
Pagi hari keluarga Kim berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. hari ini adalah awal musim liburan untuk Sena, Davi, akbi dan juga akeu.
Akbi dan akeu yang usianya sudah menginjak 6 tahun akan memasuki sekolah dasar pada semester depan sedangkan Sena dan Davi akan naik kelas 2 sekolah dasar.
Seperti hari-hari biasa ketika sarapan mereka selalu di selingi oleh canda dan juga tawa dari 3 bocah cilik yang hadir di keluarga kim. Tak jarang juga 8 bersaudara dari keluarga Kim saling mengobrol untuk membahas pekerjaan dan yang lainnya.
"nenek...." panggil akeu tiba-tiba
"ohh.. kenapa sayang?" bukannya menjawab akeu malah terlihat cemberut hingga membuat atensi semua orang tertuju padanya.
"ohho... ada apa dengan keponakan paman yang manis ini, kenapa wajahnya cemberut seperti itu?" Johan mendekati akeu yang duduk disebelah Jason lalu menggendongnya.
"akeu kenapa sayang... kok mukanya di tekuk gitu?"
"akeu lagi galau ma" sahut akbi.
Lantas semua orang dewasa bingung dengan ucapan akbi."memang akeu galau kenapa sayang?" kini Vina yang bertanya tapi orang yang ditanya hanya diam seribu bahasa.
"mama... apa nanti mama bakal gak sayang sama Sena lagi?" belum selesai dengan tingkah akeu yang cemberut kini Sena bertanya hal yang aneh bagi mereka.
"ehhh... kenapa kamu malah tanya begitu sayang... mama kan mamanya Sena gak mungkin dong mama gak sayang sama Sena" ucap Sean kepada putrinya.
Mendengar perkataan ayahnya yang seperti itu bukannya membuatnya bahagia malah membuatnya tambah sedih. Spontan sana Sena yang duduk di sebelah Sean menangis begitupun dengan akeu yang duduk di pangkuan Johan ia juga menangis.
__ADS_1
Semua orang dibuat bingung dengan tingkah 2 bocah perempuan yang jadi primadona di keluarga Kim itu. pagi-pagi mereka sudah cemberut dan bertanya hal yang tidak masuk akal menurut mereka. Dan sekarang mereka malah menangis tiba-tiba tanpa sebab.
"apa mereka berdua sedang pms? kenapa mereka menangis tanpa sebab seperti itu?" bisik yungky kepada Rana namun masih bisa didengar oleh akbi yang duduk disebelahnya.
"mereka tidak sedang pms paman!" sahut akbi yang membuat semua orang melotot kearahnya. pasalnya dari mana seorang anak yang baru genap 6 tahun tau soal masalah pms pikir mereka.
sadar karena ia ditatap dengan tatapan aneh dari semua orang yang ada disana akbi mengehela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "jadi sebenarnya... kak Sena dan akeu itu sedang sedih bukan karena pms, kami ini masih di bawah umur jadi mana mungkin mereka bisa pms."
"darimana kamu tau kata itu sih bi" ucap Juna yang tak habis pikir dengan tingkah keponakannya yang bisa dibilang kelewat batas pengetahuan nya.
"dari internet" jawabnya singkat yang membuat semua orang geleng-geleng kepala.
"astaga putramu itu kelewatan jiwa pengen taunya sampai hal seperti ini saja dia tau" bisik Hanna ditelinga Jason. Sedangkan Jason hanya tersenyum melihat kepintaran putra nya kelewat batas itu.
Sebenarnya tidak hanya akbi yang jiwa pengen taunya itu kelewat batas, tapi semua anak yang ada di anggota keluarga mereka memang memiliki jiwa kepo yang tinggi mungkin karena mereka adalah anak-anak yang genius. Mereka bahkan diam-diam sudah bisa mengoperasikan komputer yang mereka pelajari saat melihat ayah dan juga pamannya bekerja. tidak hanya mengoperasikan tapi mereka juga bisa meng-hack akun seseorang bahkan akun perusahaan.
oke balik lagi kepada drama mereka di pagi hari. "jadi Sena dan akeu sedih karena apa sayang"
"mereka sedih karena mereka takut kalau mereka tidak akan disayangi lagi sama kalian semua" lagi-lagi akbi yang menjawab.
"kenapa kalian bisa berpikiran seperti itu sih? mama gak akan gitu." ucap Vina "iya sayang kenapa kalian bisa berpikiran seperti itu?" tanpa sadar Hanna mengulangi ucapan Vina.
"karena Sena dan akeu gak mau jawab jadi akbi kamu bisa jelasin kenapa mereka jadi sedih seperti itu?" ucap Jimmy sambil menatap akbi.
__ADS_1
"jadi... akbi dan akeu tidak sengaja mendengar obrolan ayah dan mama kalau kami bakal punya adik lagi. kalau aku sih biasa aja karena aku sudah pernah punya adik jadi kalau punya adik lagi aku baik-baik aja. akeu takut kalau nanti ayah sama mama gak sayang lagi sama akeu karena kehadiran adik bayi nanti." jelasnya.
"lalu Sena sedih karena apa?" sahut Dustin.
"kak Sena itu sedih nya sama kayak akeu"
"tunggu jadi Sena... kamu udah tau kalau mama-"
"Iya, senang udah tau... kalau senang juga bakal punya adik bayi seperti akbi dan akeh. "
"Lalu kenapa sena sedih? bukannya kalau punya adik sena tidak akan kesepian lagi? "
"Tapi sena takut kalau mama sama papa gak sayang lagi sama sena kalau dedek bayi nanti sudah lahir."
"Itu tidak akan terjadi sayang, mama sama papa gak mungkin gak sayang sama sena kalau adik bayi lahir nanti, mama sama papa pasti akan menyayangi sena sama seperti sebelum sena punya adik bayi." jelas Vina.
"Mama sama papa janji? "
"Iya sayang mama sama papa janji."
"Jadi aku bagaimana? apa aku masih tidak mau punya adik kecil? " aku menggeleng lalu menenggelamkan wajahnya di dada sang paman.
Tanpa mereka sadari karena mereka terlalu sibuk membujuk sena dan juga akeu. Disana wajah rana terlihat sangat pucat. Dengan tenaga yang tersisa rana berusaha untuk menjaga kesadarannya. Namun sayangnya hal itu tidak bertahan lama karena pandangannya tiba-tiba menggelap.
__ADS_1
"RANAA.........!!! " teriak semua orang ketika melihat rana dengan wajah pucat nya hampir saja terjatuh dari kursi meja makan.
Dengan sigab yungki langsung menangkap tubuh rana sebelum benar-benar jatuh.