ini taman Hyde Park sangatlah indah. Pepohonan yang hijau dan rindang, bunga-bunga yang beraneka ragam dan rerumputan hijau yang terbentang sepanjang mata memandang. Pemandangan itu mengingatkan Surya saat ia dan Chaiya menghabiskan waktu di Srivan dulu.
Lelah berkeliling taman kini mereka duduk dibawah sebuah pohon rindang, dengan rumput hijau sebagai karpetnya. Keadaan mereka saat ini sama persis seperti saat dulu mereka duduk bersama di bukit Srivan. Surya sengaja ingin menggali memory Chaiya tentang kebersamaan mereka dulu. "Nona Chaiya apa kau tau, pemandangan taman ini mengingatkan ku pada seseorang." ucap Surya. "Benarkah? siapa itu? apa kekasihmu tuan Crish?" ucap Chaiya yang kini penasaran dengan cerita Surya.
"Apa aku boleh tau, seperti apa kekasihmu tuan Crish?" tanya Chaiya. Surya yang tadinya terpaku memandang langit, kini tersenyum ke arah Chaiya karna mendengar pertanyaan Chaiya. "Dia...gadis yang sangat manis. Dia begitu lugu dan polos, saat dia tersenyum seluruh alam seolah tertunduk padanya." ucap Surya sambil memandang lekat pada Chaiya. "Lalu, di mana dia sekarang?" ucap Chaiya. "Kami...telah terpisah 4 tahun yang lalu" ucap Surya dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Maaf kan aku tuan Crish..aku tidak bermaksut..." ucap Chaiya merasa bersalah. Namun belum sempat Chaiya menyelesaikan ucapanya, Surya sudah memotong ucapanya. "Tidak Nona Chaiya. Aku tidak menyasali keadaan ini. Aku bersyukur bertemu dengannya, walau kami telah terpisah. Setidak nya aku masih memiliki kenangan indah bersamanya." ucap Surya dengan mata berkaca-kaca. "Bagaimana denganmu nona Chaiya? bagaimana dengan kisah mu?" ucap Surya.
Surya semakin menggiring Chaiya pada kenangan tetangnya. Dan benar saja, Chaiya kini teringat akan kenangan indah nya bersama Surya. "Ada seorang pria yang selalu ada dalam hatiku selamanya. Seorang pria yang kucintai. Dia telah memberi kehidupan padaku, dia telah memberikan cahaya di mataku. Sehingga aku dapat melihat indahnya dunia dengan mataku." Chaiya terdiam sejenak. "Namun takdir berkata lain tuan Crish, aku kehilangan dia di saat seharusnya aku bisa melihat wajahnya. Dia mengalami kecelakaan, dan meninggalkanku untuk selamanya." ucap Chaiya sambil terisak.
Surya begitu terkejut mendengar cerita Chaiya. Kini terjawab sudah, mengapa ia tidak bisa menemukan Chaiya selama ini. "Ternyata selama ini Chaiya pikir aku sudah tewas dalam kecelakaan itu." batin Surya. Surya tidak bisa membayangkan, betapa selama ini Chaiya amat menderita karna kehilanganya. Ingin sekali Surya memeluk dan mendekap Chaiya dan berkata "Aku masih hidup sayang." Namun ia tak kuasa melakukan itu. Yang bisa di lakukan Surya saat ini hanyalah menepuk-nepuk pundak Chaiya untuk menghiburnya.
"Maafkan aku tuan Crish, aku jadi menangis di depanmu." ucap Chaiya sambil menghapus air matanya. "Tidak apa nona Chaiya. Menanangislah agar bebanmu sedikit berkurang." ucap Surya. Ucapan Surya itu mengingatkan Chaiya kembali pada ucapanSurya dulu. Dulu Surya pernah mengatkan hal yang sama saat Chaiya kehilangan ibunya. "Kenapa aku merasa, ucapan tuan Crish selalu mirip dengan ucapan Surya." batin Chaiya.
"Nona Chaiya, sepertinya kita harus mengakhiri kisah-kisah kita hari ini. Aku takut kau terkena masalah jika pulang terlalu malam." ucap Surya. Ya..tanpa sadar mereka mengabiskan waktu bersama hingga senja. Chaiya merasa sangat nyaman bersama dengan Surya. Walau Chaiya tidak menyadari Crish adalah Surya nya, namun hati Chaiya seperti menemukan kedamaian yang pernah hilang. Kedamaian dan kenyamanan yang tidak bisa Chaiya dapatkan selain pada Surya. Bahkan Chaiya pun tidak menemukan itu pada diri Gara.
__ADS_1
Hati Chaiya begitu gembira dan berbunga-bunga setelah bertemu Crish yang tidak lain adalah Surya. Ia mersakan hal yang dulu pernah ia rasakan saat bersama Surya. Perasaan yang membuatnya merasa benar-benar hidup, yaitu...perasaan cinta.