Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 50. MUAL


__ADS_3

Di kantor polisi Randy dan kedua orang tuanya yang selama bertahun-tahun memalsukan kematian mereka dan melakukan operasi plastik dan merubah wajah mereka menjadi tuan dan nyonya Kim.


Randy merasa kesal karena Rana menghancurkan rencananya, ia tidak menyangka kalau Rana sudah mengkhianati dirinya. Dan mengacaukan semua rencananya yang ia jalankan selama ini bersama kedua orangtuanya selama bertahun-tahun.


"Aku pasti akan membalas dendam kepada kalian semua setelah aku keluar dari penjara" ucap Randy yang tak terima ia dipenjara.


"Lakukan saja kalau kamu bisa" sahut Sean yang datang bersama yungky.


"Kalian..." Randy yang merasa geram dengan kehadiran mereka semakin memberontak dan ingin menyerang mereka berdua. Namun tak bisa karena tangannya yang di borgol.


Urusan mereka dikantor polisi akhirnya selesai juga. Mereka hanya tinggal menunggu keputusan hakim di persidangan yang akan dilakukan Minggu depan. mereka berharap keputusan persidangan mereka Minggu depan sesuai harapan. dan mereka bisa mendapat hukuman yang setimpal.


Liburan sekolah telah tiba. dua anak perempuan dengan semangat yang menggebu mendatangi sebuah kamar.


"Paman... paman..." akeu berbisik pelan ditelinga Johan dan Jimmy. Johan dan Jimmy tinggal di satu kamar yang sama. karena kamar yang akan ditempati oleh Johan masih belum selesai untuk di renovasi. sebenarnya tidak direnovasi juga tidak apa-apa. Johan tidak masalah tapi keenam kakaknya itu terlalu berlebihan.


Meski sedari tadi mereka sudah bangun tapi karena ingin menggoda dua keponakan cantiknya mereka pura-pura tidur.


"kak Sena.. paman Jimmy sangat susah sekali dibangunin nya." keluh akeu kepada kakaknya karena Jimmy yang tidak kunjung bangun.


"paman Johan juga sangat sulit untuk di bangunkan." keluhnya.


sedangkan dua orang yang masih berakting tidur itu hanya bisa menekan dirinya agar tidak tertawa mendengar keluhan dari dua keponakan cantiknya itu.


sesekali Jimmy dan Johan bergantian mengintip untuk melihat ekspresi keduanya. Mereka berdua menampilkan ekspresi yang sangat menggemaskan bagi kedua pria dewasa itu.


"Bagaimana kalau kita minta bantuan kak akbi" tanya akeu sambil menarik turunkan kedua alisnya.


"Ide bagus siapa tau akbi bisa membangunkan ke dua paman ini. aku sangat ingin bermain bersama mereka. ayo kita panggil akbi"


Sena dan akeu memutuskan untuk meminta bantuan akbi untuk membangunkan kedua pamannya itu. entahlah Johan, Jimmy dan juga yungky adalah paman favorit untuk Sena dan akeu.


Sedangkan akbi dia lebih dekat dengan Juna, Dirly dan Dustin. karena ia lebih tertarik dengan kegiatan membaca dan bermain komputer di bandingkan bermain mainan anak-anak yang seumuran nya.

__ADS_1


"kami pulang" teriak sean yang baru datang dari kantor polisi bersama yungky. Sean sudah bersiap untuk mendapat pelukan dari putrinya ataupun keponakan nya, tapi sayang ia hanya disambut oleh ruangan sepi tanpa penghuni.


"eh.. kenapa rumah di ini sepi sekali seperti kuburan" celetuk yungky yang tidak melihat keberadaan siapapun dirumah "apa kita salah masuk rumah?" sambungnya lagi.


Sean hanya mengendikkan kedua bahunya dan celingak-celinguk melihat sekeliling nya. Dan tak lama kemudian ia melihat Vina yang baru berjalan keluar dari arah dapur.


"kalian sudah pulang"


"dari tadi... dimana yang lain kenapa sepi sekali?" tanya Sean.


"mungkin ada dikamar mereka masing-masing" jawabnya santai.


setelah mengatakan itu Vina langsung meninggalkan mereka berdua dan pergi begitu saja.


"kamu mau kemana?"


"kekamar" jawab Vina singkat.


"aku ikut" Sean mengekor di belakang istrinya menuju kamar mereka.


"Kemaren kamu sempat bilang ingin memberikan aku sebuah Hadiah jika masalah ini sudah selesai.. dan masalah ini sudah selesai buka, sekarang mana hadiah itu." ucap Jason tiba-tiba. sedangkan orang yang ditanya malah senyum-senyum sendiri.


"kenapa kamu malah senyum-senyum sendiri hemm"


"tunggu sebentar aku akan menunjukkan sesuatu padamu" Hanna turun dari tempat tidur dan berjalan menuju meja riasnya. ia menggambil sebuah benda pipih yang ia simpan di laci.


Dengan senyum yang merekah Hanna menunjukkan sebuah alat test kehamilan kepada suaminya. Jason mengeryit kan dahinya saat melihat alat tersebut. hingga akhirnya sebuah senyuman lebar terpancar dari wajahnya.


"kamu hamil? itu artinya akbi dan akeu akan punya seorang adik?" Hanna mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya.


"terimakasih hann, berkat kehadiran dirimu dan juga anak-anak membuat hidupku terasa lengkap." Jason memeluk Hanna dengan senyum lebarnya. Jason merasa sangat senang sekali karena ia akan memiliki anak lagi. dan kali ini ia berjanji akan selalu berada disisi istrinya. dan tidak akan membiarkan apapun terjadi kepada istrinya.


dan ditempat lain Rana seperti sedang memikirkan sesuatu yang membuat bahkan tidak sadar kalau yungky sudah berada di kamar dan menatapnya cukup lama.

__ADS_1


"kamu sedang memikirkan apa?" pertanyaan yungky yang tiba-tiba membuyarkan lamunan Rana.


"oh kamu sudah pulang. maaf aku tidak mendengar mu tadi. kamu bertanya apa?"


"kamu sedang memikirkan apa?" yungky mengulangi pertanyaannya sama persis dengn apa yang ia tanyakan tadi. memang gaya yungky sekali.


"aku sedang memikirkan kak Randy. sejak kecil aku tinggal di panti asuhan bersama dengannya. dia selalu menjagaku dan melindungi ku jika ada yang menggangu ku. tapi aku tidak menyangka dia bisa berbuat sekejam itu. aku pikir dulu ia adalah kakak yang baik meski aku bukanlah adik kandungnya tapi ia sangat menyayangi ku." tanpa sengaja Rana menceritakan masa kecilnya dan meneteskan air matanya.


tanpa sadar tangan yungky terulur untuk menghapus air mata Rana. Rana hanya diam saj saat yungky menghapus air matanya. rasa kecewanya kepada Randy dan juga rasa sedihnya membuat ia hany ingin menangis untuk melampiaskan rasa sakit hatinya kepada sang kakak.


"menangis lah kalau itu membuatmu merasa lebih baik. dan jangan malu jika kamu butuh sandaran karena bahuku selalu siap untuk kamu jadi sandaran" yungky berusaha untuk menenangkan istrinya. Rana sempat cengo ketika mendengar ucapan yungky pasalnya yungky bukanlah orang yang bisa berkata seperti itu. wahh itu adalah sebuah keajaiban untuk Rana saat mendengar ucapan suaminya barusan. hampir 10 tahun ia mengenal pria di hadapannya itu yang notabenenya adalah suaminya, baru ini suaminya itu bisa mengatakan kata-kata yang sedikit romantis.


Tapi tak berapa lama Rana tiba-tiba berlari kearah kamar mandi. perutnya tiba-tiba terasa mual saat melihat wajah yungky terlalu lama. oh apakah karena perkataan manus yang di ucapkan oleh yungky membuatnya merasa mual.


yungky yang melihat Rana muntah-muntah datang menghampiri dan mencoba membantu Rana dengan memijat tengkuk lehernya.


"apa kamu baik-baik? ap perlu aku panggil dokter?" yungky terlihat cemas melihat Rana yang wajahnya terlihat sedikit pucat.


"aku tidak apa-apa" sahutnya. namun sepersekian detik ia kembali muntah saat melihat wajah yungky dari cermin.


"kamu yakin baik-baik saja, aku rasa kita perlu ke dokter"


dengan cepat Rana melambaikan tangannya isyarat agar agar yungky tidak perlu cemas dan repot memanggil dokter. "bisakah kamu menjauh dari ku aku tidak ingin melihat wajah mu, setiap aku melihat wajahmu aku merasa mual. aku mohon" pinta Rana memelas. karena tidak tega melihat Rana yang seperti itu meski ia cemas dan juga kuatir dengn kondisi Rana tapi pada akhirnya ia memilih untuk menuruti permintaan istrinya.


'astaga apa yang terjadi kepadanya? kenapa ia bisa mual saat melihat wajahku. apa wajahku sangat jelek hingga membuatnya merasa mual saat melihatku.'


.


.


.


.

__ADS_1


.


(...)


__ADS_2