Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 49. OM BARU NENEK BARU


__ADS_3

Sekitar pukul 13.00 wib mereka telah sampai dikediaman keluarga Kim.Gerbang yang terbuat dari besi itu menjulang tinggi menyambut mereka. Bi ayu menatap haru ketika ia bisa kembali kerumahnya setelah sekian lama ia harus menghilang dan statusnya digantikan oleh orang lain.


Begitupun dengan Johan. Mimpi yang selalu ia impikan sejak kecil akhirnya bisa tercapai. Keinginan untuk memiliki keluarga yang utuh tanpa merasa dikucilkan, meski ia tau alasan kenapa kedua orangtuanya menyembunyikan dirinya.


Johan disembunyikan karena ia adalah anak yang cerdas dan punya bakat yang laur biasa ia bisa melakukan apapun tanpa kesulitan.


Sedangkan Jason ia memiliki fisik yang lemah sejak kecil. Jason yang mudah sakit harus tinggal bersama kakek dan neneknya untuk pengobatannya. Sebenarnya mereka tidak tinggal di Bandung sejak bayi tapi mereka mulai tinggal dibandung sejak mereka berusia 4 tahun.


Sebelum tinggal dibandung Johan dan Jason tinggal di Kanada selama Johan menjalani pengobatan untuk penyakit jantung yang dideritanya hingga ia mendapatkan donor. Johan kecil yang sangat menyayangi adiknya, tidak pernah ingin tinggal jauh dari Jason.


Dan kakak-kakak mereka? Karena usianya yang masih kecil, polos dan juga lugu mereka tidak pernah tau jika memiliki adik kembar. Yang mereka tau hanya memiliki satu adik kecil yaitu Jason. Karena nyonya dan juga tuan Kim menyembunyikan fakta bahwa anak bungsu mereka lahir kembar untuk menghindari musuh bisnis mereka.


Namun faktanya rencana mereka gagal dan hal itu juga yang membuat Johan dan Jason terpisah bahkan bi ayu harus berpura-pura menjadi orang asing dan mengubah wajahnya untuk melindungi anak-anak nya secara diam-diam.


Hingga ia dipertemukan dengan Hanna. Pertemuan itu bukanlah kebetulan tapi memang sudah direncanakan oleh Bi ayu dan juga Johan.


Johan yang sedang mengenang masa lalunya saat melihat Hanna dan Jason dikagetkan dengan kehadiran empat bocah cilik yang memandanginya dengan seksama.


"Ada apa?" Johan merasa risih sekaligus gemas saat dipandang empat anak kecil didepannya.


"Kak akbi.." panggil akeu "Kenapa ayah ada dua?" akeu yang heran melihat ayahnya ada dua bingung dan bertanya kepada akbi dengan ekspresi wajahnya yang bingung.


Sedangkan akbi yang ditanyai oleh adiknya hanya mengendikkan kedua bahunya. Pertanda bahwa ia juga tidak tau kenapa ayahnya ada dua.


"Kurasa dia bukan paman Jason... karena paman Jason ad disana bersama Tante Hanna..." Davi menunjuk kearah Jason dan Hanna yang duduk bersebelahan tidak jauh dari tempat Johan duduk.


"Jika ayah bersama mama, lalu orang ini siapa? kenapa wajahnya sama seperti ayah?" akeu yang masih bingung terus bertanya kepada kakaknya.


"Aku tau... paman ini pasti paman Johan kan? karena tadi mama Sena bilang, Sena akan punya paman baru yang memiliki wajah seperti paman Jason." sahut Sena yang sejak tadi hanya diam akhirnya buka suara setelah mengingat-ingat apa yang sudah dikatakan mamanya ketika masih dirumah neneknya.


Semua orang hanya bisa mengulum senyum karena melihat percakapan lucu empat ank kecil itu yang masih belum mengetahui jika Johan adalah pamannya dan juga kembaran dari Jason.


Tak lama bi ayu alias nyonya Kim alias nenek mereka yang baru keluar dari arah dapur bersama Rana yang membawa beberapa gelas air minum untuk mereka semua.

__ADS_1


"Nenek...." teriak mereka berempat bersamaan. Teriakan mereka membuat semua orang dewasa yang ada disana kaget dan juga bingung pasalnya mereka belum memberitahukan kepada keempat bocah itu bahwa bi ayu adalah nenek kandung mereka tapi mereka sudah memanggil bi ayu dengan sebutan nenek.


Mereka berempat langsung menghampiri nyonya Kim dan langsung memeluk nya. Nyonya Kim membalas pelukan mereka dengan hangat dan penuh kasih sayang.


"Nenek... apa nenek tidak apa-apa? Pipi nenek sedikit memar apa kakek dan nenek kami yang palsu mereka yang menyakiti nenek?" Sena yang sedih mengelus wajah nyonya Kim yang sedikit memar.


"Nenek tidak apa-apa sayang.. sekarang nenek sangat bahagia karena nenek bisa bermain bersama kalian." balas nyonya Kim dengan senyum hangatnya.


Sedangkan orang dewasa yang menyaksikan terlihat cengo dan masih belum bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Kecuali Jason, Johan, Jimmy, dan juga Juna saudara dengan nama awalan huruf 'J' ini sudah mengetahui segala sejak awal.


"Ada yang bisa memberi kami pengertian atau penjelasan tentang kejadian ini" Sean yang heran menatap putri dan juga keponakan nya yang terlihat begitu akrab dengan ibunya padahal mereka saja baru bertemu hari ini. Kecuali akbi dan akeu yang notabenenya memang sejak kecil sudah bersama bi ayu orang yang saat ini ia panggil dengan sebutan ibu dan juga nenek dari anak dan juga keponakannya itu.


"Hihi... ayah kurang info ya" sena dengan santainya mengomentari pertanyaan ayahnya.


"Sayang tidak berbicara seperti itu kepada ayahmu" tegur bi ayu.


"Ooppss maaf nenek... Sena cuma bercanda, hehehe.." sahutnya.


"Jadi gini ayah-" Sena menceritakan awal pertemuan mereka dengan neneknya dan awal mula mereka mengetahui kalau bi ayu yang selama ini yang merawat akbi dan akeu adalah nenek mereka.


Hari ini aku senang sekali bisa bertemu dengan sepupu Bru ku kira-kira wajah mereka bagaimana ya. Pasti wajahnya sangat menggemaskan aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka.


Perjalanan jauh yang ku tempuh dari Jakarta menuju Bandung terasa sangat sebentar karena hatiku yang kelewat bahagia ingin bertemu dengan adik-adik ku.


Yah meski aku juga merasa sedih karena aku berada di bandung hanya tiga hari saja.


Tepat pukul sebelas siang aku, ayah dan mama akhirnya sampai juga di penginapan paman Jason dan paman Jimmy. Disana aku melihat semua pamanku dan juga Tante Rana dan seorang wanita cantik yang duduk bersama kakek dan juga nenek sedang berkumpul tapi aku tidak melihat anak kecil disana.


Di mana adik-adik ku? tanyaku kepada ayah. Dia sedang pergi keluar bersama davi sayang, ucap paman yungky yang langsung menggendong ku.


Aku ingin bertemu mereka ucapku dengan nada memelas. Aku akan mengantar mu kesana ucap Juna dan paman Jimmy bersamaan dan akhirnya kami pergi kerumah mereka yang tidak jauh dari penginapan.


Sesampainya di rumah mereka aku bertemu Dangan Davi teman sekelas ku, eh salah ralat maksudnya musuh bebuyutan ku karena aku tidak pernah akur saat bersamanya.

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya aku saat Davi memanggil mereka dengn sebutan adik jadi aku dan dia berarti juga bersaudara dong secara tidak langsung.


Disana saat kami berempat sedang bermain di taman belakang kami melihat bi ayu pengasuh akbi dan akeu bertemu dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan paman Jason. Karena kami sangat penasaran akhirnya kami memutuskan untuk menghampiri bi ayu. Tapi sebelum itu akeu yang penakut alias trauma karena tragedi penculikan yang terjadi kepadanya memanggil Paman Juna dan juga paman Jimmy untuk menemani kami.


Kami semua kaget saat mendengar pria itu memanggil bi ayu dengan sebutan ibu yang wajahnya yang sangat mirip dengn paman Jason membuat kami berempat dan juga paman Juna dan paman Jimmy melongo seperti orang aneh.


Ayah itulah sebutan yang terlontar secara tiba-tiba dari mulut akeu yang berada di gendongan paman Juna. Sedangkan orang itu dan bi ayu hanya tercengang dengan kehadiran kami disana.


Dan akhirnya akeu ingat bahwa pria itu lah yang dengan sengaja berusaha membebaskan akeu tanpa sepengetahuan oran lain. Pria itu tersenyum kearah kami. Dan menceritakan semuanya kepada kami. Kami berempat yang masih kecil dan belum terlalu paham hanya mengangguk saja seolah-olah kami mengerti. Padahal yang kami mengerti hanya panggilan paman dan juga nenek.


Ah betapa senangnya aku punya nenek dan juga paman baru setelah aku punya adik-adik yang menggemaskan dan saudara tidak langsung yang menyebalkan seperti Davi batinku.


//POV END


"Jadi kalian sudah tau kalau paman Johan adalah kembaran paman Jason?" tanya Sean untuk memperjelas apa yang baru saja ia dengar dari putrinya.


"Tentu saja kami tau paman tampan karena kami sudah bertemu dengan paman Johan lebih dulu dari paman, hehehe" sahut akbi cengengesan.


"Tapi kenapa tadi kalian bertanya seolah-olah kalian tidak tau dan tidak pernah bertemu dengan paman Johan kalian itu" kali ini Dustin yang bertanya.


"A K T I N G..." sahut mereka berempat kompak.


Dan orang yang di sahuti hanya bisa mengelus dada akrena tingkah keempat keponakannya itu. Tidak hanya Dustin tapi orang dewasa yang lain juga mengelus dada


"Aku rasa sekarang putra ku tidak sedingin dulu lagi" puji Daniel ketika melihat putranya yang bisa bertingkah selayaknya anak kecil jika bersama saudaranya. Karena biasanya Davi akan bertingkah sok cool kepada semua orang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


(Hari ini up lebih dari 1000 kata ya, semoga kalian suka dengan ceritanya🤗)


__ADS_2