Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 39. MULAI TERBUKA


__ADS_3

Sebulan telah berlalu sejak dilaksanakannya pernikahan Hanna dan Jason, dan juga tragedi yang terjadi ketika pernikahan mereka.. Seminggu setelah pernikahan mereka, Jason dan Hanna memilih tinggal di rumah yang dibeli oleh Jason untuk mereka tinggali.


Meski tuan dan nyonya Kim melarang mereka untuk tinggal sendiri, tapi Jason dan Hanna tetap memilih untuk tinggal dirumah yang terpisah dari orangtuanya. Meski dengan sedikit berat hati pada akhirnya tuan dan nyonya Kim mengizinkan mereka untuk tinggal sendiri dan hidup mandiri.


Hari ini adalah hari Minggu, Jason sedang menikmati waktu bersama keluarga kecilnya dii rumah, jason yang sedang mengajari akbi dan akeu bermain sepatu roda.


Tak jauh Hanna duduk sambil memperhatikan mereka. Sekilas Hanna seperti teringat kembali kenangan masa kecilnya bersama anak laki-laki yang berjanji akan menikahinya dulu.


Hanna menghampiri Jason. "Mengapa kamu memilih untuk mengajari akbi dan akeu main sepatu roda? Bukannya kamu tau akbi sangat menyukai taekwondo?!" Hanna bertanya kepada Jason.


"Aku hanya mengikuti perasaanku saja, Dulu aku pernah berpikir jika diriku memiliki seorang anak, aku akan mengajari anakku untuk main sepatu roda." Jawabnya.


"Dan kini aku telah memiliki anak jadi aku akan mengajari anakku untuk main sepatu roda." Ucapnya lagi.


Hanna tersenyum mendengar penjelasan Jason, "Kamu mengingatkanku kepada seseorang, dulu dia juga sangat suka bermain sepatu roda tapi sayang aku tidak mengingat dirinya sampai sekarang bahkan aku tidak ingat namanya."


"Apa dia anak laki-laki yang kamu cerita waktu itu?" Hanna mengangguk mengiyakan.


"Kalau boleh aku tau kenapa kamu tidak bisa mengingat namanya?" Tanya Jason.


"Mungkin karena usiaku yang masih kecil dulu dan…" Hanna tiba-tiba terdiam.


"Dan????"


"Dua bulan setelah peristiwa penculikan yang terjadi padaku dan dirinya, keluarga mengalami kecelakaan mobil. Ibuku tewas karena menyelamatkan ku dan melemparku keluar dari mobil beberapa saat sebelum mobil itu meledak." Mata Hanna mulai berkaca-kaca saat menceritakan kejadian yang menimpa kedua orang tuanya kala itu.


Melihat Hanna yang mulai menangis Jason merasa sedih dan memeluknya. "Maafkan aku, seharusnya aku tidak bertanya tentang mereka"


"Tidak jas kamu tidak perlu meminta maaf, aku akan menceritakan semuanya. Aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu. Aku juga akan menceritakan masa laluku." Ucap Hanna.


"Aku tidak ingin mengetahuinya jika itu akan membuatmu menjadi sedih Han."


"Tidak jas, meski sekarang kita masih belum saling mencintai dan hanya saling menghargai satu sama lain aku tidak ingin ada rahasia diantara kita." Jelas Hanna.


Jason tersenyum mendengar penjelasan Hanna. Entah kenapa ada perasaan bahagia yang ia rasakan saat mendengar perkataan Hanna, mungkin karena Hanna sudah mulai terbuka dengannya. Hanna pun melanjutkan cerita masa kecilnya.


Di Sisi lain seorang pria sedang gelisah karena ia tidak bisa menghubungi seseorang sejak sebulan yang lalu.


"Ah… sial kemana perginya dia? Kenapa dia tidak bisa dihubungi sama sekali, jika ia sampai ketahuan dan mengatakan segalanya maka semua rencana ku selama ini akan sia-sia." Ketika pria itu sedang mengucapkan sumpah serapah nya datanglah seorang wanita menghampiri nya.


"Tenang suamiku, aku yakin semua pasti baik-baik saja." Ucap wanita itu yang tak lain adalah istri dari pria itu.


"Bagaimana aku bisa tenang! Dia menghilang dan tidak bisa dihubungi, bahkan rencana yang ku rencanakan itu tidak berjalan sempurna, bagaimana mungkin aku bisa tenang dan Randy kenapa anak itu harus muncul disana sepertinya aku harus memberinya pelajaran.!" Ucap pria itu geram.


"Tenanglah, aku sudah menyiapkan rencana baru yang lebih bagus untuk mereka. Dan soal Randy lupakan saja karena dia tidak akan berani berbuat macam-macam selama Rana masih bersama kita." Ucapnya. Pria itu mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Pasangan suami istri itu tak lain dan tak bukan adalah tuan dan nyonya Kim, ayah dan mama dari Jason sekaligus mertua dari Hanna.

__ADS_1


"Jadi rencana mereka gagal, tapi siapa orang yang menggagalkan rencana mereka? Apa kakak tau soal ini? apa ini alasan kakak berada disana?!" Batinnya. Tanpa mereka sadari ternyata Rana mendengarkan pembicaraan mereka, karena pintu yang sedikit terbuka.


Saat Rana tengah larut dalam pikirannya sendiri tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.


"Yungky???"


"Apa yang sedang kamu lakukan di depan kamar ayah hah!!" Tanyanya.


"Em-" Rana terlihat takut dan juga bingung untuk menjawab pertanyaan yungky.


"Ikut dengan ku sekarang." Ucap yungky sambil menarik tangan Rana dengan kuat, hingga Rana sedikit meringis kesakitan.


Yungky membawa Rana keluar rumah dan menyuruh nya masuk kedalam mobil.


"Kita mau kemana Yung? " Tanya Rana sedikit takut dengan sifat yungky saat ini.


"Sudah jangan banyak tanya cepat masuk ke dalam mobil!" Perintahnya kepada Hanna.


Sepanjang perjalanan baik rana ataupun yungky tidak ada yang memulai percakapan. "Suasana apa ini.. Kenapa terasa begitu menyeramkan.. tunggu apa yungky mengetahui sesuatu?" Batin Rana.


"Yung.. kita mau kemana?" Rana memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya itu yang sedang diam seribu bahasa.


Bukannya menjawab yungky malah menatap Rana dengan tatap yang tajam. Hingga membuat Rana menundukkan kepalanya karena takut.


Tanpa disadari oleh rana. Yungky yang melihat wajahnya yang ketakutan malah tersenyum tipis.


Sekitar 30 menit mereka akhirnya sampai di sebuah gedung apartemen yang tak asing lagi untuk Rana.


"Kenapa yungky membawa ku kesini.." batin Rana saat melihat gedung apartemen yang dituju oleh yungky adalah gedung apartemen Randy.


"Kita sudah sampai, ayo turun" ajak yungky.


"Ini kan.."


"Apartemen Randy." Sahut yungky dengan santainya.


Rana melotot mendengarnya, bagaimana bisa dia tau tentang Randy. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak nya.


"Apa sebenarnya yang terjadi, oh tuhan semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk.." lagi-lagi Rana hanya bisa membatin karena ia masih merasa sedikit takut dengan yungky, dan berdoa agar tidak terjadi hal yang buruk.


Namun hal yang lebih tak terduga siap membuat Rana semakin tidak mengerti dengan suasana disana. Di Dalam apartemen Randy sudah ada Kim bersaudara yang duduk di ruang tamu.


"Kenapa kalian lama sekali datangnya?" Ucap Sean saat melihat yungky dan Rana.


"Kalian semua ada disini?"

__ADS_1


"Jangan terlalu kaget ran, kita sudah saling mengenal bukan?!" Ucap Sean.


"Duduklah dulu nanti akan aku ceritakan semuanya." Ucap Randy menyuruh Rana dan yungky duduk.


"Sekarang sudah aman, tidak akan ada yang mendengar pembicaraan kita." Ucap yungky kepada Rana.


"Kamu pasti bingung kenapa mereka bisa berada disini kan ran?" Tanya Randy melihat wajah Rana yang kebingungan. Rana hanya mengangguk membenarkan.


"Jadi gini, ketika pernikahan Hanna dan Jason berlangsung kakak disuruh untuk mencelakakan salah satu anak Jason dengan menjatuhkan lampu gantung yang berada tepat diatas mereka." Randy mulai bercerita.


"Apa?? Jadi kakak.."


"Tunggu dulu ran jangan langsung menyimpulkan dengarkan dulu keseluruhan cerita kakakmu" ucap yungky.


"Karena rasa sayangku kepada akbi dan akeu membuatku tidak tega melakukannya, kuputuskan untuk menghubungi Jason dan mengatakan segalanya, aku tidak ingin mereka terluka karena diriku, tapi belum sempat aku mengatakan segalanya lampu itu tiba-tiba jatuh dan menimpa dirimu karena kamu berusaha menyelamatkan Jason dan akeu." Jelasnya.


"Jadi orang suruhan yang mereka bicarakan tadi adalah kakak?! Tapi kenapa kakak baru mengatakan sekarang?" Ucap rana.


"Maafkan kakak ran, aku tidak ingin membuatmu menjadi cemas karena kondisi mu saat itu sangat tidak memungkinkan." Jawab Randy.


"Dan kalian mengetahui semuanya, apakah Hanna juga tau?" Tanyanya.


"Tidak.. lebih baik jika ia tidak tau apapun untuk saat ini." Ucap Jason.


"Jadi sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Rana.


"Untuk saat ini kita akan mengikuti rencana mereka dulu dan jangan bertindak gegabah karena kita masih belum tau motif ayah dan mama apa sehingga mereka ingin melenyapkan Jason?!" Ucap Jimmy.


"Jika Jason bisa mengingat masa kecilnya mungkin kita akan tau apa motif mereka" ucap Juna.


"Tunggu bukankah Jason hilang ingatan baru 5 tahun yang lalu?" Tanya Rana karena merasa janggal dengan ucapan Juna.


"Sebenarnya saat berumur 6 tahun Jason pernah jatuh dari tangga hal itu membuatnya trauma dan kenangan masa kecilnya seperti terpotong, yang pada akhirnya ia tidak mengingat apapun karena trauma itu." Kali ini Dustin yang menjelaskan nya pada Rana.


Rana mengangguk mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh Dustin. Mereka akhirnya menyusun rencana untuk mencari kebenaran tentang orang tua mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon maaf ya up nya lama soalnya lagi ada kesibukan di dunia nyata😁😁semoga kalian suka dengan cerita ini. Jangan lupa buat vote, like, coment dan favoritnya ya😉😉


__ADS_2