Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 17. ULANG TAHUN


__ADS_3

Sebelum pergi kerumah Hanna, Jason berkeliling Bandung mencari kado untuk akbi dan juga akeu. Jason bingung harus membelikan kado apa untuk mereka. Akhirnya Jason memutuskan untuk menelpon Kakak iparnya.


"Halo, ada apa jas? tumben kamu menghubungi ku, pasti kamu butuh semua saran" komentar Vina.


"Hahahaha,,,,, kakak ipar memang selalu mengerti aku, kakak aku ingin membelikan kado untuk seseorang tapi aku tidak tau harus memberinya kado apa, apa kakak ada saran?" tanyanya.


"Kado? untuk siapa? apa dia pacarmu? kenapa kamu tidak mengenalkannya padaku ha!"


Jason memutar bola matanya malas karena mendengar pertanyaan kakak iparnya yang terlampau kepo itu.


"Kakak dia masih sangat muda, dia bahkan baru akan ulang tahun yang ke-5 bagaimana mungkin aku mengenalkannya pada kakak" godanya karena ingin mengerjai kakak iparnya.


"Apa kamu berkencan dengan anak usia 5 tahun? Jason apa kau sudah tidak waras?"


Mendengar nada bicara kakak iparnya yang berubah membuat Jason tertawa terbahak-bahak.


"Apa yang Kakak pikirkan aku tidak berkencan dengan anakku sendiri."


Mendengar ucapan Jason membuat Vina bingung dibuatnya "Anak? bukankah dia masih bujang darimana di dapat anak dalam seminggu di Bandung dan anaknya langsung berusia 5 tahun" batinnya bingung dengan perkataan Jason.


"Apa maksudmu jas, apa kau sudah punya anak? bukannya kamu belum menikah? heyy kau baru pergi meninggalkan rumah selama seminggu mana mungkin kau bisa punya anak berusia 5 tahun?" tanyanya geram.


"Apa kakak sungguh percaya dengan ucapan ku?" tanyanya semakin ingin menggoda kakak iparnya.


"Jas jangan suka bercanda ya, kalau kamu punya anak beneran baru tau rasa kamu" sahutnya kesal.


"Baiklah-baiklah kak, aku hanya bercanda aku hanya ingin menggoda kakak saja, dia adalah kecil yang masih, dia dan kakaknya akan berulang tahun yang ke-5 malam ini, dia mengundangku untuk makan malam dirumahnya. aku sudah berjanji akan membawakan kado untuknya dan kakaknya tapi aku bingung harus memberinya kado apa?"


"Belikan saja mereka mainan, anak kecil pasti sangat suka sekali jika mendapat hadiah berupa mainan"


"Tapi sangat banyak sekali jenis mainan disini bagaimana aku tau mereka suka mainan apa?"


"Apa kau dulu pernah kecil?" tanya Vina tiba-tiba sontak membuat Jason mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


"Tentu saja aku pernah kecil kakak ipar ku yang cantik" sahutnya.


"Apa kau dulu suka mainan? tanyanya lagi yang membuat Jason sedikit kesal.


"Apa kakak ingin mengejeknya? tentu saja aku dulu suka mainan" sahutnya kesal.


"Kukira kamu tidak pernah kecil dan juga tidak mainan, karena sifatmu yang terlampau kaku kesemua orang"


"Kakak ayolah aku ingin meminta saran darimu bukannya ingin berdebat dengan mu" jawabannya malas.


"Oke-oke,,,, aku akan berhenti menggoda mu. Kalau dia perempuan belikan saja dia boneka beruang. Kalau dia laki-laki belikan saja sesuai apa yang dulu kamu suka ketika masih kecil." saran Vina.


"Baiklah kakak ipar ku yang cantik, aku tutup dulu ya telpon nya Terimakasih untuk sarannya."


Diseberang panggilan telepon suara wanita mengehela nafas kesal, belum sempat Vina menjawab ucapan Jason sudah menutup sambungan teleponnya membuat Vina hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan adik iparnya itu.


"Hmmmm,,, aku harus membelikan boneka yang seperti apa untuk akeu, dan aku harus membelikan mainan apa untuk akbi, kakak ipar bilang aku harus membelikan mainan seperti mainan ku dulu, tapi era kami kan berbeda" Jason hanya bergumam sendiri sembari berjalan menyusuri toko mainan di pusat perbelanjaan.


. . . . .


//Dirumah Hanna


"Ting-tong,, Ting-tong,, Ting-tong,," suara bel rumah Hanna berbunyi. Akbi dan akeu yang mendengarnya bergegas keluar untuk membukakan pintu.


Mereka terlihat sangat antusias karena Jason bilang akan datang di acara ulang tahun mereka. Tapi tunggu bukankah akbi adalah tipe anak yang pendiam, cuek dan irit bicara tapi kini setelah mengenal Jason sifatnya sangat berubah dia menjadi sedikit banyak bicara sekarang tapi hanya kepada orang yang ia kenal saja.


"Selamat datang paman jas,,,,,,, eh maksudnya paman Rendy." Sapa akeu saat akbi sudah membuka pintu.


"Paman jas??? siapa dia?" tanya Rendy penasaran.


Namun belum sempat mereka menjawab pertanyaan Rendy, Jason sudah tiba dan berada di belakang Rendy.


"Itu dia paman jas" Tunjuk akeu melihat Jason yang ada di belakang Rendy. Rendy langsung menoleh ke arah belakang.

__ADS_1


Akbi dan akeu menghampiri Jason dengan antusias "Akeu kira paman akan lupa untuk datang kemari"


"Mana mungkin paman lupa, paman kan sudah berjanji padamu."


Rendy yang melihat Jason hanya tercengang ini pertama kali nya ia melihat interaksi mereka yang terlihat sangat akrab kepada orang lain selin dirinya dan juga bibi yang bekerja dirumah mereka.


Sedangkan Hanna dia sibuk sendiri di dapur untuk menyiapkan makan malam, ya Hanna harus memasak sedikit lebih banyak karena rencananya dia hanya akan mengundang Rendy seperti sebelum-sebelumnya namun ternyata tanpa sepengetahuan dirinya akeu juga mengundang Jason untuk makan malam.


Jason sedikit bingung dan merasa tidak enak dengan kehadiran Rendy ia pikir Rendy adalah pacar hanna. Jason pikir kalau ada dirinya pasti akan sangat canggung sekali nantinya.


"Dia siapa bi?" tanya Jason sambil menunjuk kearah Rendy.


"Oh ya akbi hampir lupa memperkenalkan kalian, paman jas ini adalah paman Rendy dan paman Rendy ini adalah paman jas" akbi memperkenalkan mereka, Jason dan Rendy pun saling berjabat tangan.


Tiba-tiba Hanna datang dengan masih menggunakan celemek di badannya "Apa kalian tidak akan menyuruh mereka untuk masuk?" tanya Hanna kepada kedua anaknya.


"Hehehe,, maaf ma, paman jas, paman Rendy ayo kita masuk kedalam" ajak akeu sambil mengandeng tangan Jason dan tangan Rendy.


. . . . .


Diruang makan mereka makan bersama dengan lahap semua makanan yang dimasak oleh Hanna habis ludes mereka makan, Entah rasanya yang memang enak atau memang mereka sedang kelaparan.


Setelah selesai makan Jason, Rendy, Akbi dan akeu pergi keruang tamu untuk duduk santai setelah mereka kenyang makan. Sedangkan Hanna dia sibuk membersihkan meja makan dan peralatan bekas mereka makan. Jason dan Rendy sempat menawarkan diri untuk membantu tapi Hanna menolaknya.


Diruang tamu baik Jason ataupun Rendy mereka tidak ada yang memulai percakapan. Iya diruang tamu suasananya sangat canggung sekali. Dua orang laki-laki yang belum saling kenal duduk di ruangan yang sama, sesekali mereka hanya saling melempar senyum.


Sedangkan akbi dan akeu mereka sibuk menonton acara TV kesukaan mereka. Saat melihat akeu memegang bonekanya Jason ingat kalau dia sudah membawakan kado untuk mereka. Jason pergi keluar untuk mengambil kado yang tertinggal di mobilnya.


"Paman jas mau pergi kemana?" tanya akbi saat melihat Jason berdiri dan ingin pergi keluar.


"Paman melupakan sesuatu yang penting, paman ingin mengambilnya dulu di mobil" jawab Jason yang diangguki oleh mereka.


Tak selang berapa lama Jason kembali dengan membawa dua kotak kado untuk akbi dan juga akeu. Akbi dan akeu terlihat bahagia ketika diberi kado oleh jason. Mereka juga mendapat kado dari Rendy. Tak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Jason dan juga rendy.

__ADS_1


__ADS_2