Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 44. PERLU RENCANA


__ADS_3

Dengan emosi yang berusaha ia tahan yungky menghubungi semua saudaranya. Rana yang sedari tadi memandangi yungky hanya bisa diam dan tidak berani bertanya sejak yungky membentaknya tadi.


Dikediaman park Jason yang baru menerima telepon dari yungky langsung bergegas menyusul Hanna yang berada dikamar. Wajahnya terlihat mengkuatirkan sesuatu.


Untung saja ketika ia masuk akeu sudah tertidur dan akbi di bawa oleh viona kekamar Davi.


"Ada apa?" Hanna heran melihat Jason yang wajahnya terlihat sangat frustasi.


"Bisakah kita bicara diluar agar tidak menggangu tidur akeu." Hanna hanya mengangguk dan mengikuti Jason keluar setelah menyelimuti tubuh putrinya.


"Ada apa?" Hanna kembali bertanya karena penasaran.


"Kak Jimmy Han... kak Jimmy menghilang" ucap Jason frustasi.


"Bagaimana bisa... bukankah tadi kalian baru saja rapat bersama kenapa bisa kak Jimmy menghilang sekarang? aku tidak bisa mengerti keadaan ini.. tadi akeu mendapat kado mengerikan sekarang kak Jimmy menghilang sebenarnya apa yang terjadi.." tanyanya yang tak mengerti akan apa yang terjadi.


"Aku akan pergi bersama kakakku yang lain untuk mencari kak Jimmy..." bukannya menjawab pertanyaan Hanna, Jason malah ingin pergi setelah berkata ingin mencari kakaknya. Tapi langkah nya terhenti tak kala Hanna memeluknya erat.


"Kemana kamu mau pergi aku ingin ikut..." Jason berbalik dan menatap wajah Hanna dalam.


"Tidak han, kamu disini saja bersama anak-anak aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu. Aku pasti akan segera kembali dan aku akan menjelaskan segalanya nanti."


"Baiklah.. tapi aku harap kamu menepati janjimu itu, aku ingin memberi sesuatu yang sangat berharga saat kamu kembali nanti. jadi aku mohon kamu kembali secepatnya." ucap Hanna meski berat tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Jimmy adalah kakaknya, ia juga mengkuatirkan Jimmy tapi Jason melarang nya untuk ikut.


"Aku janji aku akan langsung pulang saat aku sudah menemukan kak Jimmy." setelah mengucapkan itu Jason mencium bibir Hanna sekilas dan tersenyum sebelum ia pergi.


Sedangkan keadaan genting juga terjadi di kediaman keluarga Kim. Anak-anak keluarga Kim menjadi resah dan cemas setelah mendapat telepon dari yungky. Tak lama yungky datang bersama Rana. Mereka berdua masih tidak saling bicara sejak tadi.


"Oh Yung.. apa kamu dapat kabar dimana Jimmy sekarang?" Sean yang sangat cemas langsung bertanya pada yungky yang baru saja datang.


Yungky menggeleng pertanda jika ia tidak tau dimana keberadaan adik kelimanya itu.

__ADS_1


"Juna... apa kamu sudah mendapatkan lokasinya?" tanya Dirly kepada Juna yang berusaha untuk melacak lokasi Jimmy melalui GPS yang sengaja mereka pasang di ikat pinggang Jimmy. Yang mendapat gelengan kepala dari Juna.


Selang beberapa menit Jason datang. Dengan terburu-buru ia masuk kedalam rumah.


"Apa sudah ada kabar?" tanya Jason.


Semua orang hanya menggeleng karena memang benar mereka masih belum bisa menemukan lokasi pastinya karena sejak tadi lokasi Jimmy selalu berpindah-pindah tempat.


"Dimana kakak dan Sena?" Rana yang sedari tadi tidak melihat Vina dan juga Sena merasa aneh.


"Mereka sedang berada dirumah ayah dan ibunya Vina" sahut Sean yang mendengar pertanyaan adik iparnya.


"Lalu dimana mama dan ayah?" kini Jason yang bertanya karena sejak tadi ia juga tidak melihat kehadiran dua orang yang paling dihormati dirumah keluarga Kim.


Mereka yang mendengar pertanyaan Jason malah saling pandang satu sama lain. Karena mereka tidak sadar kalau orang tuanya tidak berada dirumah. Mereka bahkan tidak tau dimana mama dan ayahnya.


Karena cemas dengan kondisi Jimmy yang belum diketahui keberadaannya mereka sampai lupa akan keberadaan orang mereka yang tidak ada.


Dustin langsung bergegas menuju kamar orang tuanya untuk mengecek jika saja orang tuanya berada di kamar dan sedang tertidur tapi nihil mereka tidak ada disana. Tapi ada hal lain yang ditemukan Dustin.


"Dimana dia?" tanya yungky.


"Aku rasa lokasi yang sama tempat kita dulu menemukan akeu saat ia diculik." jelas dustin. Semua mengernyit tak mengerti dengan ucapan Dustin.


"Kenapa ekspresi kalian seperti itu... jas apa kamu ingat tempat kita dulu menemukan akeu saat di culik?" Jason mengangguk untuk menjawab pertanyaan Dustin.


"Kita lebih baik segera kesana" ucap Dustin.


"Tunggu bisakah kamu jelaskan kepada kita semua apa yang sedang terjadi... kenapa kamu bisa sangat yakin kalo Jimmy berada disana?" Juna bertanya karena ia merasa ada yang janggal dengan yang dikatakan Dustin.


Dustin menghela nafas panjang mengingat jika kakaknya yang satu itu tidak mudah percaya meski ia adalah adiknya sendiri. Mungkin karena masalah proyek perusahaan yang bocor waktu itu. Agar tidak membuat kakaknya tambah curiga kepadanya akhirnya Dustin menceritakan apa yang ia temukan dikamar orang tua mereka.

__ADS_1


"Tadi saat aku mencari ayah dan mama kekamar aku tidak menemukan mereka. Aku ingin kembali kebawah untuk memberitahu kalian. Tapi saat aku akan menutup pintu aku melihat foto Jason dan Hanna ketika masih kecil dan sebuah alamat dibaliknya" Dustin menunjukkan foto itu dan benar alamat itu menuju ketempat dimana akeu dulu pernah diculik.


Seakan berada di kutub tubuh mereka seperti membeku mengingat apa yang pernah diceritakan oleh Randy waktu itu. Kalau orang tua mereka lah dalang dari semua kejadian yang terjadi kepada keluarga mereka.


"Ran.. apa kamu sudah bisa menghubungi kakakmu?" tanya yungky yang memecah keheningan.


"Ponselnya tidak aktif, aku tidak bisa menghubungi nya" jawabnya.


"Dapattt..." teriak Juna.


"Aku dapat lokasi Jimmy... lokasi ini-" Juna menjeda ucapannya.


"Lokasinya kenapa Jun?" yungky dan Dirly bertanya bersamaan.


"Lokasi ini sesuai dengan alamat yang ada di balik foto itu." jelasnya.


"Kita harus segera kesana..." ucap Sean.


"Tidak kita tidak bisa pergi kesana tanpa persiapan apapun" komentar Rana.


"Kak ipar benar kita tidak bisa kesana tanpa sebuah rencana atau kejadian saat kita menyelamatkan akeu terulang kembali. Tidak pria itu atau siapapun yang telah melakukan ini tidak ada yang boleh lolos seperti waktu itu." ucap Jason.


Semuanya mengangguk setuju dengan ucapan Rana dan Jason. "Kita memang perlu rencana untuk menangkap orang itu." ucap yungky.


.


.


.


.

__ADS_1


.


(...)


__ADS_2