Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 47. PENGHIANAT


__ADS_3

Di gedung tua mereka semua tercengang mengetahui fakta bahwa Jason memiliki kembaran yang mana itu berarti dia adalah adik dari mereka juga.


Sedangkan orang yang tergeletak pingsang tengah menggerutu karena harus berpura-pura pingsan dihadapan mereka semua. "Sampai kapan aku harus berpura-pura pingsan seperti ini, ini membosankan." batinnya.


"B-bbagaimana mungkin Jason memiliki kembaran... ini begitu rumit.." ucap Sean tak percaya. Pasalnya sudah lebih dari 20 tahun mereka hidup bersama dan mereka baru tau sekarang Jason memiliki kembaran itu sungguh bukan hal yang mudah untuk diterima akal mereka jika tanpa penjelasan.


"Tentu saja kalian tidak tau karena si tua Bangka Kim dan ibu kalian ini menyembunyikan nya dari kalian. Dan Jason yang malang harus hidup dengan rasa bersalahnya karena kehilangan saudara kembarnya. Hingga akhirnya dia harus mengalami trauma yang membuatnya tidak bisa mengingat saudara kembarnya." jelas wanita paruh baya itu yang selama ini mereka panggil dengan sebutan mama.


"Sudah lah tidak perlu basa-basi lagi cepat habisi saja mereka... aku sudah bosan melihat drama keluarga yang menyebalkan ini" sinis pria paruh baya itu yang selalu mereka panggil dengan sebutan ayah. Wajah mereka yang sama seperti ayah dan mama mereka membuat mereka terkecoh selama ini.


"J-jjangan bunuh mereka... jangan bunuh anak-anak ku.. bunuh saja aku tapi jangan sakiti mereka..hiks..hiks..hiks" tangis bi ayu memohon kepada pria dan juga wanita yang berada didepannya.


Bi ayu yang bersujud di hadapan mereka memohon agar mereka tidak menghabisi anak-anaknya yang selama ini ia lindungi dengan susah payah bahkan ia rela tinggal jauh dan menjdi orang asing untuk mereka.


"Minggir.... seharusnya aku melenyapkan mu dari dulu.." teriak pria itu dan menendang bi ayu dengan begitu keras hingga membuat bi ayu tersungkur dan ujung bibirnya berdarah.


"Beraninya kau..." teriak mereka serempak ketika melihat orang yang baru mereka ketahui sebagai ibu mereka diperlakukan dengan kasar.


Dengan kemarahan yang memuncak mereka berhasil terlepas dari cengkraman para preman itu dan mengajar preman-preman itu membabi buta. Tak ada lagi kata sandiwara mereka sudah sangat emosional sejak mendengar setiap perkataan yang pria dan wanita itu lontarkan.


Diluar gedung, polisi sudah mengepung tempat itu hanya dengan menunggu aba-aba dari Hanna mereka siap untuk menyerbu kedalam gedung tua itu.


"Apakah kita masih harus menunggu lebih lagi Bu?" tanya salah seorang polisi itu.


"Kita harus menunggu beberapa menit lagi, saya tidak ingin bertindak gegabah atau mereka nanti bisa tau keberadaan kita dan kabur." sahutnya.


"Baik Bu." jawab polisi itu.


Merasa terpojokkan mereka yang melihat Rana tanpa perlindungan yang berusaha untuk menyelamatkan Randy, langsung menarik tangan nya dan mengancam mereka menggunakan Rana.


"Jangan mendekat atau aku akan membunuhnya." ucap pria itu.


"K-kkakak tolong aku" teriak rana pada Randy. Tapi bukannya menolong Rana, Randy malah tersenyum miring kepada Rana.

__ADS_1


"Untuk apa aku menolongku" ucapnya seraya menunjukkan smirknya dengan tatapan tatapan mata yang tidak bisa dimengerti oleh Rana.


"A-aapa maksud kakak" ucap Rana terbata-bata.


"Sudah kuduga ini pasti akan terjadi... bajingan itu membuat ku muak..." gumam yungky tapi masih bisa didengar oleh Dirly.


"Sabarlah kak jangan bertindak gegabah atau rencana kita untuk mengungkapkan semua kebenaran ini bisa gagal" Dirly berusaha memperingati yungky agar tidak bertidak gegabah sebelum rencana mereka seratus persen berhasil.


"Dasar pria licik...." batin Johan yang merasa jijik dengan tindakan Randy "Harus berapa lama lagi aku harus terbaring di tanah seperti ini... aku sungguh bosan mengirup bau tanah ini." Johan menggerutu tak henti-hentinya karena harus berpura-pura pingsan sedari tadi.


"Johan habisi mereka semua... ingat mereka semua yang sudah membuat mu menderita terutama saudara kembar mu yang tidak berguna itu... cepat sebelum aku yang akan menghabisi mereka." perintah pria itu pada Johan.


Johan mengangguk dan mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya. Johan mendekat kearah Jason dan akan menembaknya.


"Jangan lakukan itu nak.. ibu mohon jangan nak... dia adalah adikmu kandung mu sendiri.." bi ayu dengan sisa tenaganya memohon kepada Johan.


Johan tidak menjawab. Johan diam seribu bahasa ia kembali mengarahkan pistolnya ke arah Jason dan..


DORRRRRRR......


"Johannnnn..... apa yang kamu lakukan..." teriak wanita yang bersama pria paruh baya itu.


Sedangkan Randy dia diam membeo tidak percaya dengan apa yang dilakukan Johan kepadanya.


"Kakak sekarang kamu bisa bangun... aku tau kau pasti sudah menggerutu sejak tadi Krena harus berbaring di tanah kotor seperti itu." ucap pria yang mereka panggil sebagai Johan. Yang aslinya adalah Jason.


"Jas.. kamu begitu lama sekali bertindak... aku sudah pegal berbaring sejak tadi... itu sama sekali tidak menantang." Johan yang berpura-pura sebagai Jason bangkit seraya menggerutu kepada adiknya. Sedangkan orang yang ia omelin hanya nyengir seperti tanpa dosa "maaf kak.. hehehe"


"Akhirnya drama ini selesai juga...." ucap Dustin tiba-tiba.


Entah apa yang merasuki mereka semua. Mereka tiba-tiba tertawa dan membuat Randy dan kedua orang paruh baya itu terlihat cengo.


Bahkan bi ayu dan Rana ikut tertawa puas melihat ekspresi mereka yang terlihat lucu bagi mereka.

__ADS_1


"Apa kalian sudah bosan hidup..." teriak pria paruh baya itu.


"Johannnn... kamu membuat kami semua kecewa!!" ucap wanita paruh baya itu.


"Dasar penghianat!!!" bentak Randy tak terima dengan perlakuan Johan kepadanya.


"Apa kalian sudah puas memaki ku? ahhh... aku lupa kalian itu bukan keluarga ku... Ingat itu tuan dan nyonya Kim.. ooppsss maksudnya tuan dan nyonya Lee..." sinis Johan dan pergi untuk membantu bi ayu untuk berdiri "Maaf Bu aku tidak bisa menolong mu tadi.." sambungnya.


"Tidak apa-apa nak..."


Sesuai rencana. Sudah dua jam akhirnya Hanna dan polisi masuk kedalam gedung untuk menangkap mereka. Mereka bertiga bersama preman yang mereka bayar akhirnya ditangkap polisi tanpa perlawanan. Bagaimana bisa melawan kalau semua preman sudah terkapar. Dan mereka bertiga diancam dengan sebuah pistol yang menodong ke arah mereka.


"Apa kalian baik-baik saja? apa aku terlalu lama?" tanyanya beruntun kepada kakaknya dan juga suaminya. Belum sempat mereka menjawab Hanna langsung berlari kearah Jimmy yang babak belur dan sedang dibantu Juna dan Sean untuk bangun.


"Kak Jim.. "


"Aku baik-baik saja Han, jangan kuatir" ucapnya lembut sambil mengelus lembut pipi Hanna.


"Ekhemmm..." Jason yang cemburu melihat kedekatan Jimmy dan Hanna berdehem.


"Aku tidak akan merebutnya.." ucap Jimmy menyahuti deheman dari Jason.


Sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah Jason yang terlihat malu-malu saat disahuti oleh jimmy dan berjalan pergi meninggalkan gedung tua itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


(...)


__ADS_2