Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 11. DONGENG UNTUK SI KEMBAR


__ADS_3

Ketika akan pergi Jason melirik kearah Hanna dan melihat senyum Hanna membuat Jason membuka kembali kilasan masa lalu nya.


Tanpa sengaja Hanna melihat hal itu hingga membuatnya agak panik melihat sikap Jason yang terpaku sambil menatapnya tajam. Ia buru-buru mengajak kedua anaknya pergi menghindar dengan alasan mereka harus segera berangkat sekolah.


//SKIP DISEKOLAH


Disekolah akeu dan beni lagi genit-genitan, hehe..... akeu tersenyum malu-malu saat beni memberinya ciuman jauh. Mereka sedang berakting menjadi suami istri.


Tiba-tiba akbi datang mengganggu mereka. Ia tak terima beni menjadi suami akeu adiknya. Akbi tidak terlalu suka jika melihat keakraban mereka, bukan hanya kepada beni namun kepada semua teman laki-laki akeu ia tidak suka. Akbi takut jika adiknya sampai tersakiti, entah pikiran itu datangnya darimana mereka masih anak berumur kurang dari 5 tahun tetapi sudah bisa berpikir jauh ke depan.


Beni yang tidak terima melampiaskannya dengan mengejek akbi dan ibunya. Jelas saja akbi langsung marah. Ia menendang kaki beni lalu menarik lengan akeu dan berlari pulang.


//SKIP DIRUMAH


Akeu pulang dengan menangis. Ia mengadu pada hanna jika kakak sudah menarik paksa lengannya dan membawanya pulang.


Namun tiba-tiba akbi berkata ia ingin cepat besar agar bisa melindungi Hanna dan juga akeu. Hanna terharu mendengar hal itu lalu memeluk akbi dan akeu dengan mata berkaca-kaca. Meski ia bingung kenapa akbi jdi bersikap seperti itu.


Singkat cerita Hanna menerima telepon dari wali kelas akbi dan akeu, ia memberitahu jika akbi tadi menendang kaki seorang anak laki-laki karena anak tersebut bermain dengan adiknya, mendengar hal itu membuat Hanna terkejut. setelah mematikan telepon Hanna memanggil akbi dan akeu untuk diinterogasi oleh nya.


"Akbi akeu apa ada yang perlu kalian cerita kan ke mama" tanya Hanna pada anaknya


Namun keduanya tak bergeming mereka malah saling lirik satu sama lain bukan menjawab pertanyaan mamanya.


"Apa mama harus datang ke sekolah dan bertanya langsung kepada guru kalian?" tanyanya lagi

__ADS_1


"Mama,,, maafkan akbi, tadi akbi menendang kaki beni karena beni berani genit-genitan sama akeu" jawabannya polos


"Tapi akeu enggak genit kok mah, tadi kami berdua cuma akting jadi sepasang suami istri saja, kakak saja yang berlebihan." timpalnya


Mendengar hal itu membuat Hanna ingin marah sekaligus tertawa, bagaimana tidak anaknya masih kecil tapi sudah genit dan kakaknya sudah seperti bodyguard yang siap menghajar siapa saja yang dekat dengan adiknya.


"Kenapa kakak tidak suka jika akeu berdekatan sama beni, Mereka cuma akting?" tanya Hanna sekali lagi.


"Gak cuma beni ma, akbi gak suka kesemua laki-laki yang ngedeketin akeu"


"Kenapa????"


"Mama, akbi itu sudah hafal dengan sifat akeu, akeu itu terlalu ramah dan baik kesemua orang dia bahkan sering dimanfaatkan oleh teman-temannya" jawabnya kesal "Akbi hanya ingin melindungi akeu saja ma." timpalnya.


"Akbi akeu sini sayang" Panggil Hanna menyuruh kedua anaknya duduk disebelah nya. Hanna bercerita tentang kisah kakak beradik.


"Dahulu kala ada dua anak kembar laki-laki dan perempuan mereka saling menyayangi satu sama lain. Suatu hari mereka berdua tersesat di hutan ketika sedang bermain. Mereka berjalan seharian penuh, saat hujan turun dan hari menjelang malam, mereka merasa sangat kelelahan dan kelaparan setelah berjalan jauh. Mereka menemukan satu celah di pohon yang berlubang dan masuk ke celah pohon tersebut dan jatuh tertidur dengan cepat.


Pagi harinya, ketika mereka bangun, matahari bersinar terang dan membawa kehangatan, kakaknya berkata: "Saya sangat haus, adik kecilku; Jika saja saya bisa menemukan air sungai, saya akan meminumnya disana. Saya serasa mendengarkan aliran sungai di dekat sini." Dia lalu melompat bangun, menarik tangan adik perempuannya dan mencari-cari anak sungai tersebut. Saat kakak beradik itu menemukan sebuah anak sungai yang bening, sang Kakak langsung ingin meminumnya, tetapi saat itu adik perempuannya mendengar bisikan: “Siapa yang meminumku akan berubah menjadi harimau! siapa yang meminumku akan berubah menjadi harimau!”


Sang adik langsung berteriak, “Kakak, janganlah meminumnya, karena kamu akan berubah menjadi harimau dan akan menerkamku nanti.” Sang kakak walaupun merasa kehausan, tidak jadi meminumnya. “Baiklah,” katanya, “Kita akan mencari mata air yang lain saja.”


Ketika mereka menemukan mata air sungai yang kedua, sang adik mendengarkan suara berbisik: “Siapa yang meminumku akan menjadi serigala, siapa yang meminumku akan menjadi serigala!” dan sang adik langsung berteriak, “Kakak, jangan meminum air disini, karena kamu akan berubah menjadi serigala dan menerkamku.” Kembali sang kakak tidak jadi meminumnya dan berkata: “Baiklah, saya masih bisa menahan rasa hausku sampai bertemu dengan mata air yang ketiga.”


Dan ketika mereka menemukan mata air sungai yang ketiga, sang adik mendengar bisikan: “Siapa yang meminumku akan berubah menjadi rusa! siapa yang meminumku akan menjadi rusa!” Lalu sang adik memohon, “Kakak, janganlah minum dulu di sini, atau kamu akan berubah menjadi rusa dan lari dariku.” Tetapi sang kakak yang sudah sangat kehausan sudah berlutut dan meminum airnya, dan begitu bibirnya menyentuh air sungai itu, dia kemudian langsung berubah menjadi seekor rusa kecil.

__ADS_1


Sang adik perempuan menangis melihat kakaknya yang telah disihir, begitu pula kakaknya yang telah berubah menjadi rusa ikut menangis di pangkuannya. Akhirnya sang adik berkata: “Tak apa, saya tidak akan meninggalkan kamu sendirian,” kemudian dia mengambil sabuk emas miliknya dan mengikatnya di sekeliling leher rusa itu. Lalu dia mengambil selendangnya dan menjadikannya tali yang diikatkan ke sabuk yang melingkar di leher sang rusa. Dia kemudian berjalan bersama sang rusa hingga makin jauh masuk ke dalam hutan, dimana akhirnya mereka menemukan rumah yang kosong dan tidak dihuni lagi. Sang adik memutuskan untuk bermalam dan tinggal di sana bersama sang Rusa.


Setelah beberapa tahun lamanya hidup di hutan ini, suatu hari Raja masuk ke hutan tersebut untuk berburu, sehingga hutan tersebut di penuhi dengan derap-derap kaki kuda, tiupan terompet dari tanduk, dan gonggongan anjing pemburu serta teriakan-teriakan pemburu. Mendengar terompet berburu, sang Rusa menjadi gelisah dan ingin keluar dari rumah itu.


“Ah!” katanya kepada adik perempuannya, “Biarkan saya keluar! saya tidak tahan mendengar terompet itu.” Dia terus memohon hingga adik perempuannya menyetujuinya dengan sedih hati. “Tetapi,” katanya, “kamu harus kembali sebelum malam. Saya akan mengunci pintu saya karena takut pada pemburu tersebut, jadi untuk mengetahui yang datang itu adalah kamu atau bukan, ketuklah pintuku dan katakan, “Adik tersayang, bukalah pintu, saya ada di luar sini.” “Jika kamu tidak berkata apa-apa, saya tidak akan membukakan kamu pintu.”Akhirnya sang Rusa setuju dan berlari keluar di alam bebas.


Secepatnya Raja dan pemburu-pemburunya melihat rusa yang indah itu dan melakukan pengejaran, tetapi mereka tidak pernah dapat mengejar dan menemukannya. Saat malam tiba, sang Rusa pulang ke rumah dan mengetuk pintu sambil berkata: “Adik tersayang, bukalah pintu, saya ada di luar sini.” Kemudian pintu terbuka dan sang Rusa lalu beristirahat di dalam rumah tersebut.


Keesokan hari ketika perburuan di mulai kembali, dan mendengar terompet di tiupkan, sang Rusa kembali meminta agar adik perempuannya membiarkan dia keluar. Seperti hari kemarin, adiknya membiarkan dia keluar dari rumah dengan sedih.


Saat Raja berburu kembali, dia dan pemburunya melihat sang Rusa dengan sabuk emas di lehernya, dan mulai mengejarnya kembali, hampir seharian penuh mereka mengejar rusa tersebut dan akhirnya sang Rusa terkepung dan sedikit terluka di kaki sehingga sang Rusa tidak dapat berlari kencang lagi. Para pemburu yang mengepung rusa tersebut melihat sang Rusa lari ke sebuah rumah dan mengetuk pintu dan berkata: “Adik tersayang, bukalah pintu, saya ada di luar sini.” Pemburu melihat kejadian itu dan melaporkan kepada Raja apa saja yang dilihat mereka. “Esok hari kita akan berburu lagi.” kata sang Raja.


Sang Adik saat membuka pintu dan melihat sang Rusa terluka menjadi sangat ketakutan dan bersedih. Dia lalu membersihkan luka dan membalut luka itu dengan ramuan dari daun-daunan. Setelah itu dia berkata, “Pergilah beristirahat agar kamu cepat sembuh.”


Keesokan harinya, luka di kaki sang Rusa mulai membaik dan sang Rusa meminta kembali agar diijinkan keluar, “Saya harus keluar, saya akan berhati-hati agar mereka tidak menangkap saya.” kata sang Rusa. Sang Adik menangis dan berkata, “Mereka pasti akan menangkapmu kali ini, dan saya akan mejadi sendirian di hutan ini. Saya tidak dapat membiarkan kamu keluar.” Sang Rusa membalas, “Kalau begitu, mungkin saya akan meninggal karena bersedih di sini.” Akhirnya sang Adik membiarkan sang Rusa keluar dengan hati yang berat.


Saat sang Raja berburu dan melihat Rusa itu, dia berkata kepada pemburunya, “Sekarang kejar dan tangkaplah rusa itu, tetapi jangan sampai melukainya.” dan para pemburunya berhasil menangkap sang Rusa. Ketika hari menjelang malam, sang Raja berkata kepada para pemburunya: “Sekarang tunjukkanlah saya dimana rumah kecil di tengah hutan yang kamu lihat itu.” Dan mereka bersama-sama pergi ke rumah kecil itu dan sang Raja lalu mengetuk pintu dan berkata, “Adik tersayang, bukalah pintu, saya ada di luar sini.” Ketika pintu terbuka, sang Raja melihat seorang gadis yang sangat cantik berdiri di dalam rumah itu.


Sang gadis yang merupakan adik dari sang Rusa menjadi terkejut karena bukan sang Rusa yang mengetuk pintunya, melainkan sang Raja sendiri. Dan Raja tersebut dengan ramah memegang tangannya dan berkata, “Maukah kamu ikut bersamaku ke istana?”, “Ya, tetapi saya tidak dapat meninggalkan rusa ku sendirian di sini.” Sang Raja lalu berkata, “Rusamu boleh ikut kemanapun kamu pergi.” dan saat itu sang Rusa di lepas oleh para pemburu dan berlari ke arah adik perempuannya.


Akhirnya sang Raja membawa sang Gadis beserta rusanya ke istana, dan tidak berapa lama kemudian sang Raja menikahi gadis tersebut. Merekapun hidup bahagia selamanya raja dan sanga gadis akhirnya memiliki seorang anak laki-laki yang tampan. Meskipun kakak tidak bisa berubah menjadi manusia lagi namun sang kakak merasa sangat senang karena sang adik sudah bertemu dengan laki-laki yang tepat untuk menjaga dan melindungi nya."


"Nah dari cerita ini apa yang bisa kita ambil contoh?" tanya Hanna setelah selesai bercerita.


.......

__ADS_1


__ADS_2