
Swiss adalah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen. Swiss adalah negara yang kaya dengan sejarah sebagai sebuah negara yang netral tanpa memandang masa perang atau damai. Disana juga menyediakan tempat liburan yang sangat indah.
Banyak orang mengatakan kalau Hotel Villa Honegg menghadirkan kolam renang tanpa batas yang dipanaskan, memiliki pemandangan paling indah di dunia. Sulit untuk berdebat dengan pernyataan itu karena kolam yang menghadap langsung ke Danau Lucerne dan pegunungan di luarnya.
Hotel yang terletak di Gunung Bürgenstock, hotel ini dibangun pada tahun 1905 sebagai rumah pribadi, menjalani renovasi menjadi hotel butik mewah di tahun 2011.
Di hotel inilah yungky dan rana berada saat ini. Baru beberapa saat mereka tiba mata rana langsung berbinar saat melihat hamparan salju berwarna putih yang menyelimuti pegunungan burgenstock yang indah.
Yungky dan rana datang ketika musim dingin sehingga banyak sekali salju.
"Yung"
"Apa?"
"Bolehkah aku bermain salju sebentar saja"
"Tidak" Jawabannya singkat padat dan jelas tapi syarat dengan larangan yang mengerikan tapi tidak membuat rana takut dan menyerah begitu saja.
"Aku mohon… boleh ya.. Please" Mohonnya dengan wajah yang di buat semelas mungkin agar yungky iba dan mengizinkan nya.
"Oke baiklah… tapi sebentar aja kan kamu itu orangnya gak tahan dingin, nanti kamu bisa kena flu lo."
Orang yang di kasih tau hanya nyengir dan layaknya anak kecil dia bermain salju dengan riang.
"Dasar kayak anak kecil" Lirih yungky.
Kembali lagi bersama Hanna dan bi ayu yang sedang berbenah barang tiba-tiba belum rumah Hanna berbunyi.
"Siapa yang datang?!" Ucap bi ayu
"Aku juga tidak tau bi"
"Ya sudah biar bibi buka pintunya dulu ya."
"Jangan bi, biar Hanna aja kan kaki bibi pasti masih sakit karena jatuh tadi."
"Tapi nyo-"
"Sudah bi biar Hanna aja, bibi tunggu di sini aja."
Tanpa mendengar perkataan bi ayu yang bisa ia tebak kalau bi ayu pasti akan ngotot meski kakinya sakit bi ayu selalu mengutamakan Hanna dan anak-anak Hanna daripada dirinya sendiri.
"CEKLEK…"
__ADS_1
Saat Hanna membuka pintu dan menampilkan dua pemuda dengan senyuman manisnya di depan pintu rumahnya.
"Kak jim.. Jas.. Kalian datang kesini kok gak bilang-bilang sih." Ucap Hanna
"Maaf tadi aku gak sempet bilang lebih tepatnya sih lupa, hehehe" Jawab jimmy sambil nyengir kuda.
"Yaudah ayo masuk." Ajak Hanna kepada jimmy dan juga jason.
Di hotel yungky yang biasa seperti kulkas kini tengah mode ibu-ibu cerewet karena sejak sejam yang lalu ia terus saja memgomel kepada rana karena rana terserang flu dan juga demam ringan.
"Haacim… haacim… . Haacim…" Rana terus-terusan bersin sedari tadi.
"Kan sudah aku bilang tidak tadi, tapi kamu ngeyel lihat kan sekarang kamu jadi sakit gini. Sudah tau kamu itu gak tahan dingin tapi masih aja pengen main salju. Kalau kamu sakitkan aku juga ikutan susah karena harus ngerawat kamu." Sebenarnya bukanya yungky tidak merawat rana yang sakit hanya saja ia kurang bisa untuk memilih kata dan mengungkapkan rasa khawatir nya.
"Maaf… seharusnya aku mendengar kan dirimu tadi" Ucap rana sendu.
"Sudahlah semua udah terlanjur juga, aku mau mandi dulu kamu istirahat aja dan minum teh hangat nya supaya kamu bisa merasa sedikit lebih baik." Ucap yungky sebelum menghilang masuk kedalam kamar mandi.
Kini tinggal tersisa rana sendiri berada di kamar itu. Rana yang sedang meminum teh hangat nya dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering tiba-tiba.
"Mama.. Ada apa mama telpon ya" Batinnya.
"Hallo… "
"Iya ma, pemandangan nya memang indah" Jawabnya dengan suara yang sedikit serak.
"Suara kamu kenapa sayang? Kamu habis nangis? Kamu diapain sama yungky? Cepet kasih tau mama biar mama marahin tu si yungky!" Nyonya kim Memberondong rana dengan banyak pertanyaan.
Belum sempat rana menjawab pertanyaan sang ibu mertua yungky bs udah lebih dulu menjawab pertanyaan mamanya. "Rana kena demam ringan sama flu ma, karena tadi habis main salju."
"Astaga rana, cepat sembuh ya sayang. Dan kalau pulang kamu harus bawa kabar bahagia ya. Biar cucu mama nambah banyak, hahaha" Tawa nyonya kim menggelegar di kamar hotel itu pasalnya telpon nya dalam mode loudspeaker.
Yungky dan rana saling pandang satu sama lain hingga yungjy memilih untuk mengakhiri panggilan telepon dari mamanya itu sebelum mamanya membahas hal yang aneh-aneh lagi.
"Oke ma, udah dulu bye mama."
"Eh tung… haishh anak ini main matiin telpon ya aja dasar anak nakal." Gerutu nyonya kim karena panggilan nya di matikan secara sepihak oleh yungky.
Namun sepertinya nasib sial memang sedang berpihak kepada yungky dan rana. Tak lama setelah menutup panggilan dari mamanya kini ponsel rana kembali berdering menampilkan nama Hanna di sana dan kali ini dalam mode video call.
"Haisshh,,, kenapa semua orang jadi suka menelpon sih sekarang?!" Gerutu yungky.
Saat rana menggeser tanda panggilan untuk menjaga video call dari Hanna bukan wajah Hanna yang muncul melainkan wajah jimmy dan jason.
__ADS_1
"Eh, astaga kalian mengagetkanku saja. Dimana Hanna kenapa ponselnya ada bersama kalian?"
"Dia ada disebelah kami, ini dia" Jason menarik Hanna untuk mendekat agar ia terlihat dari layar ponsel.
"Ada apa kalian menelpon kami hah?? Mengganggu saja" Ucap yungky yang berada di sebelah rana.
"Ah kakak jangan seperti itulah kepada kami, kami hanya ingin memastikan kalau kakak dan kakak ipar memang benar-benar sedang berbulan madu" Ucap jimmy.
"Kakak jangan lupa kabar bahagia nya saat pulang nanti ya" Ucap Hanna sambil mengedipkan matanya yang mampu membuat rana dan yungky menjadi salah tingkah.
"Kamu ini ngomong apa sih han." ucap rana dengan pipi yang mulai memerah karena malu.
"Sudahlah kakak ipar yang cantik tidak usah malu-malu begitu. Ah,, apa kalian sudah bercocok tanam? Jika kalian tidak bercocok tanam bagaimana kalian bisa pulang dengan kabar gembira untuk semua orang?" Ucapan jimmy itu sontak mendapat tatapan tajam dari Hanna dan juga jason karena di sana bukan hanya ada mereka bertiga tapi juga ada akbi dan juga akeu.
Mereka bertiga melirik kearah akbi dan juga akeu tapi sepertinya mereka tidak mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh jimmy. "Hufh.. Syukurlah jika mereka tidak mendengar nya. " ucap jason.
"Oppss, sorry aku lupa kalau ada mereka, hihihi"
"Ya sudah kak aku matikan dulu ya vidio call nya, selamat menikmati bulan madu kalian" Ucap Hanna sebelum mematikan video call nya.
"Mama kenapa di matiin telpon nya kan akbi sama akeu belum sempat ngomong sama paman pangsit" ucap akbi sedikit kesal karena belum sempat bicara dengan paman dan bibinya tapi panggilan nya sudah dimatikan oleh sang mama.
Disini akbi dan aku punya panggilan khusus buat ketujuh paman dan kedua bibi nya ya. Seperti paman tampan untuk sean, paman pangsit untuk yungky, paman genius untuk juna, paman baik untuk dirly, paman imut untuk jimmy dan paman aneh untuk dustin.
Dan buat para bibi nya akbi dan aku memanggil mereka dengan sebutan mommy dan memanggil mommy kandungnya dengan sebutan mama.
Dan untuk Daniel mereka memanggil dengan sebutan daddy niel karena sejak kecil Daniel yang selalu ada layaknya seorang daddy tapi akbi dan aku memanggil daddy nya dengan panggilan ayah.
"Besok aja lagi ya sayang kasihan paman dan bibi mereka harus istirahat"
"Iya deh ma, semoga saja paman pangsit tidak lupa dengan oleh-oleh nya" Ucap akeu. Sedangkan jimmy, jason dan Hanna hanya tersenyum melihat tingkah dua bocah kembar itu.
.
.
.
.
.
(..)
__ADS_1