
Citttttttttttttttttttttttttttt,,,,,,,,,,,,,,, suara ban mobil berderit karena bergesakan dengan aspal. Yungky yang tiba-tiba nge-rem mendadak karena hampir menabrak seseorang yang tiba-tiba melintas didepan mobilnya.
Jason yang sedang tidur-pun terbangun karena tekejut. Untung saja mereka memakai sabuk pengaman jika tidak mungkin sekarang kepala Jason sudah kepentok dashboard mobil karena ulah hyung-nya itu.
“Ahhhhh,,, kak apa-apaan kau ini.” Teriak Jason kesal pada yungky.
Tanpa menoleh dan menjawab pertanyaan Jason, yungky langsung turun dan buru-buru melihat orang yang melintas didepan mobilnya. Betapa terkejutnya yungky ketika ia melihat wajah orang itu.
Wajah manis seorang anak kecil yang sedang memeluk seekor kelinci berwarna putih. Yang mambuat yungky terkejut adalah wajahnya yang sangat mirip dengan hanna ketika kecil. Bahkan senyuman-nya juga sangat mirip dengan hanna.
“Apa kamu baik-baik saja?” Tanya yungky pada anak kecil itu.
“Saya baik-baik saja paman. Maaf karena saya menyebrang tanpa memperhatikan jalan. Kelinci ini terus saja melompat saat hendak ku pegang. Saya mengejarnya karena saya takut dia akan tertabrak mobil yang lewat.” Jawab anak kecil itu dengan wajah polosnya.
Karena melihat kakaknya tak kunjung kembali masuk ke dalam mobil membuat Jason menjadi penasaran dan ikut turun menyusul yungky yang masih berdiri didepan mobilnya. Saat melihat anak kecil yang sedang jongkok sambil memeluk kelinci didepan mobilnya, akhirnya Jason tau mengapa yungky menghentikan mobilnya mendadak.
Karena tak tega melihat anak kecil sendirian dijalan yungky dan Jason berinisiatif untuk mengantar pulang anak itu. Disepanjang perjalan mereka bertiga saling bercanda satu sama lain. Mereka baru saja bertemu beberapa saat yang lalu tetapi mereka sudah sangat akrab satu sama lain.
Dengan senyum yang mengembang Jason bertanya pada gadis itu “Kamu tinggal dimana gadis manis.”
“Saya tinggal di jalan XXX rumah no 4” Jawabnya formal sembari menunjukan empat jarinya yang kecil dan imut kepada jason.
Yungky yang melihatnya dari kaca spion ikut tersenyum melihat tingkah anak itu.
“Anak ini sangat sopan sekali, padahal jika dilihat umurnya bekum genap lima tahun tapi sudah bisa membedakan bahasa formal dan tidak.” Batin yungky kagum.
///SKIP SAMPAI DIRUMAH
“Paman kita sudah sampai” Teriak anak kecil itu sambil menunjuk sebuah rumah berwarna biru laut yang terlihat asri dengan pekarangan yang banyak ditanami oleh bunga warna-warni.
Mereka bertiga turun dari mobil.
“Jadi disini rumah gadis manis ini.”
__ADS_1
“Terima kasih banyak paman karena sudah mengantarkan saya. Apa paman ingin mampir dulu?” Tanyanya.
“Paman rasa untuk saat ini tidak bisa karena paman sedang terburu-buru, paman akan mampir lain kali saja ya” Jawab yugky dengan nada lembut.
“Oh iya nama pama siapa?”
“Nama paman yungky dan paman yang ini namanya paman Jason, dan nama kamu siapa?.” Tanya yungky pada anak itu. “Ah kamu bisa panggil paman dengan sebutan paman jas aja ya.” Jason menimpali ucapan yungky.
“Akeu, A.. K.. E.. U.. Akeu” Jawabnya sambil mengejakan namanya.
“Kamu imut sekali, Bolehkan paman foto bareng sama akeu?” Tanya yungky dengan wajah memohon pada akeu.
Entah kenapa tiba-tiba yungky ingin berfoto dengan anak itu, mungkin karena wajah anak itu sangat menggemaskan.
“Kata mama gak boleh foto sama orang yang gak dikenal.” Jawabnya serius.
“Tapi akeu kan sudah kenal dengan paman, paman juga bukan orang jahat.” Jason menimpali ucapan akeu.
Mereka bertiga akhirnya foto selfie bersama dengan akeu yang berada ditengah-tengah mereka. Setelah berfoto dan berpamitan dengan akeu, yungky dan Jason pergi menuju kepenginapan mereka untuk beristirahat sebelum mereka melanjutkan kegiatan mereka esok harinya.
“kakkk,,” Panggil Jason “Kenapa aku merasa sangat dekat dan akrab dengan anak itu, padahal kita baru bertemu beberapa menit yang lalu?” Tanya-nya pada yungky.
“Iya kau memang benar, wajahnya sangat mirip dengan seseorang yang kukenal.” Sahutnya lirih namun masih bisa didengar oleh jason.
“Waouwww apaaa,,,, Siapa orang itu kak? Apa dia orang yang sangat penting bagimu?” Tanyanya penasaran.
“Ahhh…sudahlah lupakan kata-kataku tadi.” Sahutnya malas menanggapi pertanyaan Jason yang mungkin saja jika ia jawab Jason akan terus-terus bertanyanya padanya.
…..
///DIRUMAH HANNA
Ceklek…. Suara pintu dibuka. Menampilkan sosok bocah cilik dengan senyumanan yang manis mengenakan seragam TK sambil menggendong seekor kelinci dan membawanya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
“MAMAAAAAAAAA…..”Teriak akbi melihat kedatangan adiknya.
“Iya kenapa bi, mama sedang siap-siap untuk mencari akeu, kamu jangan rewel deh.” Sahut hanna.
“Ma Akeu ma..” Teriaknya sekali lagi yang langsung membuat hanna keluar kamar dan menatapan takbi dengan penuh tanya. Mendapati dirinya mendapat tatapan dari mama. Akbi langsung mengangkat tangannya dan menunjuk kearah pintu
Mata hanna mengikuti arah tangan akbi. Ia dibuat terkejut karena melihat putrinya yang sudah berada dirumah dengan rambut yang berantakan, seragam yang kotor sembari menggendong seekor kelinci.
Bagaimana ia tidak terkejut. Baru beberapa menit yang lalu ia mendapat telephone dari guru tempat akbi dan akeu sekolah dan memberitaukan bahwa akeu menghilang ketika berada ditaman untuk piknik. Dan sekarang putrinya pulang dengan keadaan yang seperti itu.
Hanna merasa senang karena putri sudah pulang dengan selamat tapi hanna juga merasa sangat cemas saat ini mendapati keadaan putrinya yang seperti itu.
Hanna-pun langsung memeluk akeu sambil menangis.
“Akeu kamu dari mana saja sayang, apa kamu suka buat mama cemas seperti ini?”
“Maafin akeu mama. Tadi akeu pergi menangkap kelinci ini saat ibu guru sedang menggobrol dengan ibu guru yang lain.” Jawabnya dengan polos.
“Kenapa kamu tidak izin dengan ibu guru?”
“Maafin akeu ma, tadi akeu terlalu bersemangat untuk nangkap kelincinya dan lupa izin ke bu guru deh.” Jawabnya “Oh iya ma, tadi ada paman baik yang mau mengantarkan akeu pulang lo.” Ucapnya.
Hanna yang mendengar itupun langsung bertanya “Siapa nama paman baik yang mau mengantarkan akeu pulang sayang?”
“Namanya paman …” Beberapa saat akeu nampak berpikir “Namanya paman yungggggg….. ahhh akeu lupa namanya ma, akeu cuma ingat nama paman yang satunya saja ma, namanya paman Jas.” Jawabnya.
“Paman jas?” Tanya hanna memastikan.
“Iya ma paman jas, paman jas sangat tampan dan tinggi sedangkan paman yang satunya kulit sangat putih seperti pangsit rebus.” Jawabnya.
“Ah kau seperti bisa membedakan orang tampan saja, bukannya kau memang menyebut setiap pria yang kau temui itu tampan, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan tingkat ketampanan akbi kan” Sahut akbi.
Hanna yang mendengar ucapan putranya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Sedangkan akeu dia memilih untuk mengabaikan perkataan kakaknya yang narsis itu.
__ADS_1