Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 45. KEMBARAN JASON


__ADS_3

Dua mobil hitam berhenti didepan sebuah gedung tua yang berada dipinggiran kota Bandung. Setelah beberapa jam berkendara Jason dan yang lainnya sampai ditempat dimana dulu adalah tempat ia menemukan akeu ketika diculik.


Baru saja mereka turun dari mobil, dua orang yang berbadan kekar menghampiri mereka dan menggiring mereka untuk masuk kedalam gedung.


Ketika masuk kedalam gedung mata mereka terpaku melihat kondisi Jimmy yang sangat menyedihkan. Wajahnya dan tubuhnya penuh memar dan luka entah berapa kali mereka semua menghajar Jimmy.


Tanpa memperdulikan tatapan pria yang berada dibalik masker yang ada didepannya. Rana yang melihat adik iparnya tergeletak penuh luka langsung berlari dan menghampiri nya.


"Jimm... Jimmy.. apa kamu bisa mendengar suaraku?" Rana menangis karena melihat kondisi Jimmy.


"A-aaku tidak apa-apa kak.. j-jjangan menangis..." dengan sedikit kekuatan yang tersisa Jimmy menjawab pertanyaan kakak iparnya dengan terbata-bata bahkan ia masih bisa tersenyum untuk menenangkan kakak iparnya.


Yungky yang sedari tadi menahan emosi tak tahan lagi saat melihat kondisi adiknya. Dengan kesal yungky berusaha untuk menyerang orang yang ada dihadapannya. Tapi sayang yungky dan saudara nya kalah jumlah dengan mereka.


"Sial... siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu melakukan semua ini kepada kami?" teriak yungky dengan penuh emosi.


Bukannya menjawab pertanyaan yungky orang itu malah tertawa puas mendengar pertanyaan yungky yang penuh amarah.


"Dasar bedebah... kalau berani lawan kami, satu lawan satu" teriak Jason geram.


"BEDEBAH???? siapa yang kamu sebut bedebah yahh?" orang dibalik masker itu terlihat marah dari nada suaranya yang tidak terima di sebut bedebah oleh Jason.


"Ck..... siapa lagi yang pantas disebut bedebah selain dirimu?!" dengan nada mengejek Jason menjawab pria itu.


Geram karena dirinya di sebut bedebah tanpa aba-aba pria itu langsung menendang perut Jason hingga Jason meringis kesakitan.


"Apa cuma segini kemampuan seorang bedebah seperti mu" Jason berusaha terus memprovokasi pria itu tanpa tau tujuan sebenarnya dari tindakan Jason.


"Hei... berhenti jangan sakiti putraku" teriak seorang wanita paruh baya dari balik pintu.


Suara wanita paruh baya dari balik pintu itu membuat Jason dan yang lain mengeryit heran karena itu bukan suara mama mereka. Itu suara orang lain. Tapi kenapa ia menyebut Jason sebagai putrinya.


"Hoho... sepertinya ada tamu tak diundang yang ikut datang kemari ya." kali ini adalah suara seorang wanita yang sangat dikenal oleh mereka semua.


"Bi ayu...... Mama......." ucap mereka kompak.


"Ohhh... putraku yang malang, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot untuk menggantikan adikmu itu." ucap nyonya Kim menghampiri Jimmy yang berada dipangkuan Rana.


"A-aaku b-bbukan putramu wanita licik." sargah Jimmy.

__ADS_1


"Apa maksudmu Jim..." Dirly dan Juna tak percaya dengan apa yang diucapkan Jimmy.


"Dia adalah mama kita Jim" ucap Dustin.


"hiks... hiks... hiks... kenapa kamu mengatakan itu nak, apa aku sudah berbuat salah dengan mu?" ucap nyonya Kim yang masih dengan akting sedih dan menangis nya.


"Bohong... dia bukan mama kalian, dia adalah wanita yang sangat licik." ucap bi ayu.


"Apa maksud perkataan mu? aku bahkan tidak mengenalmu.. kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Aku ad-"


"Kamu bukan ibuku!" ucap Jimmy. "K-kkkarena dia adalah ibu kami!" lanjutnya memotong ucapan nyonya Kim.


"CUKUP.... hentikan drama kalian... siapa yang benar dan siapa yang salah kita akan tau set-" ucapan yungky terhenti ketika mendengar teriakan Rana.


"Jason awas..." Bosan melihat drama didepan matanya. Jason berusaha memberontak dan terus melawan harus berakhir tak sadarkan diri karena mendapat pukulan yang lumayan keras yang membuatnya pingsan seketika.


"BRUKKK.."


"Jasonnnnnn....." teriak mereka semua saat melihat Jason terkapar setelah mendapat pukulan dipunggung nya. Kelima kakaknya bahkan tidak bisa membantunya.


"Kalian semua pasti akan mendapatkan balasannya." ucap Sean yang tak terima melihat adiknya terluka.


Melihat Jason yang terkapar dilantai nyonya Kim langsung tertawa sedangkan bi ayu, dia tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dipegang oleh salah satu preman.


Rana hanya bisa menjadi penonton disana Karen ia tidak bisa berbuat apa-apa. Rana hanya bisa menangis melihat suami dan juga saudara-saudara suaminya dihajar dihadapannya.


"Sampai kapan aku harus berpura-pura, aku sudah tahan lagi melihat kalian dihajar seperti ini" batin Rana menjerit tapi tak bisa bersuara. Hingga...


"Rana..." suara pria yang tidak asing ditelinga nya memanggil namanya.


"Kakak.."


"Oh... sepertinya kita kedatangan tamu lain yang tidak diundang." ucap nyonya Kim.


"Ran.. apa kamu baik-baik aja?" tanya Randy yang baru datang. Sama seperti bi ayu Randy juga tamu yang datang tak diundang.


"Heii... kalian cepat tangkap dia" belum sempat Randy mendekati adiknya para preman itu sudah menghentikan langkahnya.


"Kakak... kumohon jangan lukai kakakku" teriak Rana histeris.

__ADS_1


"Ck... dasar wanita lemah, melihatnya seperti itu saja kamu sudah merengek.." ketus pria misterius itu.


"Jimm.. maafkan aku, aku harus menolong mereka" Rana meletakan kepala Jimmy dilantai.


Rana yang melihat ada sebuah balok kayu didekatnya langsung mengambil nya berusaha untuk menyerang pria misterius itu. Tapi Rana kalah cepat karena pria itu lebih dulu menangkap tangannya. Dan membuang balok yang dipegang oleh Rana.


Tapi sepertinya ada hal lain yang tidak disadari oleh pria itu. Rana dengan cepat menarik masker pria misterius itu dan....


"Jason???" matanya membulat tak kala melihat wajah pria misterius itu sangat mirip sekali dengan Jason. Tapi bagaimana mungkin Jason diakan berada dilantai dan sedang pingsan.


"Apa kamu terkejut melihat wajah asliku" tanya pria itu dengan smirknya yang terlihat sangat menakutkan untuk Rana.


"S-ssiapa kamu?" tanya Rana terbata.


"Aku??"


"Dia adalah kembaran Jason, Johan!" ucap tuan Kim tiba-tiba berdiri didekat nyonya Kim.


"Ayah-" ucap Kim bersaudara.


"Aku bukan ayah mu... pria seperti ku tidak akan Sudi menjadi ayah kalian andai saja kalian bukan ahli waris yang sah di keluarga Kim." jelas pria paruh baya itu yang sering mereka panggil dengan sebutan ayah tapi ternyata dia bukanlah ayah mereka.


"Apa maksud ayah... kalau kamu bukan ayah kami lalu dimana ayah kami?" Dustin tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Dia sudah pergi jauh ke alam baka?!" ketus pria itu.


"Tidak mungkin kamu pasti bohong..." teriak Dirly tak percaya.


"Apa gunanya aku berbohong sekarang, itu sangat tidak menguntungkan bagiku" ketus pria itu.


"Sampai kapan aku harus berpura-pura pingsan seperti ini, ini membosankan."


.


.


.


.

__ADS_1


.


(...)


__ADS_2