Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 31. KEMBALI


__ADS_3

Setelah hampir 5 tahun lebih Hanna pergi meninggalkan Jakarta. Dan tinggal di Bandung seorang diri bersama anak-anaknya dan bi ayu.


"Bi.. Hanna sama anak-anak pamit dulu ya.. nanti kami pasti akan sering-sering main kesini" dengan berat hati hanna berpamitan dengan bi ayu.


"Iya nyonya hati-hati di jalan, bibi janji akan menjaga rumah ini dengan baik" balas bi ayu dengan dengan mata yang sudah memerah.


"Bibi jangan sedih.. akbi dan akeu nanti juga ikut sedih" komentar akbi.


"Iya sayang.. bibi gak sedih kok"


"Kami pasti akan sangat merindukan bibi disana" ucap akeu sedih "Kenapa bibi tidak ikut dengan kami saja ke Jakarta?" tanya Jason.


"Saya tidak bisa ikut tuan, di kota ini terutama tempat ini menyimpan banyak sekali kenangan saya bersama nyonya.. akbi dan akeu."


"Tapi kalau bibi ikut kami bibi akan bertemu mereka setiap hari."


"Tidak tuan keputusan saya sudah bulat saya akan tetap tinggal disini dan menjaga rumah ini dengan baik, kalau saya ikut nanti kalian tidak akan punya waktu untuk pulang kampung kan" sahut bi ayu dengan sedikit gurauan.


"Sudah cukup sedih-sedih nya cepat kalian berangkat nanti keburu kemalaman dijalan" suruh bi ayu.


"Baiklah bi, kami semua pamit dulu.. jaga diri bibi baik-baik disini.. kami janji akan sering berkunjung kalau ada waktu luang" ucap Hanna "Kami akan sering-sering menelpon bibi kalau kami rindu dengan bibi" akbi menimpali ucapan Hanna.


"Kami pergi dulu bibi" akeu dan akbi bergantian mencium pipi bi ayu.


Meski berat untuk berpisah dengan bi ayu tapi kini Hanna harus kembali ke Jakarta dengan harapan baru bersama orang-orang yang ia cintai. 5 tahun bukan lah waktu yang singkat banyak hal yang sudah Hanna alami selama 5 tahun ini.


Sepanjang perjalan akbi dan akeu terlihat sangat senang mereka tak henti-hentinya bertanya jika mereka melihat sesuatu yang baru mereka lihat. Lelah karena perjalanan yang lumayan jauh akbi dan akeu tertidur sangat pulas di mobil.


Jason yang sedang mengendarai mobil melihat anak-anaknya yang tertidur melalui kaca spion membuatnya tersenyum menatap mereka yang begitu tenang dan juga damai ketika tidur.


Hanna yang memperlihatkan Jason ikut tersenyum haru. Meski ingatannya entah kapan akan kembali tapi Jason selalu berusaha untuk membuka diri dan selalu ada untuk mereka.


Kini mereka tiba di kediaman keluarga Park. Begitu banyak kenangan yang Hanna ukir disana dari kecil hingga dewasa. Saat memasuki gerbang Hanna mulai mengingat masa lalunya bersama keluarganya ketika kedua orang tua mereka masih hidup dan sering bersendau gurau bersama. Meski Hanna pergi karena keinginannya sendiri dan Daniel juga sering mengunjunginya tapi tetap terasa berbeda jika kita berada di rumah masa kecil kita.


Jason sudah memarkir kan mobilnya didepan rumah keluarga Park. "Kita sudah sam-" ucapan nya terjeda saat melihat Hanna.


Ketika ia akan turun Jason tercengang karena melihat Hanna melamun sambil menangis. "Han.. Hanna.." Jason memegang pundak Hanna dan memanggil namanya.


"Eh i...iya, kenapa jas?" panggilan Jason membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


"Kamu melamun? dan kenapa kamu menangis bukannya kamu seharusnya bahagia kembali kesini" ucap Jason.


"Aku menangis karena aku sedang bahagia jas" bohongnya. Jason mengernyitkan dahinya kerena merasa aneh dengan ucapan Hanna.


"Dasar wanita itu memang aneh saat sedih mereka menangis dan saat senang mereka juga menangis, apa hobi mereka memang selalu menangis" batinnya.


"Sudahlah kamu jangan bergumam didalam hati.. karena nanti kamu akan bingung sendiri" ucap Hanna sambil melepas selt belt yang ia kenakan.


Matanya membulat sempurna karena terkejut dengan ucapan Hanna "apa dia dukun hingga bisa membaca isi pikiranku" batinnya.


"Aku bukan dukun jas" tanpa ia duga Hanna kembali mengatakan hal yang membuat Jason bergidik ngeri ketika mendengar nya.


Hanna keluar dari mobil lebih dulu dan mengendong akeu kemudian Jason mengendong akbi. Karena saking pulasnya mereka tidur, mereka bahkan tidak menghiraukan ketika dipanggil namanya saat dibangunkan. Hingga Hanna dan Jason memutuskan untuk menggendong mereka.


Mereka disambut dengan senyuman dan pelukan hangat dari viona.


"Apa mereka tertidur" tanya viona dan Hanna mengangguk "Tidurkan mereka dulu dikamar aku sudah mempersiapkan kamar untuk mereka berdua di sebelah kamar Davi. Kalian tinggal naik saja ke atas aku menuliskan nama mereka di pintu" ucapnya "Itu adalah permintaan Davi" bisik viona agar Davi tidak mendengar ucapannya.


"Baiklah kak.. aku akan menidurkan mereka" ucap Hanna.


Beberapa menit kemudian mereka berdua turun setelah menidurkan akbi dan akeu di kamar.


Viona terlihat tolah-toleh seperti mencari sesuatu atau mungkin seseorang.


"Ah kaget nya aku.." viona terlonjak kaget saat Hanna bertanya dan memegang pundaknya.


"Itu.. bukannya kalian bilang Jimmy pulang bersama kalian tapi kenapa dia tidak masuk dari tadi?" tanya ya.


"Kak Jimmy.. dia langsung pulang kerumah dia tidak mampir kesini" jawab Jason.


"Oh iya dimana Davi kenapa aku tidak melihat nya dari tadi?" tanya Hanna karena dari tadi ia tidak menemukan Davi.


"Davi sudah tidur dia kelelahan karena dia harus berlatih karate untuk pertandingannya bulan depan" jawab viona.


"Kalian sudah sampai?" ucap Daniel ditengah-tengah percakapan mereka.


"Kakak.." Hanna langsung menghampiri Daniel dan memeluknya. Viona tersenyum melihat hal itu begitupun Jason.


"Akhirnya kamu kembali lagi kesini han.. aku sangat bahagia kamu kembali bersama kita lagi" ucap Daniel sambil mengelus kepala Hanna.

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukan kakak dan kakak ipar" Hanna menangis karena tidak bisa menahan air mata bahagia.


"Kamu menangis?! dasar cengeng.. kamu seperti anak kecil saja suka menangis" ucap Daniel menggoda adiknya.


"Kakak... Hanna bukan anak kecil lagi.. umurku sudah 27 tahun" balasnya kesal dengan ucapan Daniel.


"Hahahaha......." Daniel hanya tertawa terkekeh-kekeh.


"Sudah-sudah.. sayang kamu tidak jangan menggoda adikmu terus kasihan dia.." ucap viona mencoba menengahi mereka sebelum mereka nanti akan seperti anak kecil beneran. Karena kalau mereka sudah saling menggoda kakak beradik itu tidak akan ingat dengan usia mereka.


"Apa aku hanya sebagai penonton disini" komentar Jason karena dari tadi dia hanya memperhatikan interaksi Daniel dan Hanna.


"Apa kalian dengar itu.. kasihanilah kami yang seperti obat nyamuk saja diantara kalian" ucap viona dengan kelakarnya.


Daniel dan Hanna tertawa mendengar komentar Jason dan viona kepada mereka. "Kakak aku sangat lapar.. apa aku bisa mendapatkan makanan disini.. aku lapar daritadi tapi mereka malah asik sendiri" ucap Jason dengan nada lebay kepada viona.


"Aku juga lapar jas.. ayo kita makan saja" jawab viona.


"Tunggu-" teriak Daniel dan Hanna bersamaan.


"Kamu lihat itu jas bahkan teriakan mereka saja bisa bersamaan" komentar viona sambil tertawa. Jason tersenyum dengan komentar viona.


"Kenapa?" sahut Jason.


"Apa kalian tidak mengajak ku makan juga" ucap Hanna sambil mempoutkan bibirnya seperti anak kecil. Jason dibuat gemas dengan tingkah Hanna yang seperti itu.


"Kemarilah kalau kalian lapar.. aku tidak melarang kalian untuk makan kan?" sahut viona. Hanna dan Daniel menghampiri mereka menuju meja makan.


Setelah makan Hanna bercengkrama dengan Daniel dan viona untuk menikmati quality time bersama keluarga nya yang sudah lama tidak Hanna rasakan. sedangkan Jason setelah makan malam dia langsung pamit untuk pulang. Hanna terlihat sangat bahagia bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, comment dan favorit nya ya💜 dukungan kalian sangat diperlukan untuk kemajuan karya ini😉


__ADS_2