Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 41. ANCAMAN


__ADS_3

Pagi hari Jason sudah berada dikantornya. Namun ada yang aneh dengan perilaku Jason hari ini. Dikantor Jason hanya duduk melamun seperti memikirkan sesuatu. Namun tak lama lamunan nya tiba-tiba buyar karena ia mendengar suara ketukan pintu.


"Siapa..." sahut Jason dari dalam.


"Ini saya pak, Arin." jawabnya.


"Masuk" suruh nya. "Ada apa?" tanyanya.


"Maaf pak, ada rapat dadakan yang akan dilakukan sebentar lagi pak." jawab Arin yang tak lain adalah sekertaris Jason.


"Rapat dadakan?!"


"Iya pak.. pak Sean menyuruh semua pemegang saham intern untuk mengikuti rapat segera pak.


"Baiklah aku akan pergi sebentar lagi." ucap Jason sambil menggerakkan tangan nya untuk menyuruh sekretaris nya pergi.


//SKIP DIRUANG MEETING


Diruang meeting Sean memberitahu ke enam adiknya bahwa perusahaan mereka sedang kritis karena ada perusahaan lain yang merilis produk yang sama persis dengan produk yang akan mereka rilis Minggu depan.


Yungky mempresentasikan produk yang diduga milik perusahaan tersebut yang dijual oleh orang lain.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" ucap Dustin.


"Bukankah produk itu kak Dirly dan kak juna yang merancangnya?!" ucap Jimmy menimpali.


"Aku rasa ada seseorang yang mencoba ingin mengacau di perusahaan kita." sahut Juna.


"Aku rasa apa yang kamu katakan benar jun." sahut dirly.


"Jas apa pendapatmu tentang semua ini, apa ada yang ingin kamu katakan kepada kita semua?" Sean tiba-tiba bertanya pada Jason karena dari tadi ia memperhatikan Jason yang melamun sedari tadi.


"Ehhhh ?????" sahut yang kaget karena Sean yang tiba-tiba meminta pendapatnya. Jason sedikit bingung karena sebenarnya dari tadi ia tak memperhatikan sama sekali.


"Ada apa jas? ragamu ada disini tapi sepertinya pikiran mu ada ditempat lain." ucap yungky.


"Sebenarnya pagi ini aku mendapat pesan misterius dari seseorang." ucap Jason.


Keenam kakaknya memasang wajah antusias sekaligus penasaran saat mendengar ucapan Jason.


"Pesan misterius?" tanya dustin.

__ADS_1


"Apa itu pesan yang berisi sebuah ancaman" ucap Juna.


"Iyaa bisa dibilang seperti itu... seseorang mengirimkan pesan ini padaku." ucap Jason sambil menunjuk isi pesannya kepada kakaknya.


Jimmy yang kebetulan duduk didekat nya langsung mengambil ponsel Jason dan membacanya dengan suara yang sedikit nyaring. "JANGAN COBA-COBA UNTUK TERLIBAT LEBIH JAUH LAGI ATAU SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MU AKAN CELAKA !!!!!"


"Apa maksudnya itu, aku tidak mengerti sama sekali dengan isi pesannya." ucap Dustin.


"Dasar otak dangkal,, itu tandanya ada seseorang yang mengetahui rencana kita untuk menyelidiki ayah dan mama!" sahut yungky dengan muka datarnya.


"Tapi siapa orangnya, yang tau tentang rencana kita kan cuma Randy dan Rana." kali ini Jimmy yang bertanya.


"Kamu benar juga, kurasa ada yang berkhianat diantara mereka." sahut Dirly menimpali.


Semua orang melirik kearah yungky takut jika yungky tersinggung dengan ucapan Dirly sebab Rana kan istrinya.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu??? aku tidak akan tersinggung dengan perkataan dirly.. meski Rana itu istriku tapi aku masih belum bisa mempercayai seratus persen." jawabnya risih karena semua orang melihat kearahnya.


Di lain tempat terlihat dua orang laki-laki sedang sibuk mengotak-atik sebuah mobil sedan berwarna hitam. "Apa masih lama?" tanya salah seorang dari mereka.


"Sebentar lagi akan segera selesai." jawabnya.


"Cepatlah waktu kita tidak banyak."


Dua orang itu langsung pergi setelah menyelesaikan pekerjaan nya. Terlihat salah satu temannya menelpon seseorang sebelum pergi. "Lapor tuan kami sudah menyelesaikan tugas kita." lapornya.


"Bagus, kalian cepat pergi dari sana jangan sampai ada yang mencurigai kalian." sahut seseorang dalam panggilan telepon seluler sebelum sempat pria itu menjawab panggilannya sudah terputus.


"Kita lihat apakah kalian akan mengabaikan pesan itu atau menurutinya setelah melihat kejutan yang kuberikan ini" ucap seseorang sambil menyeringai.


Disekolah bell pulang baru saja berbunyi. Tak berapa lama muncul dua anak kecil yang berlari kearah seorang wanita. "Mama... tumben mama jemput akeu sama kak akbi?" tanya akeu yang berada di gendongan Hanna.


"Akeu turunlah, kasian mama.. kamu itu udah gede masih aja suka minta gendong sama mama... kamu itu berat tau." ucap akbi yang melihat adiknya.


"Iya kak... maaf ya ma.." ucap akeu patuh.


"Iya sayang, lagian kan mama yang mau gendong akeu." jawab Hanna.


Hanna sedikit terkekeh dengan perilaku kedua anaknya. Akeu sangat patuh dengan ucapan akbi. Tidak hanya kepada akbi saja memang notabenenya akeu adalah anak yang sangat penurut. Terutama kepada semua anggota keluarga nya.


"Ma.. hari ini kita jadi kerumah kak Davi kan?" tanya akbi.

__ADS_1


"Iya sayang jadi kok" jawab Hanna singkat. Mereka bertiga berjalan kearah mobil mereka yang berada diparkiran. Tiba-tiba ponsel Hanna berdering.


"Hallo..."


"Hallo Han.. kamu ada dimana sekarang?"


"Aku lagi disekolah akbi dan akeu kak vio.. aku baru saja menjemput mereka." jelasnya pada viona.


"Lebih tepatnya kamu ada dimana?" viona kembali bertanya.


"Aku lagi diparkiran kak, mau berangkat kerumah kakak."


"Tunggu disitu aku akan menghampiri mu." ucapnya.


"Kakak ada disini?" tanyanya.


"Hanna..... " teriak viona dari dalam mobilnya. Lalu memutus panggilan teleponnya.


"Oh... kak vio, kenapa kakak bisa kesini?"


"Aku tadi mau pergi menjemput Davi karena jalannya satu arah aku ingin langsung mengajakmu bersama anak-anak buat belanja ke mall sebelum kalian kerumah.... terus biar gak ribet jadi aku mampir kesini buat jemput kalian, jadi kita cukup bawa satu mobil aja." jelasnya panjang lebar. Sedangkan Hanna hanya mengangguk kepalanya mendengar penjelasan kakak iparnya itu.


"Tapi kak aku bawa mobil, gimana sama mobilku? kalau aku naik mobil kakak?"


"Itu gampang,,, kamu gak perlu kuatir kan ada sopir aku, biar sopir aku aja yang bawa mobilmu pulang."


Akhirnya Hanna dan anak-anaknya pergi bersama viona untuk menjemput Davi sebelum pergi ke mall untuk berbelanja menghabiskan uang suami. Dan mobil Hanna dibawa oleh sopir viona kekediaman keluarga Park.


Akbi dan akeu terlihat sangat antusias karena mereka akan menginap dirumah kakaknya pekan ini, setelah pernikahan Hanna dan Jason mereka jarang bertemu karena sibuk sekolah selain itu, jarak antara rumah mereka yang lumayan jauh dari kediaman keluarga Park membuat mereka tidak bisa seenaknya pergi kekediaman keluarga Park.


.


.


.


.


.


Tetap semangat untuk semua, stay safe dan work from home ya, karena pandemi masih belum berakhir…

__ADS_1


Dan jangan bosen dan jangan lupa untuk like, comment, vote dan favoritnya oke😉😉 dukungan kalian sangat author perlukan🙏🤗 Karena ini karya pertama jadi maaf jika masih banyak kekurangan nya dan up nya lama, karena jadwal kuliah yang padat😁


__ADS_2